
"Ayo buka mulutmu" Al mendekatkan sendok berisi makanan ini kemulut istrinya.
Akhirnya mau tidak mau Zifa membuka mulutnya.
"Kau sudah makan?" Tanya Zifa basa basi.
Al tersenyum lembut, ia mengusap sisa makanan yang menempel ditepi bibir Zifa.
"Itu tidaklah penting, yang penting kau sudah makan" jawab Al sembari menyuapkan kembali nasi kemulut sang istri.
Hati Zifa sedikit menghangat mendengar ucapan manis suaminya itu.
Ia merebut piring nasi itu dan mengambil sesendok nasi untuk Al.
"Ini untukmu" ucap Zifa menyodorkan nasi itu ke mulut suaminya.
"Untukmu saja, kau pasti masih lapar. Nanti aku mengambil nasi untukku sendiri"
"Cepatlah buka mulutmu!" Ucap Zifa yang mulai kesal dengan suaminya.
"Baiklah kau itu maumu" Al membuka mulutnya.
Zifa pun kembali menyendok nasi itu dan memasukan ke mulutnya.
Hal itu tentu saja membuat Al melongo
"Kenapa?" Tanya Zifa saat melihat Al terbengong.
"Kau tidak jijik dengan bekasku?"
"Memangnya kenapa?"
"Ah tidak apa apa" jawab Al karna takut nanti istrinya akan marah lagi.
Tengah malam,
Al terbangun saat mendengar istrinya mengigau.
__ADS_1
"Sayang" panggil Al namun istrinya tak juga membuka matanya.
"Sayang, hei bangun" Al menepuk pelan pipi sang istri.
Zifa pun membuka matanya dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya itu.
"Hei kau kenapa? Kau mimpi buruk?" Tanya Al.
Zifa hanya mengangguk pelan yang membuat Al mengusap rambut wanita itu.
"Tidak apa apa, ada aku disini. Sekarang tidurlah" Al ikut berbaring diranjang itu dan memeluk istrinya.
Setelah melihat istrinya terpejam Al melepaskan pelukan itu berniat kembali berbaring ke sofa.
"Mau kemana?" Zifa memegang pergelangan tangan suaminya.
"Tidurlah, aku hanya ingin kembali kesofa"
"Tetaplah disini" pinta Zifa.
Al pun kembali merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh mungil itu sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Tangannya meraih nakas dan mengambil kompres penurun panas untuk istrinya.
Pagi hari,,
Zifa terbangun.. tangannya meraba kesamping ranjang tempat Al semalam memeluknya.
"Dimana dia?" Gumamnya.
Zifa menyentuh keningnya yang ada plaster penurun panas.
"Apa ini?" Gumamnya lagi.
"Tidurlah lagi, semalam kau demam. Hari ini aku sudah meminta izin Zio agar kau tak masuk kerja" ucap Al sambil membawa roti dengan selai diatasnya.
"Ini makan dulu lalu minum obat"
__ADS_1
"Tapi aku sudah sehat" ucap Zifa menyangkal ucapan suaminya.
"Siapa bilang? Ini kau masih demam" ucap Al menyentuh dahi istrinya.
"Tapi aku ingin kerja" bantah Zifa lagi.
"Tidak, istirahatlah dulu" tolak Al tegas.
Mau tidak mau Zifa memakan roti itu walaupun lidahnya terasa pahit.
"Ya sudah, aku berangkat kerja dulu. Kau dirumah saja dan istirahat, okey"
Cup
Al mencium pipi sang istri dan segera keluar dari kamar karna akan berangkat bekerja.
Zifa menyentuh pipinya yang baru saja dicium Al. Tanpa sadar bibirnya tersenyum tipis.
Ia kembali membaringkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya.
Beberapa hari kemudian,,
Malam hari,,
Tepat pukul 11 malam Al baru saja pulang dari kerjanya.
Bibirnya menyunggingkan senyum saat melihat istrinya sudah tertidur pulas.
Ia segera membersihkan dirinya dan bersiap akan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah bekerja seharian ini.
Cupp
Satu kecupan Al berikan di dahi istrinya.
"Good night my wife" gumamnya membuat Zifa menggeliat membuka mata.
"Kau sudah pulang?"
__ADS_1
jangan lupa Like dan Komen