Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Selingkuh?


__ADS_3

Mama Mia mencoba menenangkan putrinya yang menangis itu.


Baik papa Bryan maupun mama Mia hanya bisa menenangkan sang putri.


"Zifa ingatlah, kamu sedang hamil nak" mama Mia memperingati.


"Zifa, apa yang sebenarnya terjadi? Katakan oada papa" papa Bryan mengusap lembut puncak kepala putrinya.


"Al.." suara Zifa tercekat.


"Al kenapa?" Tanya papa Bryan heran.


"Al selingkuh" cicit Zifa.


Ia mulai menceritakan awal mula Al pergi ke negara x sampai kejadian yang tadi dilihatnya.


Papa Bryan melebarkan bola matanya


Tangan pria itu mengepal dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Tenangkan dirimu, biar semua papa yang urus" papa Bryan keluar dari kamar sang putri lalu diikuti mama Mia.


"Sayang, apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan mencari si brensek itu" jawab papa Bryan menggebu gebu.


"Sayang, tenanglah dulu, jangan gegabah" nasehat mama Mia.


Papa Bryan tak mendengarkan ucapan istrinya.


Ia malah menelpon anak buahnya untuk segera mempersiapkan pesawat menuju negara x.


"Aku akan ke negara x untuk memastikannya, mungkin besok pagi aku akan pulang" ucap papa Bryan.

__ADS_1


"Baiklah jika itu keputusanmu" mama Kia pasrah karna sikap keras suaminya itu.


30 menit berlalu, papa Bryan sudah siap berangkat menuju negara X.


Setelah 2 jam penerbangan akhirnya papa Bryan sampai di negara X.


Ia segera menuju apartemen yang sudah ditunjukan anak buahnya.


Tanpa basa basi, papa Bryan memencet bel apartemen itu berulang ulang hingga sang pemilik terganggu.


Ceklekk


Pintu dibuka menampakan asisten Rio yang membukakan pintu.


"Mana bosmu!!" Papa Bryan to the point.


"Maaf tuan, ada keperluan apa? Tuan Al sedang tidak bisa diganggu" Asisten itu mencoba menghalangi papa Bryan.


"Cihh tuanmu itu pasti sedang berselingkuh" tuduh papa Bryan.


"Minggur!!" Papa Bryan mendorong kasar tubuh Asisten Rio hingga tersungkur.


Ia segera menerobos masuk dan memasuki sebuah rungan yang ia yakini sebuah kamar.


Amarah papa Bryan memuncak saat melihat menantunya itu sedang bersandar diranjang sambil menonton Tv.


"Ohh, ini kah yang kau maksud dengan 'bekerja?!!" Marah papa Bryan.


"Papa.." Al kaget dengan kedatangan mertuanya itu.


Bughhh


Tanpa aba aba papa Bryan memukul wajah Al hingga sudut bibir pria itu mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Kau mau mencoba bermain main denganku??!!"


"Maksud papa apa? Al tidak mengerti?"


"Kau masih tanya apa maksudku!! Harusnya aku yang bertanya kenapa kau selingkuh?!!" Papa Bryan berteriak murka.


"Papa salah paham" Al mencoba tenang.


Bugghh


Satu pukulan mendarat di perut Al membuat jahitan bekas operasi mengeluarkan darah.


"Arghhh" Al mengerang dengan suara tertahan saat merakan nyeri di area bekas operasinya.


Bughh


Papa Bryan kembali memukul wajah menantunya itu hingga tubuh Al terpental membentur tembok.


"Boss" teriak asisten Rio panik.


"Tuan Bryan hentikan kegilaan anda ini!!" Emosi Rio sudah berada dipuncaknya saat melihat tuannya mengerang kesakitan dengan darah mengukur dari luka bekas operasi pria itu.


Bughhh


Rio mendaratkan satu pukulan diwajah papa Bryan.


"Asal kau tau!! Dia sedang berjuang melawan kematiannya!!" Teriak asisten itu.


Wajah Rio semakin panik saat melihat bosnya sudah tak sadarkan diri.


"Apa maksudmu!!"


"Belum sampai 2 jam dia baru kembali dari rumah sakit!" Teriak asisten itu lagi dengan murka.

__ADS_1


Papa Bryan sedikit tertegun


Asisten Rio langsung meminta pengawal pribadi sang bos untuk membantunya membawa Al kerumah sakit.


__ADS_2