Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
'Dijenguk


__ADS_3

Zifa menatap layar ponsel itu yang menunjukan panggilan video dari nomor tak dikenal.


"Ini siapa?" Batin Zifa karna tau penelpon merupakan perempuan.


"Al, ini siapa?" Tanya Zifa tepat saat Al sudah disamping sang istri.


"Mana, coba lihat" Al mengambil ponselnya dari tangan sang istri.


"Ohh, ini nggak penting. Mungkin salah sambung" ucap Al lalu memencet tombol merah pada handphonenya yang menandakan Al menolak panggilan video itu.


"Beneran?"tanya Zifa ragu.


"Beneran syaang" jawab Al lalu merangkul pinggang istrinya.


Malam hari,,


Zifa dan Al masih terjaga,


Mereka berdua sama sama berbaring dengan posisi Al memeluk istrinya dari belakang sambil mengusap perut buncit istrinya.


"Al,,"


"Hmm"


"Kok hmm sih"


"Iya sayang, ada apa?"


"Kamu yakin yang tadi siang itu bukan siapa siapa?"


"Oh ya ampunn, kamu masih mikirin yang tadi siang toh"


"He em" jawab Zifa lesu.


"Aku nggak tau dia itu siapa, mungkin cuma orang iseng"


"Yakin?"


"Iya, yakin sayang. Emang kenapa sih sampe kamu mikirin banget?"

__ADS_1


"Aku takut kamu ninggalin aku"


Al tertawa renyah


"Ya ampun yang, mana bisa aku tega ninggalin kamu"


"Ya siapa tau, semenjak hamil kan aku tambah gendut"


"Enggak, kamu nggak gendut yang. Sexxy malahan"


"Kamu bo'ong terus ih"


"Beneran yang, nggak bo'ong"


"Tapi kamu janji ya nggak bakal tinggalin aku" Zifa membalikan badannya dan mengulurkan jari kelingkingnya.


"Iyaa janji" Al menautkan jari kelingkingnya.


"Ya udah kamu tidur gih, udah malem" Al merengkuh tubuh istrinya.


"Bentar duluu"


"Kenapa? Kamu nggak nyaman disini?" Tanya Al lagi.


"La terus kenapa?" Tanya Al sambil mengusap lembut rambut istrinya.


"Anak kita rewel ya?" Tanya Al lagi sambil mengusap perut istrinya karna Zifa terus diam.


Zifa bangun dari pembaringannya dan bersandar ke headboard ranjang diikuti oleh Al juga.


"Anak dady kenapa? Tidur ya, momy dan dady mau istirahat. Jalan jalannya lanjut besok lagi. Okey" ucap Al lagi sambil menciumi perut buncit istrinya.


"Kamu ajak ngobrol terus dianya malah nendang nendang terus dari tadi" omel Zifa pada suaminya.


"Ohh maaf sayang, aku nggak tau"


"Ya udah, tidur lagi aja yuk" Al mengusap lembut pipi istrinya yang mulai mengembang itu.


"Al,,,"

__ADS_1


"Hmm, kenapa lagi sayang?"


"Emmm kayaknya anak kita pengen dijenguk dady nya deh" ucap Zifa lirih.


Al tersenyum tipis melihat istrinya yang menundukan wajahnya setelah mengucapkan itu.


"Dijenguk? Jenguk gimana nih?" Tanya Al sengaja menggoda istrinya.


"Ya itu"


"Itu apa hayoo"


"Ya itu dijenguk sama yang buat dia" jawab Zifa menahan malunya.


"Mau gimana lagi, kepepet 'pengen" batin Zifa meronta.


"Yang ini maksudmu?" Tanya Al sambil meletakan telapak tangan istrinya diatas kepemilikannya.


Wajah Zifa langsung memerah menahan malunya.


"Ini yang mau dijenguk beneran anak kita atau kamu nih" goda Al lagi.


"Al ih, jangan gituu aku maluu" Zifa membuang pandangannya ke arah lain.


"Ya udah, sini" Al menangkup pipi istrinya.


Cupp


Satu kecupan mendarat dibibir manis milik Zifa.


"Lagi?" Tanya Al saat melihat istrinya hanya diam.


Zifa mengangguk cepat


Bibir Al menyunggingkan senyumnya. Ia langsung melllummmat bibir manis istrinya itu.


Merekapun melakukannya


1 jam kemudian

__ADS_1


"Al, lagi dong" pinta Zifa saat melihat suaminya telah menyelesaikan permainannya.


"Sayang, kau sedang hamil. Aku nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu dan anak kita.


__ADS_2