
Ia mendekat ke arah ranjang lalu mengusap pipi istrinya.
"Aku sangat mencintaimu, cintaku sudah habis kuberikan untukmu dan kau tau itu. bagaimana bisa aku berkhianat" gumamnya.
Ia mengusap perut istrinya yang memang sedikit mulai membuncit itu.
"Dady janji akan memberimu dan momy mu kebahagiaan yang tak ternilai" Al mengecup perut istrinya.
Sebenarnya Zifa sudah terbangun sejak suaminya mengusap pipinya namun ia hanya diam saja membiarkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
"Sayang, bangun sudah jam 6" Al mengusap lembut pipi istrinya.
Zifa mengerjapkan matanya bangun
"Cepat mandi lalu kita sarapan, ada tamu yang menunggu kita"
"Siapa?"
"Nanti kau akan tau"
Tiba tiba Zifa kembali merasakan mual. Ia segera berlari ke kamar mandi dan segera memuntahkan cairan bening.
"Sayang, kamu tidak apa apa?" Al memijat lembut tengkuk sang istri.
"Jangan dekat dekat!" Kesal Zifa saat ingat kemarin ia masih marah dengan suaminya.
"Sayang, aku hanya.."
"Keluar!"
"Sayang,,"
"Keluar!" Bentak Zifa kesal.
Akhirnya Al keluar dari kamar mandi itu sedangkan Zifa langsung membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian Al dan Zifa berjalan menuju meja makan.
"Siapa itu?" Batin Zifa sambil memandang seorang wanita dan juga seorang anak lelaki berusia 5 tahun an.
__ADS_1
"Ayo" Al menarik lembut pergelangan tangan sang istri.
"Perkenalkan, ini Sarah dan ini anaknya El" Al memperkenalkan 2 orang tamunya itu.
"Oh, berani beraninya kau membawa wanita ini kemari!" Bentak Zifa.
"Sayang, dengarkan dulu penjelasan dariku dan Sarah"
"Penjelasan apa lagi?!" Zifa menepis kasar tangan suaminya yang hendak memeluknya.
"Maaf sudah membuatmu tidak nyaman. Perkenalkan, aku Sarah sepupu Al dan ini anakku usianya 5 tahun namanya Gabriel"
"Cih, apa aku harus mempercayai jika kau sepupu Al?" Decih Zifa.
"Aku benar sepupunya Al. Kalau tidak percaya kau bisa menanyakan pada mama Sofi atau mungkin papa mu Bryan Hendrawan pasti tau"
"Cih, mana ada selingkuhan ngaku" Zifa masih saja sinis.
"Baiklah kalau begitu bagaimana jika aku menelpon mama Sofi agar kemari?" Tawar Sarah.
"Coba saja kalau bisa" Zifa mengalihkan pandangannya.
"Sarah? Tumben telpon tante?" Suara diseberang.
"Tante, Sarah bisa minta tolong nggak?"
"Apa? Katakan saja tante akan membantumu"
"Tolong datang kerumah Al ya tan, Sarah disini sama El juga"
"Oh my god kamu di indo?"
"Iya tan, Sarah tunggu ya jangan lama lama"
"Oke"
Tutt
Panggilan diakhiri
__ADS_1
"Mama Sofi akan kemari sebentar lagi" ucap Sarah tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita sarapan dulu sembari menunggu mama datang" ajak Al.
Merekapun sarapan bersama
"Mami, siapa aunty itu?" Bisik El pada ibunya menunjuk ke arah Zifa.
(El memang fasih berbahasa indonesia)
"Itu istrinya uncle Al"
"Really?"
"Hmm" Sarah mengangguk.
"Berarti dia aunty ku juga?" Tanya El lagi.
"Iya boy"
Bocah itu mengangguk mengerti
Beberapa saat kemudian
"Aduhhh ponakan tante" mama Sofi langsung memeluk Sarah erat.
Degg
"Jadi benar dia sepupu Al?" Batin Zifa kaget.
"Iya tante, gimana kabar tante"
"Seperti yang kau lihat, kabar tante baik"
"Ehh ini juga ada cucu oma, sini nak sun dulu sama oma Sofi" mama Sofi menarik El agar mendekatinya.
"Tambah ganteng aja kamu ya" mama Sofi menciumi gemas pipi El.
"Zifa sudah kenalan belum sama Sarah? Mama lupa mengenalkanmu padanya. Dia ini sepupu Al yang tinggal disingapura" terang mama Sofi.
__ADS_1