
"Al, sepertinya ini bagus untuk mama" Zifa menunjukan sebuah tas branded dengan harga mencapai milyaran rupiah itu.
"Iya, itu bagus" Al mengiyakan.
Mata Al mengelilingi toko itu.
Ia tak sengaja melihat sebuah tas berwarna soft pink dengan desain sangat elegan.
"Mbak, coba lihat yang itu" tunjuk Al pada sebuah tas.
Pelayan toko pun mengambilkan tas itu.
"Ini limitied edition tuan. Hanya ada 10 tas diseluruh dunia ini dan kebetulan ini satu satunya yang ada di indonesia"
"Oke, kalau gitu aku ambil yang ini dan yang itu" tunjuk Al pada tas itu dan juga yang dipegang istrinya.
"Kau membelikan mama 2 tas?" Tanya Zifa.
"Bukan, yang limitied edition ini untukmu" ucap Al tersenyum.
"Tapi Al, itu terlalu berlebihan" protes Zifa.
"Tidak ada kata berlebihan untuk istriku yang sangat kucintai ini" Al merengkuh pinggang istrinya.
Cup
Al mengecup singkat pipi istrinya.
"Makasih" ucap Zifa tulus.
__ADS_1
Setelah selesai berbelanja tas Al mengantar istrinya ke bagian kosmetik.
"Sayang, kamu nggak sekalian perawatan wajah?" Tawar Al.
"Aku takut, kan belum konsul sama dokter boleh perawatan wajah apa enggak"
"Oh ya udah, beli make up sama skincare kamu aja kalau gitu"
Zifa pun memilih beberapa alat make up dan juga skincarenya yang sudah mulai habis.
Setelah selesai berbelanja Al dan zifa kembali kerumah karna jam sudah menunjukan pukul 3 sore.
"Al, buruan mandi"
"Sayang, ini masih jam 3. Ngapain mandi jam segini?"
"Ck, pokonya buruan mandi. Abis itu gantian aku"
"Tidak, cepat mandi sana" Zifa mendorong tubuh suaminya namun Al sama sekali tak bergerak karna tenaga Zifa tak sebanding dengan tubuh tegap Al.
"Kalau begitu begini saja" Al langsung menggendong istrinya lalu menurunkannya di dalam bathup yang sudah terisi air.
"Al, bajuku jadi basah kan!" Kesal Zifa.
"Nggak apa apa yang, lagi pula kan habis ini bajunya dilepas" goda Al.
"Au ah" Zifa beranjak berdiri dari bathup lalu ingin keluar dari kamar mandi.
Namun tangan Al lebih dulu menarik pinggang istrinya hingga wajah Zifa menabrak dada bidang Al.
__ADS_1
"Sayang, aku ingin" bisik Al.
"Tapi Al.."
"Aku udah puasa 2 bulan lebih loh" Al mengingatkan istrinya.
"Al, aku..."
Al segera mencium bibir manis istrinya itu.
Beberapa saat kemudian Al melepaskan ciuman itu saat dirasa istrinya sudah kehabisan stok oksigen.
"Ya sudah kalau kau tidak mau. Kamu mandi duluan, biar aku mandi dikamar tamu aja" Al mengusap puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Maaf Al, aku.."
"Tidak apa apa, cepat mandi. Nanti masuk angin" Al mengecup singkat dahi istrinya.
Al sangat menghargai bahkan menyayangi istrinya itu.
Maka dari itu ia selalu memperlakukan Zifa dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Al melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu lalu segera ke kamar tamu untuk membersihkan dirinya dan juga menuntaskan sesuatu yang memang seharusnya ia tuntaskan tadi.
Beberapa saat kemudian Zifa keluar dari kamar mandi.
Ia tak melihat suaminya berada dikamar.
"Kemana dia?"
__ADS_1
"Apa dia mencari seorang wanita untuk menuntaskan hasrattt nya?" Batin Zifa menduga duga.
Pikiran Zifa semakin berkecambuk saat sudah lewat dari 30 menit suaminya tidak kembali ke kamar.