
"Aku pengen ngelus elus anak kita aja" jawab Al tersenyum.
Zifa langsung merebahkan tubuhnya dan meletakan kepalanya dipaha sang suami.
"Al" panggil Zifa saat suaminya sibuk mengusap perutnya.
"Iya?"
"Apa kau bisa berjanji sesuatu padaku?"
"Berjanji? Tentang apa?"
"Berjanjilah kau akan tetap seperti ini sampai maut memisahkan kita nanti" pinta Zifa.
"Tumben kau berkata seperti itu"
"Hmm akhir akhir ini aku sering mimpi buruk" jujur Zifa.
"Mimpi buruk? Seperti apa?"
"Entahlah, yang jelas aku melihatmu berjalan menjauh meninggalkanku" cicit Zifa.
Degg
Al tertegun dengan ucapan istrinya.
"Tidak, aku pasti akan sembuh" batin Al.
"Al, kenapa diam?"
"Tidak apa apa"
"Al, ayo cepatlah berjanji padaku" pinta Zifa lagi.
"Sayang, janji itu sama dengan hutang yang harus dibayar"
"Berarti artinya kau tidak mau berjanji untukku?" Zifa menatap Al dengan tatapan kecewanya.
"Sayang, bukan seperti itu. Aku hanya...."
"Ya sudah, tidak apa apa kalau tidak mau" potong Zifa.
__ADS_1
Al menghembuskan nafasnya
"Oke oke, sayang dengarkan aku" Al menangkup pipi istrinya.
"Plis tatap aku" pinta Al karna Zifa memejamkan matanya.
"Aku berjanji untuk selalu mencintaimu sampai mautku tiba" ucap Al sembari mengusap air mata istrinya.
"Kau benar benar berjanji?"
"Iya, aku berjanji" Al mengangguk.
Sore harinya,
Al dan Zifa sudah berada didalam pesawat pribadi milik Al.
"Kemari, biar aku mengusap perutmu" titah Al agar istrinya mendekat ke arahnya.
Al pun mengusap usap perut istrinya
siang harinya,,
Setelah belasan jam berada di udara,. Akhirnya pesawat mendarat selamat di paris.
"Al, aku lapar" keluh Zifa.
"Aku pesenin makanan hotel aja ya?"
"Nggak mau, aku pengen makan diluar hotel aja" pinta Zifa.
"Emangnya kenapa? Kita kan habis perjalanan jauh, pasti kau lelah"
"Tidak, aku tidak lelah"
Al dan Zifa pun menuju ke restoran
Mereka duduk dikursi disana
Suasana restoran sedikit ramai karna tepat jam makan malam.
Mata Al tak sengaja menatap sesosok orang yang sangat dikenalnya.
__ADS_1
"Bukannya itu Bayu?" Batin Al.
"Al, kau melihat apa?" Tanya Zifa melihat suaminya melamun.
"Ah tidak ada apa apa"
Zifa yang kepo pun ikut menoleh ke arah yang tadi dilihat Al.
"Itu Bayu kan?" Gumam Zifa yang masih didengar Al.
Memang benar, Bayu sedang duduk dengan seorang wanita cantik tepat dimeja samping Al.
"Sayang, are you okay?" Tanya Al.
"Hmm, i'm okay" Zifa mengangguk lalu tersenyum.
"Kalau kau tidak nyaman lebih baik kita pindah tempat makan aja" Ajak Al.
"Tidak usah, lebih baik disini saja. Aku sudah terlanjur lapar" Zifa mencegah suaminya.
"Kamu yakin?" Tanya Al sekali lagi.
"Iya yakin, memangnya kenapa?"
"Ah, tidak apa apa"
"Al, pindah kesampingku aja dong" pinta Zifa karna suaminya ada dikursi seberang.
"Oh, oke" Al pindah kesamping istrinya.
Zifa bersandar ke pundak suaminya karna merasa bosan menunggu makanan yang belum datang.
"Al,," panggil Zifa lagi.
"Iya, kenapa sayang?"
"Anak kita pengen di elus elus sama dady nya"
"Ya udah, sini" satu tangan Al merengkuh pundak istrinya dan tangan satunya mengusap perut istrinya dengan lembut.
"Anak Dady sehat sehat terus ya didalem perut momy. Dady janji bakal ngasih semua yang terbaik buat kamu"
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya..
oh yaa Follow ig author Anivita3 nanti author follback yahhh