Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Panggilan manis


__ADS_3

bocah itu akhirnya mengerti perintah papanya walau tidak tau jelas maksud tujuannya.


"sekarang tidurlah, papa temani sampai kau benar benar tidur"


bocah itupun menurut dan terlelap begitu saja.


Kay duduk diatas ranjang setelah baru selesai mandi.


"tadi dia memanggilku 'sayang'? apa aku salah dengar ya?" batinnya bertanya tanya karna seingatnya tadi Rio terus memanggilnya 'sayang.


"mungkin aku salah dengar" gumamnya.


ceklek


pintu kamar terbuka menampakan Rio yang sudah tersenyum lebar menatapnya.


"belum tidur juga?"


Kay menggeleng


"jangan tidur dulu, tunggu aku mandi" pesan Rio lalu segera berjalan menuju kamar mandi.


pria itu cepat cepat membersihkan dirinya.


setelah selesai, Rio ikut menyusul duduk diranjang.


"ah astaga, aku sangat bahagia" lagi lagi Rio menarik istrinya kedalam pelukannya.


"Rio aku sudah.lelah, dari tadi kau memeluk dan menciumku" kesal Kay.


"stttt, panggil aku dengan panggilan yang manit" Rio meletakan telunjuknya didepan bibir Kay.


"panggilan manis? seperti apa?"


"coba kau pikirkan" Rio menarik turunkan alisnya.


"om?" canda Kay tertawa.


"astaga apa aku setua itu sampai kau memanggilku om" kesal Rio.


"oh aku tau, aku akan memanggilmu papa. panggilan anak anak, bagus kan?"


"ck, aku bukan papamu" decak Rio lagi.


"lalu aku harus apa. kau suka sekali membuatku pusing"


"panggil aku 'sayang" Rio mencium gemas pipi istrinya.


"sayang?"


"iya panggil aku sayang"


"aneh ah"


"kenapa aneh, kita sudah menikah hampir 6 tahun. kenapa masih kaku"


"ya memang begitu kan kenyataannya"


"ya makannya kita harus berubah. ayo aku ingin mendengarmu memanggilku sayang"


"Rio aku malu" Kay menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"ayo sayang, kau harus memanggilku dengan panggilan manis" Rio melepaskan telapak tangan itu.

__ADS_1


"i iya sayang" wajah Kay sudah merona.


"nah gitu dong, besok kita adain makan makan besar besaran"


"untuk apa?"


"ya untuk merayakan ini semua, sebentar lagi aku akan punya anak kembar"


Kay henya mengangguk setuju


"sekarang istirahatlah, pasti kau lelah"


pagi harinya semua keluarga berkumpul termasuk Al dan Zifa juga turut hadir.


"aku ada.pengumuman penting" ucap Rio dengan wajah berbinar.


semua menatap pria itu penuh pertanyaan


"istriku hamil lagi"


semua keluarga riuh, ikut bahagia dengan kabar dari Rio.


"aku belum selesai bicara" kesal Rio karna semua ingin mendekat memberi selamat pada Kay.


"anakku kembar" ekspresi Rio menunjukan kebanggaannya.


"apa?!" semuanya kaget.


bagaimana bisa Kay hamil anak kembar padahal Rio saja baru saja dinyatakan sembuh. memang tak main main dengan pria itu.


"sayang, Kay hanil kembar. aku juga mau hamil kembar" Zifa merengek pada suaminya membuat semuanya tertawa.


Al hanya mampu menahan malunya.


"tapi aku ingin anak kembar seperti mereka. Rio saja yang baru sembuh bisa mencetak anak kembar masak kita tidak bisa"


"sayang, 2 sudah cukup ya" Ucap Al lembut.


Zifa hanya cemberut karna suaminya tak mau menurutinya.


"mengurus 2 anak saja dia sering mengeluh bagaimana jika tambah anak kembar" gerutu Al dalam hatinya karna istrinya sering ikut menangis kala anaknya menangis.


jadi mau tak mau Al menenangkan anak perempuannya dan juga istrinya bersamaan.


kadang Dev hanya memandang heran sang momy dan adiknya yang menangis bersamaan.


apalagi jika melihat wajah frustasi dadynya yang berusaha menenangkan momy dan adik bayi nya itu.


Al juga kadang heran dengan tingkah istrinya yangkadang membuatnya pusing. kalau diingat ingat memang lucu istrinya itu.


tak terasa 6 bulan sudah berlalu,


usia kandungan Kay sudah menginjak 9 bulan.


hari ini juga Kay akan menjalani proses operasi sesuai anjuran dokter.


ibu hamil itu nampak tenang karna memang kehamilannya kali ini lancar lancar saja tak seperti saat hamil peetama.


"sayang, kenapa wajahmu gugup gitu?" tanyq Kay pada suaminya.


"aku cuma takut aja liqt kqmu operasi"


"loh yang operasi kan aku, kenapa jadi kau yang takut?" ejek Kay.

__ADS_1


"ya aku takut saja"


Rio setia menemani istrinya didalam ruang operasi.


pria itu nampak meneteskan air matanya kala melihat kedua anaknya terlahir selamat dan istrinya pun dalam keadaan sehat.


"cewek semua pak, sehat dan lengkap" Rio menggendong kedua anaknya bersamaan sesuai ucapan dokter.


tangis haru pria itu pecah melihat kedua putrinya yang berada dalam gendongannya.


setelah semua selesai, Kay dan kedua bayinya dipindahkan keruang rawat.


tak henti hentinya Rio memandangi kedua putrinya yang baru saja lahir itu.


"terimakasih" Rio menciumi puncak kepala istrinya.


"sudah ke berapa kalinya kau mengatakannya sampai aku bosan mendengar kata itu" decak Kay.


"aku bingung harus berkata apa. aku sangat bersyukur memiliki kalian"


"anak kita cantik kan?" tanya Kay karna wanita itu dari tadi belum sempat melihat detail kedua putrinya karna tadi sempat ada kendala saat menyusui kedua putrinya itu.


"cantik, sangat cantik malahan" Rio tersenyum penuh kemenangan.


pasti setelah ini istrinya akan marah karna cemburu kedua putrinya memiliki wajah sama sepertinya.


"yang bener? mirip siapa?"


"ada deh, aku bawa kesitu ya?" tawar Rio karna memang jarak box bayi dan ranjang Kay sedikit jauh.


Kay mengangguk


dengan.lembut Rio menggendong putrinya dan meletakan disamping Kay dan mengulanginya hingga kedua putrinya sama sama berbaring disamping Kay.


"ck, kau bohong" tuh kan mulai terlihat marahnya.


"bohong gimana? anak kita cantik"


"kenapa dia mirip kau?! harusnya mirip aku" Kay mulai kesal.


"ya berarti genku lebih kuat" tuh kan mulai sombomgnya.


"cih sombongnya" cibir Kay.


"nggak papa sayang, syukuri aja. lagian kan justru bagus, aku kan ganteng. mereka nanti akan cantik" ucap Rio memuji dirinya sendiri.


Kay hanya memutar bola matanya malas


"dokter bilang kamu udah nggak boleh hamil lagi. nanti resiko, jadi 3 anak kita udah cukup" Rio mengusap kepala istrinya.


Kay hanya mengangguk setuju walaupun dirinya ingin punya anak yang mirip dengannya namun nyatanya tak sesuai harapannya.


ya walaupun anaknya nanti pasti akan lebih cantik darinya karna gen sang papa yang kuat tapi tetap saja, Kay ingin salah satu putrinya akan berubah dan menjadi mirip dengannya.


Setelah hari itu, kehidupan Kay dan Rio menjadi penuh warna.


Keduanya.larut bersama kebahagiaan rumah tangga mereka.


Dari segala permasalahan yang mereka berdua hadapi, Kay maupun Rio mendapat pembelajaran besar bahwa rumah tangga memerlukan komunikasi yang baik.


Diperlukan juga lapang dada san sabar seluas samudra untuk menghadapi masalah sebagi bumbu rumah tangga itu sendiri.


Tamat...

__ADS_1


__ADS_2