
"1 minggu lagi aku dan istriku akan mengadakan acara tujuh bulanan. Aku ingin kau membuatkan gaun yang cantik untuk istriku"
"Oh waww ini istri anda? Sangat cantik dan sangat serasi dengan ketempananmu tuan" puji wanita itu.
Al hanya diam tak menjawab pujian itu
"Saya masih tidak menyangka pengusaha kaya dan tampan seperti anda ternyata sudah memiliki istri bahkan akan memiliki anak"
Al hanya tersenyum tipis menanggapi ocehan pemilik butik itu.
"Nyonya boleh aku memegang perutmu?" Tanya pemilik butik itu.
Zifa menatap suaminya meminta persetuan. Lalu beberapa detik kemudian Al mengangguk.
Wanita itu mengusap lembut perut buncit Zifa.
"Perut anda sangat bulat. Kata orang jaman dulu biasanya nanti anaknya laki laki" celoteh pemilik butik itu.
"Apa nyonya dan tuan sudah usg jenis kelaminnya?" Tanya wanita itu lagi.
"Sudah, tapi kami masih merahasiakannya"
"Ohh begitu, kalau begitu saya doakan semoga anak pertama kalian laki laki dan wajahnya tampan seperti anda tuan Al" ucap wanita itu.
Zifa sedikit kesal dengan wanita didepannya yang dari tadi memuji suaminya.
"Oh ya, bukankah dia Kenzifa Hendrawan?" Tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
"Iya, aku Kenzifa Hendrawan. Kini kau bisa memanggilku nyonya Al" Potong Zifa dengan nada angkuhnya.
"Oh ya maaf nyonya Al, anda ingin model pakaian yang bagaimana?" Tanya desainer itu mengalihkan pembicaraan.
"Terserah apa saja yang penting pilihan suamiku" cuek Zifa.
"Sayang" Al sedikit menegur istrinya yang tiba tiba cemberut itu.
Zifa hanya diam acuh mendengar teguran suaminya itu.
"Aku ingin model muslim modern saja. Jangan terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya dan satu lagi, harus nyaman dipakai" pinta Al.
"Ingin warna apa?"
"Sayang, kamu mau warna apa?" Tanya Al.
"Hijau aja gimana?" Tawar Al.
"Aku ingin warna pink" pinta Zifa.
"Tapi yang, masak aku pake warna pink?" Protes Al.
"Tapi aku pengen warna pink" kekeh Zifa.
"Sayang, kalau sesuai hasil usg kan anak kita laki laki, masak pake pink sih" bisik Al mencoba membujuk istrinya.
"Ya udah aku mau warna tosca" pinta Zifa.
__ADS_1
"Oke oke, warna tosca ya"
"Jadi warna tosca?" Tanya desainer itu.
"Iya, sekalian aku juga ingin baju senada dengan milik istriku"
"Baik, kalau gitu saya buatkan seketsa modelnya dulu"
Beberapa saat kemudian desainer itu menunjukan beberapa sketsa gambarannya.
"Sayang, kamu yakin nggak mau milih sendiri?" Tanya Al lagi karna sejujurnya ia bingung harus memilih yang mana.
"Tidak mau"
"Ya udah, aku ambil model yang ini saja" tunjuk Al pada sebuah dres elegan dan mewah.
Setelah selesai, Al dan Zifa menuju toko sendal.
"Sayang, kamu pengen pake flatshoes apa hels 5 senti?" Tanya Al.
"Aku bingung, kalau pakai flatshoes aku terlalu pendek kalau disamping kamu. Tapi kalau pake hells nanti cepet capek" ucap Zifa mengutarakan kebumbangannya.
"Ya udah pake flatshoes aja biar kamu nyaman. Lagi pula pendek atau tinggi kan nggak masalah buat aku yang. Nggak usah dengerin omongan orang yang nggak penting"
"Tapi Al.."
"Stt udah, percaya deh sama aku. Lagi pula kamu kan udah jadi istri aku. Kamu udah jadi pilihanku, jadi nggak usah mikirin macem macem. Okey"
__ADS_1
Akhirnya Zifa pun mengangguk mengiyakan