Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pikiran Nakal Al


__ADS_3

Akhirnya Zifa pun mengangguk mengiyakan


"Sayang, yang ini aja gimana?" Tawar Al saat melihat flatshoes yang begitu elegan.


"Iya aku mau" Zifa menyetujuinya.


"Al aku pengen cepet pulang" rengek Zifa memegang lengan suaminya.


"Kenapa emangnya? Kamu capek?" Tanya Al heran.


"Enggak, tapi..." Ucapan Zifa berhenti.


"Tapi apa?"


"Nggak papa, nanti aja. Pokoknya aku pengen cepet pulang"


"Oke oke kita bayar ini dulu ya"


Al pun segera membayar belanjaannya dan segera mengajak istrinya ke mobil.


"Sayang, kenapa malah seperti ini?" Tanya Al bingung karna istrinya tidak membiarkannya menyetir mobil.


Bahkan istrinya terus saja memeluk lengannya erat.


"Al, mampir hotel ya" pinta Zifa memohon.


"Loh kenapa emangnya?" Al tambah bingung dengan permintaan aneh istrinya.


"Al,,," Zifa melemparkan tatapan memohonnya membuat Al berhenti bertanya tanya.


Ia segera melajukan mobilnya ke hotel yang ada diseberang mall.


Al segera memesan kamar


"Al ayo cepet" Zifa nampak tidak sabaran.


"Iya yang, sabar" jawab Al lembut.

__ADS_1


Setelah sampai dedapn unit kamar yang nereka pesan, Zifa segera masuk ke kamar itu.


Ia langsung berbaring diranjang itu


"Al, kesini cepett" Zifa sangat tidak sabaran.


"Iya iya" Al pun ikut naik keatas ranjang itu.


"Lepas dulu kemejanya" kesal Zifa.


Pikiran Al langsung melayang pada hal hal yang berbau 'panas.


Ia tersenyum lebar lalu segera menanggalkan kemejanya dan ikut naik keatas ranjang.


Setelah melihat suaminya berbaring, Zifa langsung memeluk erat suaminya. Bahkan wajahnya ia didada bidang Al dan mendusel duselkan hidungnya.


"Sayang, geli" keluh Al lalu mengusap rambut istrinya.


"Sayang.." panggil Al lagi saat tak melihat respon istrinya.


"Yahh, ku kira mau anu" Al kecewa.


Beberapa jam kemudian Zifa membuka matanya.


Ia melihat suaminya ikut tertidur masih dengan memeluknya.


Zifa tersenyum lalu tambah mengeratkan pelukannya dan kembali memejamkan matanya.


"Sayang" Al terbangun saat merasakan pergerakan istrinya.


"Hmm" Zifa hanya berdehem.


"Kamu kenapa sih hari ini? Aneh banget"


"Emang kenapa? Nggak boleh ya peluk kamu gini? Ya udah nggak papa" Zifa melepaskan pelukan itu.


"Sayang, bukan Seperti itu" Al kembali memeluk istrinya yang super sensitiv itu.

__ADS_1


"Maksudku tadi aku kira kamu minta 'itu" goda Al.


"Al, jangan bahas kayak gitu deh" pipi Zifa merona.


"Loh memangnya kenapa? Kan wajar suami istri membicarakan hal seperti itu"


"Al, udah ah aku malu" Zifa membekap mulut suaminya agar diam.


Al melepaskan telapak tangan istrinya


"Emangnya kenapa hem?"


Cup


Al mengecup bibir istrinya sekilas


"Ya pokoknya malu"


"Ya udah, sini peluk lagi" Al memeluk tubuh istrinya itu.


"Aku yakin pasti akan sembuh, lagipula aku merasa diriku tidak terlalu parah. Dokter pun mengatakan kesempatan sembuhku masih besar" batin Al.


Keesokan harinya,,


Zifa sudah menyiapkan dirinya untuk terbang ke paris.


Al dan Zifa sepakat untuk kembali memeriksakan kandungan Zifa sebelum berangkat ke paris.


"Sayang, udah belum?" Tanya Al saat melihat istrinya masih saja berada didepan meja rias.


"Belum Al, ini dikit lagi dandannya"


"Kamu pakek celana?" Al heran dengan istrinya yang tak biasanya mengenakan celana.


"Iya, kenapa? Jelek ya? Aneh ya?" Zifa mulai insecure.


"Nggak kok yang, bagus itu" jawab Al meski sebenarnya ia sedikit kurang setuju jika istrinya memakai celana yang menampakan lekuk tubuh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2