
"Kau cemburu ya kalau badanku dilihat orang lain" goda Al.
"Ish mana ada" elak Zifa.
"Ya sudah kalau gitu kita hari ini jalan jalan aja. Biar aku pake celana doang aja nggak usah pake baju" goda Al.
"Al, kamu ih" Zifa mulai kesal dengan suaminya.
"Kenapa sayang?" Al memeluk gemas tubuh istrinya itu.
"Al, lepas. Bukannya pake baju malah peluk peluk aku" kesal Zifa.
"Peluk kamu nyaman banget yang" ucap Al semakin mengeratkan pelukannya.
"Al, jangan kenceng kenceng anak kita kegencet" keluh Zifa membuat Al melonggarkan pelukannya.
Cupp
Al melepaskan pelukan itu lalu mencium dahi istrinya.
"I love you my wife" ucap Al tulus.
"Al jangan seperti itu, aku malu" ucap Zifa kembali memeluk suaminya.
"Kenapa malu? Kita aja udah mau punya anak" goda Al lagi.
"Al, kamu ih"
"Badan kamu tambah berisi yang"
"Aku gendut ya? Jelek ya?"
"Enggak, justru tambah cantik" puji Al.
"Cantik darimana? Badanku aja udah melar kayak gini"
"Sayang, cantik itu tidak diukur dari berat badan. Okey" Al menangkup pipi istrinya.
__ADS_1
"Bahkan kau semakin sexxy saja"
"Apaan sih"
"Kamu nggak percaya? Lihatlah, inimu membesar" Al menyentuh payyyuddara Zifa.
"Auww, sakit Al" keluh Zifa.
"Sayang, aku kan cuma nyentuh aja" elak Al karna merasa tak menyakiti istrinya.
"Ini dari kemarin sakit banget, dipegang dikit sakit" jujur Zifa pada benda miliknya yang sudah mulai membesar itu.
"Apa perlu kita kedokter?"
"Nggak perlu, kemarin udah tanya dokter katanya nggak papa asal nggak ada benjolan"
"Tapi nggak ada benjolan kan?" Al khawatir.
"Nggak ada"
"Coba aja kalo nggak percaya" Zifa mulai kesal karna suaminya banyak bertanya.
"Nggak ah, nanti aku khilaf" cetus Al karna sadar kalau masalah seperti ini imannya sangat tipis.
"Khilaf juga nggak papa... "
(Hening)
"Eh, maksudku bukan gitu" Zifa menutup mulutnya jarna keceplosan bicara.
"Oh, jadi istriku ini pengen suaminya khilaf nih" goda Al menarik pinggang istrinya.
"Bukan gitu, tadi aku cuma salah bicara aja" elak Zifa.
"Beneran nih, kamu nggak mau?" Goda Al.
"Al ih, aku malu" Zifa memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang pria itu.
__ADS_1
"Kenapa masih malu? Bentar lagi anak iita lahir loh" goda Al lagi.
"Alll" Zifa bertambah malu karna ucapan suaminya itu.
"Ya udah aku pake baju dulu" Al melepaskan pelukan istrinya.
"Nggak jadi 'itu?" Tanya Zifa polos.
"Oh, jadi kamu pengen 'itu?" Goda Al.
"Enggak kok, kan aku cuma tanya"
"Beneran nih cuma tanya?" Goda Al.
"Al, jangan begitu aku malu" ucap Zifa menutupi wajahnya yang sudah merona itu dengan tangan.
"Kenapa malu? Aku kan suamimu" Al menarik tangan istrinya yang menutupi wajah cantik nya itu.
Cupp
Al menunduk lalu memberikan satu kecupan di bibir istrinya itu.
"Ayo gas lah kalau gitu" goda Al.
Zifa mengangguk malu malu
Ia mengalungkan tangannya dileher suaminya dan mulai berjinjir berniat mencium suaminya.
Cup
Zifa memberi satu kecupan pada suaminya namun tengkuk Zifa langsung ditahan oleh Al hingga ciuman itu berlangsung lama dan saling menuntut.
"Kamu beneran mau itu?" Tanya Al memastikan
"Ih, Al males ah" kesal Zifa karna suaminya terus saja bertanya.
"Iya iya, kalo istriku yang minta mah pokoknya gas aja. Ya nggak" Al menggoda istrinya.
__ADS_1