
"Memang benar apa yang dokter katakan. Sebaiknya aku harus segera melakukan tlansplatasi ginjal lalu sum sum tulang belakang" gumam Al lirih.
Tangan Al meraba ke hidungnya yang terasa dingin.
Al menghela napasnya kasar saat melihat darah di tangan bekasnya mengusap hidung.
"Oh astaga, apalagi ini?"
Al segera membasuh wajahnya agar tidak ada sedikitpun sisa darah dihidungnya.
Setelah selesai Al ikut bergabung dengan istrinya di ranjang. Ia mengusap dahi istrinya dengan sayang.
"Aku mencintaimu tapi kenapa kau selalu membuatku patah berkali kali?" Gumam Al sambil mengusap dahi istrinya lembut.
Pagi harinya,,
Zifa mengerjapkan matanya bangun
"Al" panggil Zifa saat tak melihat keberadaan suaminya.
"Al" panggil Zifa lagi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka menampakan Al yang keluar dengan handuk sepinggangnya.
Zifa bangun dengan sedikit susah payah karna perut buncitnya.
"Al, sebenarnya kau itu kenapa? Dari kemarin kau diam terus"
Al tak menjawab pertanyaan istrinya itu
"Al" panggil Zifa lagi karna suaminya hanya melewatinya begitu saja tanpa berkata.
__ADS_1
"Cepatlah mandi, setelah ini beli oleh oleh lalu langsung kebandara"
"Kenapa ke bandara?" Tanya Zifa bingung karna seharusnya jadwal Al di paris masih beberapa hari lagi.
"Pulang"
"Tapi kenapa secepat itu? Bukankah masih ada beberapa hari disini? Kita saja belum sempat liburan" protes Zifa.
Al diam tak menghiraukan ocehan istrinya itu.
Zifa yang kesal pun segera membersihkan dirinya.
Setelah sama sama siap, Al menarik koper dan memasukannya kedalam bagasi mobil karna rencananya setelah membeli oleh oleh ia langsung ke bandara.
Zifa hanya mengikuti langkah suaminya itu.
Didalam mobil, Zifa hanya terus mengusap perut buncitnya yang terasa lapar.
Lagi lagi Al tak merespon rengekan istrinya itu.
5 menit kemudian mobil berhenti didepan sebuah restoran yang menyediakan makanan khas indonesia.
"excuse me, can I help you?" Seorang pelayan menghampiri Zifa dan Al.
"I want to order fried rice complete with egg and beef rendang" bukan Al yang menjawab melainkan Zifa lah yang menjawab.
Pelayan itu mengangguk
Zifa dan Al duduk di kursi yang sudah disediakan.
Tak terasa, makanan sudah sampai.
Lagi lagi mereka berdua makan dalam hening.
__ADS_1
Setelah selesai Al segera menyelesaikan pembayaran lalu berjalan menuju mobil.
Di sepanjang jalan Zifa terus saja mengusap perut buncitnya.
Ia menyingkap sedikit bajunya hingga menampakkan perut putih mulus miliknya yang bergerak gerak.
"Lihatlah Al, anak kita terus saja bergerak dari tadi" Zifa menunjukan pergerakan pada perutnya.
Al menengok sekilas
"Hmm, dia pasti sedang bahagia" jawab Al masih dengan suara datarnya.
"Lihatlah nak, dadymu sangat aneh dari kemarin" ucap Zifa menyindir suaminya.
Namun sayangnya Al tak memperdulikan ucapan yang terlontar dari mulut istrinya itu.
Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai dipusat oleh oleh.
Dengan semangat Zifa turun dari mobil suaminya.
Ia segera menggandeng tangan Al walaupun pemilik lengan masih saja menunjukan wajah dinginnya.
"Al, kita mau beli oleh oleh apa?" Tawar Zifa.
"Terserah" jawab Al cuek.
"Ck, kau itu menyebalkan" decak Zifa.
Ia melepaskan kaitan tangannya dengan Al. Ia berjalan sendirian sambil melihat lihat barang yang akan ia beli.
Tanpa meminta persetujuan Al, Zifa langsung saja membayar beberapa barang yang menurutnya unik menggunakan kartu milik Al.
jangan lupa like dan komen guyss🥰
__ADS_1