Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Aku Menyerah


__ADS_3

"Kenapa kan cuma pegang doang" Rio berkilah padahal pria itu lebih dari sekedar memegang.


Kay hanya diam dengan perlakuan Rio yang diluar nalar itu.


"Kalau sampai kamu sendiri yang pengen, aku gak bakal bantuin" peringat Kay dari awal.


"Enggak kok, kan cuma gini aja"


Baru saja Kay memejamkan matanya Rio kembali memanggil wanita itu.


"Kay, bantuin bentar ya. Udah kepepet ini" bisik Rio.


"Enggak, aku capek"


"Bentar aja, ya?"


"Enggak" tagas kay lagi.


"Ayolah, bentar aja"


"Ya udah, bentar aja ya" Kay mengalah merasa kasian karna suaminya sudah merengek sejak siang tadi.


Wajah Rio langsung berbinar.


Pria itu langsung melepas piyama istrinya yang menampakan aset berharga tanpa penutup.


Setelah kegiatan itu selesai Kay dibuat kembali kesal.


"Tuh kan asinya jadi rembes" kesal Kay karna piyamanya basah.


"Ya aku mana tau kalau sampai rembes gitu. Langsung dipompa aja. Masak aku harus minum"


"Enak aja kamu yang minum, yang ada kamu minta nambah" ketus Kay karna tau seperti apa suaminya.


Pria itu masih terjaga menemani istrinya memompa asi.


Tak terasa usia baby Rean sudah menginjak satu tahun.


Hari ini tepat hari aniv pernikahan Kay dan Rio ke 4 tahun.


Tidak ada perayaan apapun dihari itu. Hanya makan malam bersama keluarga saja.


Dikamar,


Kay kembali ke ranjang setelah menidurkan putranya.


"Rio,"


"Iya, kenapa?" Tanya Rio yang masih fokus dengan handphone nya.


"Tidak jadi" ketus Kay membuat Rio meletakan ponselnya kembali.

__ADS_1


"Kenapa? Ngomong aja, aku dengerin" tanya Rio lembut.


Pria itu mendekati istrinya dan menyelipkan rambut Kay ke belakang telinga membuat wajah Kay bersemu merah.


"Sebentar aku ke dapur, jangan kemana mana"


Kay ke dapur sebentar mengambil sebuah kue kecil.


"Happy aniversary ke 4 tahun" ucap Kay memasuki kamar sambol membawa kue itu.


Rio terkekeh merasa aneh karna istrinya itu bukan orang yang romantis.


"Kamu nggak cocok kayak gitu. Kamu itu cocoknya marah marah" goda Rio sambil mengambil kue dari tangan Kay.


Kay cemberut kesal


"Kau itu juga tak ada romantisnya sama sekali"


"Ayo duduk dulu" Rio mengajak istrinua duduk diranjang.


"Cepet doa abis itu tiup lilinnya" ucap Kay lalu diangguki pria itu.


"Aku berdoa semoga pernikahan kita langgeng selamanya, hidup tentram sejahtera bersama keluarga kecil kita. Diberi rezeki yang melimpah dan berkah untuk keluarga kecil kita"


"Aaminn"


2 manusia itu meniup lilin kue itu bersama.


"Yeayy" senyum Kay merekah sempurna.


"Biar aku yang memotongnya" ucap Rio mengambil alih pisau kue lalu memotongnya lalu memindahkan potongan kue itu ke piring kue.


"Ayo buka mulutmu" Kay menyuapkan potongan kue itu ke mulut suaminya.


Mata wanita itu sudah terlihat berkaca kaca.


"Makasih" Rio mencium dahi istrinya lembut.


"Gantian, buka mulutmu" Rio menyuapkan kue itu ke mulut istrinya.


Kay menatap wajah suaminya intens sambil mengunyah kue itu.


Tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


"Kenapa menangis?" Rio mengusap air mata yang sudah membasahi wajah cantik istrinya.


"Tidak apa apa hanya terharu saja"


"Kenapa? Ada sesuatu yang ini kau katakan?"


"Tidak ada" Kay menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku bersyukur bisa melewati 4 tahun ini"


"Aku juga"


"Aku masih akan terus belajar untuk menjadi suami dan papa yang baik untukmu dan anak kita"


"Kenapa?" Kay mengetes keseriusan suaminya.


"Ank kita butuh keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang"


"Ya, kau memang benar"


"Sini, aku peluk" Rio merengkuh tubuh istrinya kedalam dekapannya.


Suara isakan keluar dari mulut kecik wanita itu.


Rio mengusap punggung Kay pelan, membiarkan istrinya menumpahkan segala tangisnya.


Setelh beberapa menit berlalu, tangis mulai reda.


"Kenapa menangis? Apa ada yang salah? Apa aku membuatmu kecewa?" Tanya Rio melepaskan pelukan itu.


Kay menggeleng


"Rio, jawab aku dengan jujur"


"Iya katakan saja"


"Apa kau mencintaiku?" Pertanyaan Kay membuat Rio terdiam.


"Aku berubah pikiran. Jangan dijawab, aku sudah fau jawabannya" lanjut Kay cepat.


"Maaf, kau tak pantas mencintaiku Kay. Jangan mengharapkanku sebsar itu, aku tidak mau kau kecewa. aku sangat menyayangimu melebihi apapun itu. tapi kau jangan terlalu berharap padaku yang hanya manusia biasa ini. aku tidak mau suatu hari kau kecewa dengan keadaan" jelas Rio.


"maksudnya? jelaskan dengan benar"


Rio hanya diam tak mampu menjawab dengan jujur.


"Jangan dijawab, sudah lupakan"


Hening


"Apa kau menyayangi anak kita?"


"Tentu saja aku menyayanginya. Dia darah dagingku" jawab Rio cepat.


Disini Kay bisa membedakan mana yang cinta mana yang tidak.


Jika lelaki itu menjawab cepat, artinya 'iya. Sedangkan jika laki laki itu menjawab dengan berfikir dulu, berarti tidak.


"Bolehkah aku membawa anak kita pergi?"

__ADS_1


"Maksudmu? Pergi kemana?"


"Rio, aku menyerah" lirih Kay.


__ADS_2