
*Sarah
"Al, kapan kau ke singapura? Aku dan El menunggumu"
"El sangat merindukanmu"
"Hari ini dia demam dan selalu menyebut namamu, apa kau sangat sibuk hingga tak ada waktu ke singapura?"
"(Sebuah foto)"
Zifa seketika terdiam melihat foto seorang anak laki laki yang diyakininya bernama El.
"Siapa anak dan wanita ini? Kenapa selalu menghubungi Al?" Batin Zifa bertanya tanya.
Zifa segera meletakan ponsel itu saat tak lagi mendengar gemericik air yang menandakan Al sudah menyelesaikan mandinya.
"Sayang, kau sedang apa?" Tanya Al yang melihat sang istri bengong didepan laci nakas kamarnya.
"Menurutmu?" Sewot Zifa.
"Kau kenapa? Tumben? Apa aku membuat kesalahan?" Tanya Al saat melihat perubahan ekspresi istrinya.
"Tidak apa apa, jangan sentuh aku!" Zifa memperingatkan suaminya yang hendak memeluknya.
"Sayang.."
"Diamlah!" Zifa langsung merebahkan dirinya ke ranjang dan segera memejamkan matanya.
Al menghela napasnya berat
Ia langsung memakai bajunya dan merebahkan dirinya disofa luas yang ada didalam kamar itu.
Terkadang istrinya membuatnya pusing karna perubahan yang Al sendiri tak tahu penyebabnya.
Pagi hari,,
Al maupun Zifa sama sama bersiap berangkat ke kantor.
__ADS_1
Nampak Zifa sedang berdandan didepan meja rias nya.
"Sayang" Al memeluk istrinya dan menciumi pundak wanita itu.
"Lepas! Kau menggangguku" kesal Zifa.
"Besok aku mau ke singapura untuk meninjau perusahaan cabang. Kau tidak apa apa kan aku tinggal sendiri dirumah? Apa aku perlu memanggil mama untuk menemanimu disini?" Tanya Al sambil menciumi leher istrinya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" jawab Zifa singkat.
"Ih lepas, geli" kesal Zifa karna tangan suaminya sudah mulai tak terkendali.
"Ya sudah, aku tunggu dimeja makan ya"
Cup
Satu kecupan mendarat dipipi wanita itu.
"Pasti dia mau ketemu wanita itu" batin Zifa.
"Awas saja kalau dia berani selingkuh!" Geram batin Zifa.
"Makanan apa ini?" Tanya Zifa yang sedikit tak berselera makan.
"Ini sup sapi kesukaanmu kan?" Tanya Al.
"Aku tidak suka, aku ingin roti saja"
"Tapi yang.."
"Aku sedang tidak berselera makan nasi" cuek Zifa mengambil roti dan mengolesinya dengan selai.
Keesokan harinya,
Al sudah membawa sebuah tas ransel kecil berisi laptop saja.
Penampilan Al kali ini sangat menarik perhatian kaum hawa pastinya karna ia hanya memakai kaus putih polos dan celana jeans panjang.
__ADS_1
Al terlihat masih sangat cocok untuk menjadi seorang mahasiswa.
"Sayang, aku berangkat dulu ya" Al mencium puncak kepala istrinya.
"Hmm"
Al pun diantar sopir menuju bandara
Malam hari,
Zifa dibuat tak bisa tidur karna suaminya sama sekali belum mengabarinya.
Matanya sama sekali tak bisa terpejam karna pikirannya tertuju pada dugaan dugaan buruknya atas suaminya.
"Pasti dia sedang dengan selingkuhannya itu"tuduh Zifa dalam batinnya.
Tak lama kemudian
Drtt
Drtt
Ponsel Zifa berdering. Zifa melihat ponselnya yang menampilkan panggilan video dari suaminya.
"Sayang, kau sedang apa?" Al menyapa saat sudah melihat wajah istrinya dilayar ponselnya.
"Seperti yang kau lihat" jawab Zifa cuek.
"Maaf tadi aku lupa mengabarimu"
"Hmm"
"Ya sudah, pasti kau sangat lelah. Aku hanya ingin melihat wajahmu saja. Tidurlah"
"Hmm"
"Good night sayang"
__ADS_1
Klikk
Zifa langsung mematikan ponselnya. Entah kenapa hati Zifa sedikit tenang setelah mendengar suara suaminya tadi. Ia langsung merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.