Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Dia itu Penipu


__ADS_3

Sebenarnya boleh boleh saja karna dipesta itu teman teman Zifa mengajak pasangannya masing masing. Hanya saja Zifa terlalu gengsi jika mengajak Al kesana berdua.


"Zifa," panggil seseorang ketika ia telah memasuki lobi perusahaan.


"Kemana saja kau? Dari kemarin aku hubungi tapi tidak kau jawab" ketus seorang gadis yang tak lain sahabat Zifa.


"Ah kau seperti tidak tau saja. Aku tidak sempat membalas pesanmu Kay" ucap Zifa pada sahabatnya yang bernama Kayla itu.


"Cie pengantin baru sibuk banget kelihatannya" goda Kay.


"Diamlah! Sekarang bantu aku berfikir cara agar bisa lepas dari pria menyebalkan sepertinya" kesal Zifa.


"Kau itu sangat aneh sekali, kau beruntung mendapat suami yang kaya, tampan dan mencintaimu apa adanya. Tapi malah kau ingin berpisah dengannya"


"Mau sebaik atau sekaya apapun dia kalau aku tidak menyukainya tetaplah tidak"


"Memangnya apa kurangnya kak Al? Dia itu tipe pria idaman banyak wanita diluaran sana"


"Banyak, dia penipu, brensekk penghianat, suka mengekangku.." Zifa menyebutkan semua hal yang tak disukainya dari Al.


"Ayolah, harusnya kau sadar, Al seperti itu karna dia mencintaimu"


"Cih, masa bodoh dengan cinta"


"Hahaha, jangan seperti itu Zif nanti suatu hari nanti kau akan menyesal" ledek Kay.


"Sudahlah jangan bahas dia lagi, lebih baik segera keruangan masing masing. Pasti kak Zio sudah menungguku diruangannya"


"Baiklah"


Zifa pun bergegas keruangan kakaknya untuk mengambil dokumen yang akan ia kerjakan.


"Kak Deven apa kakakku ada didalam?"


"Ada nona"


Ceklek

__ADS_1


"Kak, mana dokumen yang harus ku kerjakan?"


Zio mengangkat wajahnya


"Itu map warna kuning" Zio menunjuk map berisi tumpukan lembar berkas.


"Baiklah" Zifa mengambil tumpukan berkas itu dan beranjak pergi dari ruangan kakaknya.


"Kudengar kau kemarin ke bar" ucapan Zio menghentikan langkah Zifa.


Zifa membalikan badannya


"Hah? Aku tidak mungkin ke bar kak" Zifa menunjukan senyum canggungnya.


"Kau tak bisa berbohong dariku Kenzifa Hendrawan!"


Ucapan kakaknya membuat Zifa sedikit ketakutan.


"Darimana kau tau kak?"


"Dari Al? Iya kan? Pasti dia yang memberitahumu" tuduh Zifa.


"Bukan Al"


"Tidak mungkin, siapa lagi kalau bukan pria bren..."


"Hentikan ucapanmu Kenzifa Hendrawan!" Bentak Zio.


"Tapi kak.."


"Menikah dengan Al itu takdirmu. Kau sendiri yang menjebak takdirmu. Lalu kenapa kau malah menyalahkan Al? Justru kau harusnya bersyukur bahwa yang menikahimu itu Al, pria yang sangat mencintaimu" tegas Zio.


"Tapi kak, dia itu penipu!"


Zio hanya diam


"Sebenarnya dia itu..."

__ADS_1


"Cukup! Keluarlah dari ruanganku!"


"Tapi kak"


"Kenzifa Hendrawan!" Zio menekankan kata katanya.


Zifa pun keluar dari ruangan kakaknya


"Huh, si brensekk itu berulah lagi" batin Zifa menggerutu.


Sore harinya,


Al sudah berada didepan kantor Hendrawan. Ia juga sudah menelpon istrinya berkali kali namun tidak diangkat.


Akhirnya Al memutuskan untuk masuk ke kantor itu dan menuju ruangan sang mertua berada (wakil CEO).


Ceklek


"Loh, kamu kesini Al?" Papa Bryan berdiri dari duduknya.


"Iya pa, Zifa nya mana pa? Dari tadi Al telpon tapi nggak diangkat"


"Mungkin diruangan kakaknya, coba kau kesana"


Al pun berjalan keruangan kakak iparnya.


Ceklek


"Ada apa Al? Tumben kau kemari"


"Emm aku ingin menjemput Zifa. Tadi aku mencarinya diruangan papa tapi katanya dia diruanganmu"


"Oh, dia sedang ganti baju dikamarku"


"Baiklah"


jangan lupa Like, Komen dan vote author yaa

__ADS_1


__ADS_2