Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Hanya Sandiwara


__ADS_3

"Anak Dady sehat sehat terus ya didalem perut momy. Dady janji bakal ngasih semua habg terbaik buat kamu"


Beberapa saat kemudian makanan sudah sampai.


"Al, ayo buka mulutmu" Zifa menyodorkan potongan beef steak kehadapan suaminya.


Al pun dengan senang hati menerima suapan sang istri.


Tanpa Zifa sadari, Al memperhatikan gerak gerik istrinya yang terkadang melirik ke arah Bayu.


"Hahaha, ku kira ini nyata. Ternyata hanya sandiwara" batin Al tertawa miris.


"Al" panggil Zifa membuat Al tersadar dari lamunannya.


"Ah, iya? Kenapa sayang?"


"Kau melamun?"


"Enggak kok, cuma lagi mikirin kerjaan disini. Besok kamu mau dihotel apa ikut aku ke perusahaan. Besok ada pertemuan di perusahaan X"


"Aku dihotel saja"


"Oh, ya udah nggak papa"


Setelah selesai makan malam, Al dan Zifa kembali ke hote untuk beristirahat.


Pagi harinya,,


Nampak Al sudah rapi dengan pakaian kerjanya sedangkan istrinya masih asik bergelung dibawah selimut.


Zifa mengerjapkan matanya bangun saat cahaya matahari mulai menerobos masuk dari jendela.


"Al, kau sudah mau berangkat ke kantor?" Tanya Zifa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya, kau lanjut tidur saja"

__ADS_1


"Pulang jam berapa?"


"Entahlah, mungkin jam makan siang aku sudah selesai"


"Kalau begitu aku ikut saja" Zifa bangun dari pembaringannya.


"Ya sudah, kamu mandi dulu gih, aku tunggu"


Zifa pun langsung buru buru mandi dan bersiap siap.


Setengah jam kemudian Zifa sudah siap dengan dress selutunya yang menambah kesan anggun.


"Sudah?"


"Udah" jawab Zifa sambil mengangguk.


"Ya udah, ayo berangkat" Al menarik lembut lengan istrinya itu.


"Nanti kalau kamu bosen ngomong aja nggak papa"


Saat akan keluar dari kamar hotel, tiba tiba al merasakan pusing dikepalanya.


"Al, kau kenapa?" Tanya Zifa melihat suaminya memijat pelipisnya"


"Tidak apa apa, hanya sedikit pusing"


"Al, jika kau sakit lebih baik tidak usah ke kantor saja. Kita istirahat dihotel" Zifa mulai khawatir dengan suaminya itu.


"Kau mengkhawatirkanku?" Tanya Al menggoda.


"Ya pasti aku mengkhawatirkanmu, kau kan suamiku" Zifa sedikit kesal.


"Uluh uluh istriku ngambek" goda Al.


"Al, ishh bisa diem nggak "

__ADS_1


"Iya iya"


Al sudah menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan mobil yang digunakannya selama diparis.


"Al, kau itu kenapa? Akhir akhir ini aku sering melihat wajah pucatmu. Kau sakit?" Tanya Zifa mengutarakan unek uneknya.


"Hah? Enggak kok, aku sehat. Mungkin cuma perasaan kamu aja"


"Al, kita ini suami istri. Seharusnya kau jujur padaku jika ada sesuatu aneh ditubuhmu"


"Sayang, aku nggak apa apa kok. Beneran deh, mungkin cuma kecapekan aja" Al menenangkan istrinya.


"Beneran?" Tanya Zifa sekali lagi.


"Iya, bener sayang"


Sesampainya dikantor


"Kamu duduk diruang tunggu aja dulu, aku tinggak meeting sebentar dulu ya" Al mengusap lembut kepala istrinya.


"Iya, siap dady" jawab Zifa menirukan suara anak kecil sambil mengusap perutnya.


"Anak dady sehat sehat terus ya" Al mengusap perut istrinya lembut.


Jam makan siang,,


Al sudah menyelesaikan meetingnya dengan hasil yang sangat menguntungkan bagi perusahaan Al.


"Maaf ya sayang kamu jadi nunggu lama"


"Nggak papa Al, lagian kan kamu kerja juga buat aku sama anak kita" Zifa merangkul lengan suaminya itu.


Al hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan istrinya.


"Al, kita jalan jalan dulu yuk"

__ADS_1


"Jalan jalan kemana emang?"


__ADS_2