
"Sayang, jangan begini. Kau harus dengarkan penjelasanku dulu"
"Penjelasan apalagi?"
"Sayang ini semua salah paham. Lagipula dia hanya petugas hotel"
"Terserah"
"Sayang"
"Sudahlah Al, aku hanya ingin kita berpisah secara baik baik"
"Tidak, sampai kapanpun aku tak akan melepasmu" tegas Al.
Zifa hanya diam tak menanggapi ucapan suaminya itu.
Tangan Al bergerak mengusap perut istrinya yang lebih buncit dari sebelum ia tinggal.
"Halo anak dady, bentar lagi kita ketemu ya nak" Al menciumi perut istrinya itu.
"Sayang, percaya deh. Aku nggak pernah bohongin kamu"
Al kembali memeluk tubuh istrinya itu.
Beberapa saat kemudian, tersengar suara isakan dari mulut istrinya.
Al segera melepas pelukannya.
"Sayang, jangan menangis" Al menghapus air mata Zifa.
Zifa memukuli dada bidang suaminya untuk melampiaskan amarah yang selama ini ia tahan.
"Kau jahat Al!"
"Sayang, maafkan aku. Percayalah tidak ada wanita lain selain kamu dihatiku"
Perlahan tangis Zifa mulai reda
"Udah ya nangisnya"
"Beneran nggak ada?"
"Bener sayang, nggak ada. Kalau nggak percaya tanya saja pada papa Bryan"
__ADS_1
Akhirnya Zifa mengangguk lemah
"Sini peluk lagi" Al memeluk tubuh istrinya itu.
"Al, kau tambah kurus" tegur Zifa melihat badan suaminya yang terlihat kurus.
"Oh ya? Mungkin karna terlalu mikirin kamu. Jadinya gini deh" goda Al.
"Ish gombal"
"Gombal gimana sih yang, beneran deh nggak boong"
"Iya deh terserah kamu"
"Besok kita pulang kerumah ya"
Zifa mengangguk setuju
"Tapi sebagai permintaan maaf kamu harus nurutin semua keinginanku" pinta Zifa.
"Apapun untukmu sayang" Al mengecup singkat bibir istrinya.
"Aku pengen jalan jalan ke mall sekalian beli perlengkapan buat anak kita"
"Aku pengennya nanti malem" rengek putri Bryan Hendrawan itu.
"Oke deh nanti malem" Al tersenyum lalu kembali memeluk erat istrinya.
Malam harinya, Al benar benar memenuhi janjinya.
Sejak tadi pagi, Al sudah menyiapkan istirahat agar fisiknya kuat untuk menemani istrinya jalan jalan.
"Al, ayo cepett" Zifa menggedor gedor pintu kamar mandi.
"Iya sayang, bentar"
"Jangan lama lama"
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka menampakan Al yang hanya berbalut handuk sepinggang.
Zifa memandangi tubuh suaminya.
__ADS_1
Memang ada yang aneh menurut Zifa. Tubuh suaminya itu memang terlihat lebih kurus.
"Al, berat badanmu turun berapa kok jadi kurus gini"
"Kurus gimana sih yang, masih sama ini badanku" sanggah Al.
"Enggak kok, ini kamu kurusan"
"Enggak sayang, biasanya juga gini kok"
"Ya udah deh terserah, cepet ganti bajuu" Zifa mendorong punggung suaminya agar segera ke walk in closet.
Beberapa menit kemudian Al sudah rapi dengan celana pendek dan kaos polos berwarna hitam.
"Udah sayang, ayo" Al merengkuh pinggang sang istri.
"Loh kalian mau kemana?" Tanya mama Mia melihat anak dan meenantunya yang sudah rapi.
"Mau nganter Zifa ke mall ma" jawab Al lembut.
"Ya ampun Zif, kamu nggak kasian sama suami kamu. Dia itu kecapekan habis perjalanan jauh" omel mama Mia.
"Tapi ma..."
"Al nggak papa ma" potong Al.
"Ya sudah, hati hati"
"Iya ma"
Merekapun memasuki mobil
Sesampainya di mall
"Al, kita cari baju anak aja dulu ya"
"Iya sayang, terserah kamu"
Zifa memilih milih banyak baju bayi dan perlengkapan lainnya.
"Sayang, belanjanya buat anak kita lanjut lain kali aja ya. Sekarang belanja buat kamu dulu"
pinta Al saat merasa tubuhnya lelah.
__ADS_1