
"Bukan, aku memang mengizinkannya"
"Ck ck, kau memang gila. Kau itu sebenarnya waras atau tidak. Itu istrimu, hakmu sepenuhnya. Kenapa malah membaginya dengan orang lain"
"Dia menyukai pria itu" ucap Al sambil menghela nafasnya.
"Aku sudah tidak tau dengan jalan pikiranmu. Dulu saat berjuang mendapatkannya kau sangat cerdik bahkan dengan mudahnya bermain licik. Tapi apa sekarang? Kenapa semenjak menikah kau malah jadi bodoh? Kau cukup membunuh pria itu saja urusanmu sudah beres" asisten itu tak habis pikir dengan bosnya yang mendadak bodoh karna cinta.
"Mana tega aku melihatnya patah hati"
"Ya sudah, lalu apa tujuanmu hidup didunia ini? Untuk menyakiti hatimu saja?"
"Anakku, istriku"
"Istri yang mana maksudmu? Saranku lepaskan saja. Maaf sedikit lancang, tapi logikanya mana ada istri yang berhubungan dengan lelaki lain padahal ia sudah menikah bahkan hamil" Rio memberi masukan walau hatinya sedikit geram.
"Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya. Lagipula aku sangat mencintainya"
"Kau itu bukan cinta. Tapi kau itu buta dan bodoh. Oh astaga, bagaimana jika orang lain tau betapa bodohnya CEO Danendra grup sepertimu saat ini ?"
"Sudahlah aku pusing memikirkannya. Yang terpenting aku akan sembuh dan bisa melihat istri dan anakku tertawa bahagia bersamaku"
"Berjuanglah bos, aku akan mendukungmu" Asisten itu menepuk punggung bos nya.
"Aku harap kau tutup mulut dengan ini semua terutama tentang hari ini"
Asisten itu hanya diam tak menjawab ucapan bosnya.
"Aku tidak janji bos" batin asisten tampan itu.
Beberapa hari kemudian Al pulang ke indonesia.
__ADS_1
Malam hari,
Al baru saja sampai dirumah tepat pukul 10 malam dan istrinya sudah terlelap diranjang.
"Kuharap kita bisa bersama sampai akhir hayatku" Al mengusap pipi istrinya yang mulai berisi itu.
Al pun segera berbaring disofa tempatnya biasa mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi hari,,
Zifa mngerjapkan matanya bangun.
Yang pertama ia lihat adalah suaminya yang masih terlelap damai disofa kamar.
"Kapan dia pulang?" Batin Zifa bertanya tanya.
Ia segera membersihkan dirinya lalu ke taman untuk bermain dengan beberapa kelinci milik Al.
"Dimana Zifa?" Batinnya saat tak melihat keberadaan istrinya.
Al segera bangun lalu membersihkan tubuhnya.
Ia turun ke lantai bawah untuk bertanya pada maid.
"Mbak, lihat istriku nggak?"
"Nyonya Zifa sedang ditaman tuan"
Al pun menyusul istrinya ke taman belakang rumah.
"Sayang" Al memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Aku merindukanmu" Al menciumi puncak kepala istrinya itu.
"Lepas ih, aku risih" kesal Zifa.
"Oke oke, maaf membuatmu tidak nyaman" Al melepaskan pelukan itu.
"Sayang, mumpung weekend kita ke mall yuk" ajak Al.
"Ngapain?"
"Ya jalan jalan"
"Aku capek" jawab Zifa malas.
"Ayolah, kita kan belum pernah belanja bareng. Gimana?"
"Aku males Al"
"Ya udah, nggak papa kalau gitu" Al mengusap puncak kepala istrinya dengan sayang.
Siang harinya,
Pukul 2 siang
Nampak Al sudah rapi mengenakan celana pendek dan kaos polos berwarna hitam serta Sneakers berwarna putih membuatnya semakin tampan.
"Mau kemana?" Tanya Zifa kepo melihat suaminya yang sudah rapi di weekend.
"Aku mau ke mall bentar beli jam tangan"
"Jam tangan?"
__ADS_1
"Iya, ada keluaran terbaru. Aku sudah memesannya beberapa minggu yang lalu dan hari ini pesananku bisa diambil"