Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Cincin Tunangan


__ADS_3

Al memasang cincin itu yang ternyata sangat pas dijari manis Zifa.


"Aku juga mengambil yang ini tapi pembayarannya dipisahkan" ucap Al sambil mengusap jari manis Zifa yang dilingkari cincin indah itu.


"Tidak perlu banyak banyak" ucap Zifa masih dengan nada datarnya.


"Tidak apa, anggaplah aku memberinya sebagai cincin pertunangan kita"


"Tidak perlu!" Ketus Zifa.


"Aku akan tetap memberikannya untukmu"


"Tuan, ini tagihannya. 10 milyar untuk 2 set perhiasan dan sepasang cincin pernikahan dan 400 juta untuk cincin limetied edition bermotif kupu kupu"


Al menyerahkan black cardnya dan segera membayar tagihan itu.


Setelah selesai membeli segalanya, kini Al mengantarkan Zifa pulang karna hari sudah gelap.


Mbrmmm


Mobil memasuki gerbang mansion itu.


Al membawakan barang seserahan yang dibelinya kedalam rumah Zifa yang nantinya akan dihias sedemikian rupa dan diletakan di pelaminan nanti.


"Nak Al, sekalian makan malam disini aja. Lagian ini juga pas banget jam makan malam" ajak mama Mia.


"Boleh deh tan"

__ADS_1


Al pun menuju ruang makan disana dan ikut bergabung dengan keluarga yang lain.


"Zif, ini kok ada cincin bagus banget. Siapa yang beliin?" Tanya mama Mia mengangkat jemari sang putri sambil mengusap cincin itu.


"Al ma" jawab Zifa singkat.


"Kamu kok beliin Zifa banyak kayak gini nak, kan maharnya aja udah banyak banget"


"Enggak papa tan, anggep aja itu cincin pertunangan yang baru Al kasih"


"Pa, mama pengen cincin kayak gitu ya pa" bisik mama Mia pada suaminya.


"Iya, besok papa temani ke mall nya" jawab papa Bryan yang membuat senyum mama Mia mengembang.


"Oh ya om, sepertinya besok setelah jam makan siang aku akan membawa Zifa untuk photo prewed" Al meminta izin.


"Sepertinya Al tidak ada waktu om, Al mempercayakan semua pada om"


"Yaya, aku tau saat ini perusahaanmu memang sangat berkembang pesat"


Sesuai janjinya, jam makan siang Al langsung melajukan mobionya dari kantornya menuju rumah calon istrinya.


"Mau cari non Zifa tuan?" Tanya kepala pelayan yang jelas tau siapa pria didepannya.


"Iya bik"


"Sebentar saya panggilkan, silahkan duduk dulu"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dengan minuman diatas nampan yang ia bawa.


"Sebentar ya tuan, nona Zifa masih berdandan"


"Iya bik, terimakasih" ucapnya lalu menyeruput jus jerus yang disediakan.


Beberapa saat kemudian, Zifa keluar dengab pakaian rapinya.


Nampak gadis itu memakai dres hitam selutut yang nampak elegan ditubuhnya senada dengan kemeja yang digunakan Al.


"Ayo" Al meraih jemari gadis itu namun seketika langsung ditepis kasar oleh Zifa.


"Jangan sentuh aku" ketus gadis itu.


Merekapun berangkat menuju tempat yang sudah mereka tentukan sebelumnya.


,,,


Hari ini tepat hari pernikahan Al dan Zifa.


Mansion utama sangat ramai karna memang acara diadakan di halaman mansion utama.


Kabar pernikahan Zifa dan Al sangat ramai dibicarakan. Bahkan banyak media yang sudah siap meliput acara pernikahan mereka.


"Jangan kecewakan papa dan kakakmu" papa Bryan mengusap pundak sang putri yang sudah cantik dengan makeup dan kebaya nya.


Mata gadis itu sudah berkaca kaca siap untuk mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Kenapa malah sedih? Papa dan kakakmu akan menjadi orang terdepan yang akan menghajarnya jika dia menyakitimu nanti" papa Bryan mengusap setitik air mata dipipi anak gadisnya.


__ADS_2