
"Oh ya, 2 minggu lagi kau harus keluar kota untuk menghadiri launcing produk baru kita. Lalu beberapa hari berikutnya kau harus ke singapura lagi untuk menghadiri pertemuan dengan kolega bisnis" ucap asisten Rio membacakan agenda sang bos.
"Atur saja semuanya"
"Oh ya, bukankah besok malam sepupumu Sarah memintamu hadir di launching usaha barunya?"
"Ah, aku sampai melupakannya" Al menepuk keningnya.
Sore hari,
Al menghampiri sang istri diruang kerjanya.
"Sayang, ayo pulang" Al merangkul bahu istrinya itu.
"Tapi Al, aku kan mau..."
"Aku akan mengantarmu"
"Tapi..."
"Aku tidak akan mengganggumu"
"Al, tapi aku ingin sendiri saja"
"Sayang, aku tidak akan melanggar janjiku. Percayalah, aku hanya memastikan kau baik baik saja. Hanya itu" Al memohon.
"Baiklah, tapi kumohon kau jaga jarak dariku"
__ADS_1
"Hmm, apapun untukmu" Al mengangguk.
"Kita pulang dulu atau langsung ke tempat kamu ketemuan?" Tanya Al sebelum menyalakan mesin mobilnya.
"Pulang aja dulu, aku mau mandi dulu" jawab Zifa yang diangguki Al.
Beberapa saat kemudian Al dan Zifa sudah sampai.
"Mbak, nanti nggak usah masak makan malam ya. Aku sama suamiku mau makan diluar" pesan Zifa dengan kepala maid.
Beberapa jam kemudian Al dan Zifa sudah sampai di depan sebuah restoran mewah yang pastinya sudah dibooking pria yang akan bertemu dengan Zifa.
Al mendesahkan napasnya lirih saat Zifa keluar dari mobil.
Al dapat melihat istrinya berjalan mendekati sebuah meja yang ada seorang pria tampan yang duduk disana.
"Oh, bukankah itu pemilik perusahaan Andreas?" Lanjutnya lagi menatap intens sosok laki laki tinggi tegap dan juga tampan sedang duduk bersama istrinya.
Tak dirasa mata Al memerah. Antara menahan amarah dan juga sakit hati melihat istrinya tertawa lepas didepan pria tampan itu.
"Kenapa aku malah menangis? Aku laki laki" Al mengusap setitik air mata yang menetes dari pelupuk matanya.
"Kau harus menerima konsekuensinya Al. Kau sendiri yang memaksakan takdirmu. Dan hari ini adalah salah satu contoh konsekuensinya. Anggap saja istrimu sedang mengidam" batinnya lagi.
2 jam kemudian Zifa keluar dari restoran itu. Ia segera memasuki mobil suaminya.
"Maaf membuatmu menunggu lama"
__ADS_1
"Tidak apa apa"
Sesampainya dirumah Zifa langsung terlelap sedangkan Al masih berdiri di balkon sambil menatap ke arah luar dengan pikiran kosong.
Zifa seolah melupakan bahwa suaminya belum makan sejak siang tadi karna tadi siang Al ada meeting.
Al sendiri pun seolah tak lagi merasakan lapar karna sudah terbendung dengan kekecewaannya.
Pagi hari,,
"Sayang, bangun" Al membangunkan istrinya.
"Hmm" Zifa mengerjapkan matanya bangun.
"Hari ini kau di rumah saja. Aku ada meeting dadakan diluar kota dan ada urusan lain. Mungkin aku akan pulang larut"
"Tapi Al, aku ingin bekerja"
"Pokoknya jika aku tidak di kantor kau tidak boleh masuk kerja. Karna kau dibawah pengawasanku, okey"
"Hmm ya" akhirnya Zifa mengalah daripada berdebat pagi pagi seperti ini.
"Kau sudah sarapan?" Tanya Zifa basa basi sambil bangun dari pembaringannya.
"Aku tidak sempat, nanti saja di jalan" ucap Al lalu segera keluar dari kamar dan segera melajukan kendaraannya ke kota X tempat meeting diselenggarakan.
Sesampainya di kota X Al langsung masuk keruang meeting.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen