
"Sayang, kau masih mengerjakan tugas kantor? Inikan sudah jam pulang kerja" Al mengacak rambut sang istri lalu menciumnya sekilas.
"Ish, diamlah, gara gara kau aku jadi telat mengerjakan laporan kantor" kesal Zifa.
"Sayang, kan tadi kau yang.."
"Diam!! Jangan bahas itu lagi" kesal Zifa karna suaminya tak mau disalahkan.
"Oke oke aku yang salah, sekarang ayo pulang. Kau pasti lelah" ucap Al menciumi pipi istrinya.
"Ck, kau itu mengganggu saja. Tunggu 10 menit lagi" tawar Zifa.
Al pun mengambil kursi dan duduk disamping sang istri.
Matanya terus saja memandangi wajah cantik istrinya yang fokus dengan layar didepannya.
"Jangan menatapku seperti itu" kesal Zifa lagi.
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Pergilah ke ruangan kaka Zio dulu agar aku cepat menyelesaikan ini"
"Beri aku kiss dulu maka aku akan keluar dari ruangan ini sesuai permintaanmu"
"Ck tidak mau!" Tolak Zifa.
"Yasudah kalau begitu aku akan tetap disini sampai kau selesai"
"Ck kau itu keras kepala sekali" kesal Zifa.
__ADS_1
Cupp Zifa mengecup bibir suaminya itu.
Ceklekk
Namun naas kejadian itu tepat saat pintu ruangan itu terbuka.
"Ehem" dehem seseorang yang tak lain adalah Zio.
Al dan Zifa langsung gelagapan dengan wajah yang sama sama merona karna malu.
"Pulanglah, ini sudah mulai petang" ucap Zio pada adiknya.
"Hmm iya kak" Zifa mengangguk.
"Alfin Danendra!" Zio menekankan kata katanya.
"Dia memang istrimu dan kau memiliki hak penuh atasnya. Tapi perlu kau ingat, kalau kau sampai menyakitinya secuil pun aku tak segan menghancurkanmu tanpa sisa" ancam Zio.
"Hmm ya, dia memang istriku dan aku berhak penuh atasnya. Perlu kau ingat aku sangat mencintainya dan tidak mungkin tega menyakitinya dengan ataupun tanpa ancamanmu sekalipun. karna kau tau itu tak akan berarti sedikitpun bagiku" Al mengeluarkan sikap arogannya.
"Ayo sayang kita pulang" Al menarik lembut pergalangan tangan sang istri dan membawanya keluar dari ruangan itu.
"Kau tau aku sangat mencintainya, kau tidak perlu mengingatkanku berkali kali agar tak menyakitinya karna aku juga tidak akan pernah menyakitinya" ucap Al saat langkahnya tepat dihadapan kakak iparnya itu.
Al meluapkan sedikit kekesalannya karna kakak iparnya itu selalu memeperingatkan bahkan cenderung mengancamnya dan Al tidak suka akan hal itu.
Sesampainya dirumah Al langsung membersihkan dirinya.
Setelah selesai Al langsung keruang kerja sembari menunggu jam makan malamuntuk menyelesaikan tugas kantor yang belum selesai.
__ADS_1
"Ck, kepalaku sampai sakit" Al memijat pelipisnya.
Ia langsung meminum banyak air putih dan segera mengerjakan tugas kantornya.
Jam makan malam
"Ma, Al dimana? Kok Zifa nggak liat?" Tanya Zifa menghampiri sang mertua didapur.
"Hmm mungkin diruang kerjanya. Coba kau kesana"
Zifa pun menuju keruang kerja suaminya.
Ceklek
"Al, ayo makan malam dulu" ajak Zifa.
"Hmm, iya" Al berdiri dari duduknya namun tiba tiba kepalanya kembali berdenyut.
Al memegangi pelipisnya
"Kau kenapa? Pusing?" Tanya Zifa yang mulai sedikit khawatir pada suaminya itu.
"Tidak apa apa" ucap Al lalu segera menggandeng tangan istrinya.
"Aduh aduh,, anak sama mantu makin lengket aja" goda mama Sofi.
"Ma, jangan menggoda mereka seperti itu. Lihatlah wajah mereka berdua sudah memerah" jawab papa Farhan.
"Papa apa apaan sih" elak Al lalu segera duduk dikursi.
__ADS_1