Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Bonus Malam


__ADS_3

"Kau kenapa? Maaf membuatmu menunggu lama" Al mengusap pipi wanita itu.


"Lepas!" Kesal Zifa.


"Oke oke, sebaiknya kita duduk disana" tunjuk Al pada sebuah kursi yang ada payungnya.


"Aku ingin bermain di pantai dulu" tanpa sadar Zifa menarik pergelangan tangan Al dan menbawa pria itu ke bibir pantai.


"Al, kejar aku. Kalau dapat nanti malam aku akan memberimu bonus" tantang Zifa.


"Benarkah? Bonus apa?"


"Terserah apa yang kau minta"


"Yakin?"


"Hmm yakin" Zifa menganggukan kepalanya.


"Satu, dua, kejar akuuu" Zifa langsung berlari kencang agar Al tak mampu menangkapnya.


Namun Al masih santai karna jelas saja langkah kaki panjangnya tak sebanding dengan langkah kaki mungil istrinya.


"Kenaa" Al memeluk wanita itu.


"Kau curang"


"Curang gimana?" Al bingung.


"Seharusnya kau berpura pura tak bisa menangkapku" kesal Zifa.


"Ishh, nanti aku tidak jadi dapat bonus dong" Al mengacak rambut istrinya.


"Ish, kau merusak rambutku lagi!" Kesal Zifa.


Tiba tiba hening


Sontak tangan Zifa langsung mencengkram lengan suaminya sedangkan tangan satunya memegang perut.

__ADS_1


"Al perutku sakit" ringis Zifa.


"Hah? Bagaimana bisa? Pasti karna kau berlari lari tadi. Sebaiknya kita istirahat" Al menuntun istrinya dan mendudukannya disebuah kursi teduh.


"Sudah mendingan?" Tanya Al sambil mengusap usap perut istrinya.


"Hmm sudah mendingan" Zifa mengangguk.


"Sebaiknya kita kembali ke hotel saja" ajak Al.


"Tidak mau, aku belum berfoto foto tadi" tolak Zifa.


"Okey kalau sudah mendingan biar aku yang mengambil foto untukmu"


"Tapi..."


"Tapi apa?" Tanya Al.


"Pakai handphone mu ya, kan handphone mu keluaran terbaru" pinta Zifa tersenyum.


"Ahahah, iya iya apapun untukmu" Al merogoh hamdphone keluaran terbaru dari saku celananya.


"Al aku ingin melihat hasilnya dulu" pinta Zifa.


"Ini" Al menyerahkan handphonenya.


"Ayo kita foto berdua" ajak Zifa.


"Tapi siapa yang mau memfoto kita?"


Zifa pun meminta tolong oada seorang gadis disana.


,,


"Terimakasih" ucap Zifa tulus.


"Kemarikan handphonemu, aku ingin melihat fotonya lagi"

__ADS_1


Al pun menyerahkan handphone nya


"Apa sandinya?" Tanya Zifa pada suaminya.


"Tanggal pernikaahan kita" Zifa pun memasukan tanggal itu dan kunci layar ponsel itu sudah terbuka.


"Hmm lumayan" ucap Zifa melihat jepretan gambar mereka berdua.


"Tapi kenapa gaya fotomu kaku seperti ini" kesal Zifa melihat semua foto suaminya memiliki gaya hampir sama.


"Aku tidak pandai berpose"


"Ayo kita ambil gambar lagi"


Zifa membuka aplikasi inst***m milik Al untuk mencari filter foto yang bagus.


"Nahh ini bagus"


Zifa mengarahkan kamera itu ke wajahnya dan juga suaminya.


"Senyum Al" pinta Zifa.


Setelah menyimpan fotonya tangan Zifa mendadak kepo dengan akun suaminya yang memiliki ratusan ribu pengikut itu.


Ia membuka Direct massage yang tentu saja banyak sekali gadis gadis cantik yang mengirim pesan untuk Al.


Gerakan tangan Zifa terhenti saat melihat notif dari aplikasi lain yang tak lain adalah Wha****p yang tertera nama kontak sang pengirim pesan.


*Sarah


Bagaimana kabarmu Al? Aku sangat merindukanmu. Kita sudah lama tidak bertemu ya,,


Zifa membaca pesan itu sekilas dari tampilan layar ponsel itu.


"Ini" Zifa kembali menyerahkan handphone itu pada suaminya.


Mood nya tiba tiba nemburuk setelah membaca pesan tadi.

__ADS_1


"Ayo kembali kehotel saja" ucap Zifa menahan kekesalannya.


jangan lupa Like dan Komen yaa


__ADS_2