Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pulang


__ADS_3

"Nak, jangan memutuskan segalanya dalam keadaan emosi. Kau juga tak boleh egois. Diantara kau dan Al sudah ada anak. Kalian juga harus memikirkan nasib anak kalian. Lagi pula kau belum mengetahui yang sebenarnya terjadi" nasehat mama Mia.


Zifa hanya diam


"Sekarang, buka handphonemu. Bicara baik baik dengan Al. Jangan dibawa emosi"


Zifa hanya mengangguk lemah


Ia kembali ke kamarnya untuk mengambil handphone.


Belum sempat ia menelpon Al, namun malah suaminya itu lebih dulu menelponnya.


"Sayang" panggil Al lembut.


Zifa hanya diam tak menanggapi hal itu


"Al, aku ingin kita berpisah saja" lirih Zifa.


"Sayang, dengarkan dulu penjelasanku. Jangan seperti ini,.."


"Penjelasan apa lagi? Kau mau membohongiku lagi?"


"Sayang,, kau tau aku sangat mencintaimu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepasmu apapun yang terjadi. Semua yang kau dengar tidak seperti yang kenyataan"


"Katakan, apa yang tidak aku ketahui. Kurasa semua aku sudah mengetahuinya"


"Sayang, itu semua salah paham. Perempuan itu hanya pelayan dihotel tempatku tinggal. Kau bisa tanyakan pada papa Bryan"


"Kau mencoba bersekongkol dengan papa untuk membohongiku?"


"Sayang, percayalah aku tidak berbohong. Kau bisa tanyakan langsung pada papa Bryan"


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu Al? Ini bukan yang pertama kalinya kau membohongiku"

__ADS_1


"Sayang.." suara Al tercekat.


Ia bingung harus menjelaskan dari mana


Tutt


Panggilan diakhiri


Al frustasi,


Beberapa hari yang lalu Al melakukan laser pada bagian lukanya agar tertutup sempurna dan tidak meninggalkan bekas sedikitpun.


"Yang sabar bos, hanya beberapa hari lagi kau bisa kembali"


"Huhh, aku bingung harus bagaimana aku menjelaskan padanya"


Tepat dihari ini Al akan kembali ke tanah air setelah satu bulan penuh berada di negara X dengan penuh perjuangan.


Hari harinya ia habiskan untuk periksa kesehatan untuk memastikan tubuhnya aman.


Tubuhnya sudah mulai menerima organ baru ditubuh Al.


Dokter hanya memberi wejangan agar 2 minggu sekali Al harus melakukan kontrol kesehatan dirumah sakit yang sudah ditentukan. (Karna satu bulan pertama Al harus melakukan kontrol sebanyak 3 kali dalam seminggu)


Senyumnya merekah saat melihat indahnya bumi dari pesawat.


"Sayang, aku datang untukmu" gumam Al.


Setelah 2 jam berada diudara akhirnya pesawat mendarat sempurna di bandara.


Beberapa menit berlalu, kaki Al sudah memasuki mansion megah milik mertuanya.


"Loh Al, kamu udah pulang? Kok nggak bilang mama sama papa dulu?" Suara mama Mia menyambut kedatangan menantunya itu.

__ADS_1


"Tidak apa apa ma, nanti malah ngrepotin"


"Ya sudah, istirahat sana. Istrimu masih dikamar"


"Iya ma, Al ke kamar dulu ya ma" pamitnya.


Al pun menunu kamar istrinya


Ceklekk


Ia melihat sang istri tidur sambil memeluk boneka yang Al berikan sebelum ia berangkat ke negara X.


Al meletakan barang barangnya, ia mendekat ke arah sang istri lalu mengusap kepala wanitanya itu.


Zifa yang merasakan ada orang lain pun membuka matanya.


"Al.." panggilnya lirih mengira semua hanya halusinasinya.


"Iya sayang, ini aku"


"Al kau??.." Zifa menyadari bahwa yang dilihatnya benar suaminya.


Ia segera duduk dari pembaringannya


"Sayang, hati hati" Al mengusap perut istrinya itu.


"Kenapa kau disini?!" Ketus Zifa.


"Sayang, aku kesini untuk menjemputmu pulang kerumah kita"


"Aku tidak mau!"


"Sayang, jangan begini. Kau harus dengarkan penjelasanku dulu"

__ADS_1


"Penjelasan apalagi?"


__ADS_2