Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Kelahiran Al Junior


__ADS_3

Baru beberapa kali mengusap perut istrinya Zifa sudah meminta yang lain lagi.


"Al, gantian perutku. Sakit banget" dengan telaten Al memenuhi permintaan istrinya itu.


"Al, perutku sakit banget" Zifa mencengkram kaus suaminya.


"Iya sayang, sabar ya" Al mengusap punggung istrinya itu.


"Alll sakit bangettt huhuu" Zifa mulai merengek.


Ia memeluk erat suaminya sekaligus mencengram lengan pria itu untuk menyalurkan rasa sakitnya.


"Sayang, aku harus gimana? Aku bingung"


"Al aku gerah, kipasin pake kertas" pinta Zifa lagi.


Setelah beberapa jam berjalan mondar mandir, akhirnya dokter masuk untuk memeriksa Zifa.


"Baru pembukaan 6 nyonya"


"Kok sakit banget sih dokk" protes Zifa.


"Melahirkan memang seperti ini nyonya"


"Huhu, Al sakit banget" tangis Zifa membuat Al kebingungan.


"Operasi aja ya yang"


"Orang lagi kesakitan malah ditawari operasi!!" Bentak Zifa kesal.


"Sayang, jangan marah marah dong" Al berusaha menenangkan istrinya itu.


Hari sudah menjelang malam.


Dari tadi Zifa terus menangis sambil memeluk suaminya itu.

__ADS_1


"Huhu, Al aku nggak mau punya anak lagi" rengek Zifa.


"Iya sayang, apapun untukmu"


"Al, ini gimana sih anak kamu!! Nggak mau keluar keluar juga. Aku udah sakit banget" Zifa mengomel membuat Al semakin bingung harus melakukan apa.


"All, gara gara kamu perut aku sakit banget!" omel Zifa lagi mencengkram kaus Al hingga sudah lecek tak berbentuk.


"sayang, jangan teriak teriak. kamu harus hemat tenaga" Al menasehati.


"malah mengatur aturku! kau harusnya tanggung jawab!" kesal Zifa lagi karna suaminya sangat menyebalkan.


Beberapa saat kemudian, dokter datang dan mengatakan pembukaan sudah lengkap.


"Setelah saya hitung sampek tiga nyonya harus mengejan ya" ucap dokter itu membuat Zifa mengangguk.


Al mencium dalam dahi istrinya itu untuk memberinya kekuatan.


"All sakit All" kelih Zifa saat gelombang kontraksi datang.


"Ayo nyonya satu dua tiga, mengejan"


"Lagi nyonya"


"Arghhh"


Huh huhh (nafas Zifa tersenggal)


"Alll semua gara gara kamuu!!" Marah Zifa pada suaminya.


"Iya sayang, maaf"


"Nyonya, jangan banyak berteriak karna akan membuat anda kehabisan tenaga"


Beberapa saat kemudian gelombang kontraksi kembali datang.

__ADS_1


Zifa kembaki mencengkram erat lengan suaminya itu.


"Arhhh kau harus tanggung jawab All, sakit bangettt" teriak Zifa lagi membuat dokter menghela napasnya.


"Ayo nyonya mengejan lagi"


"Arghhh"


"Lagi nyonya, sedikit lagi"


"Arghhh"


Oekkk oekk


Akhirnnya anak yang dinantikan keduanya terlahir ke dunia.


"Alhamdulillah, terimakasih sayang" Al menciumi dahi istrinya bertubi tubi.


"Al, aku lemes banget" keluh Zifa.


"Ini sayang, minum dulu" Al mendekatkan sedotan kearah snag istri.


"Hug me please" pinta Zifa merentangkan tangannya.


Dengan senang hati Al memeluk istrinya yang dahinya masih banyak keringat dingin menetes.


Al menciumi puncak kepala sang istri.


"Thank's god, akhirnya aku bisa melihat anakku lahir" batin Al bersyukur.


"Tuan Al, ini putra anda. Sangat tampan, berat badannya sedikit berlebihan sehingga vag*** nyonya Zifa sedikit robek dan harus dijahit.


Al menerima bayi itu hendak diadzani.


Zifa menangis haru mendengar adzan suaminya itu. Tak pernah terbayang ia berada dalam posisi ini.

__ADS_1


"Kurasa aku wanita paling bahagia disini" batinnya yang merasa beruntung mendapatkan suami sempurna seperti Al.


Suaminya selalu memanjakannya walaupun sikapnya yang buruk pada suaminya. Bahkan Al tak pernah sekalipun memarahinya sekalipun ia berbuat kesalahn. Suaminya utu sosok pengertian dan lembut.


__ADS_2