Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Wanita Istimewa


__ADS_3

"Kau menyewanya untukku?" Tanya Zifa sekali lagi.


"Iya, semua untukmu"


"Terimakasih" ucap Zifa tulus.


"Tapi sebenarnya ini terlalu berlebihan. Aku tidak se istimewa itu" lanjutnya.


"Siapa bilang kau tidak istimewa? Kau sangat istimewa bagiku" Al merengkuh pinggang gadis itu.


"Ayo beri aku ciuman" pinta Al.


"Tapi.."


"Tidak ada siapapun yang akan melihat kita" Al meyakinkan.


Cup


Akhirnya Zifa mau memberikan satu kecupan untuk suaminya walau sedikit dipaksa.


"Ini untukmu" Al mengambil sebuah kotak disaku celananya.


"Ini apa?" Tanya Zifa.


"Bukalah"


Zifa membuka kotak itu dan memperlihatkan sebuah anting berlian langka yang bisa dipastikan harganya setara satu mobil mewah.


"Itu untukmu"


"Al ini terlalu berlebihan"


"Siapa bilang? Ini sangat pantas untuk wanita yang sangat aku cintai"


"Tapi Al.."


"Mau aku bantu pasangkan?" Tanya Al.


Zifa mengangguk


Al melepas anting ditelinga istrinya dan memasang anting itu.


"Cantik" ucap Al membelai pipi wanitanya.

__ADS_1


"Al jangan berlebihan seperti ini. Kau tau kan tentang hubungan kita yang sebenarnya. Sampai kapanpun aku tak akan bisa membalas cintamu"


"Maka dari itu belajarlah mencintaiku mulai dari sekarang"


"Tidak bisa"


"Kenapa?" Tanya Al.


"Aku sudah mencintai pria lain"


"Tidak apa, aku akan tetap mencintaimu"


"Tapi Al.."


"Lupakan, ini malam kita. Okey?"


Al mencoba tetap tersenyum walau nyatanya hatinya terasa sakit karna pengakuan istrinya yang sudah mencintai pria lain.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dikamar hotel.


"Sayang, aku menginginkanmu malam ini" pinta Al langsung menindih istrinya dan mulai menjalankan aksinya.


Keesokan harinya


"Eugh, hmm" Zifa mengerjapkan matanya bangun.


"Sayang kau mau menggodaku lagi ya" tanya Al saat melihat selimut yang menutupi bagian atas sang istri melorot.


"Ck, keluarlah dulu. Aku mau mandi" kesal Zifa sembari menaikan selimutnya.


"Memangnya kenapa?"


"Aku malu" kesal Zifa.


"Itu disitu ada bathrobe, kau bisa menggunakannya"


"Jangan melihatku" Zifa mengingatkan.


"Iya iya aku akan menghadap ke pintu"


Zifa pun memakai bathrobe itu dan segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Zifa sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar dan wangi.

__ADS_1


"Hari ini kita ke pantai, besok pagi kita ketaman dan siangnya kita ke mall dan lusa kita kembali ke jakarta"


"Hmm terserah"


Setelah selesai bersiap Al mengajak sang istri jalan jalan ke pantai.


"Kau mau air kelapa?" Tawar Al.


"Boleh"


Al pun mengantri membeli kelapa hijau


Sudah 15 menit Zifa menunggu namun suaminya tak kunjunh kembali.


Ia berinisiatif menghampiri suaminya yang masih mengantri.


Hati Zifa sedikit kesal melihat suaminya digoda oleh para gadis dan beberapa turis yang juga sedang membeli kelapa hijau.


"Sayang, kau kesini?"


"Ayo cari penjual kelapa yang lain saja" ajak Zifa.


"Tapi yang sebentar lagi bagianku" bantah Al.


Akhirnya mau tidak mau Zifa menunggu suaminya itu.


"Is she your girlfriend?" Tanya bule cantik yang juga sedang membeli kelapa muda sama seperti Al.


"No, she's my wife" jawab Al tersenyum membuat Zifa sedikit dongkol melihatnya.


"Oh really? You two are very compatible"


"thank you"


Beberapa saat kemudian pesanan Al sudah jadi.


"Ini" Al menyerahkan kelapa muda itu.


Zifa langsung menyerobot kesal


"Kau kenapa? Maaf membuatmu menunggu lama" Al mengusap pipi wanita itu.


"Lepas!" Kesal Zifa.

__ADS_1


__ADS_2