
"Awas saja jika setelah ini suruh ganti lagi" kesal Kay.
Kay pun keluar dari ruang ganti
"Ganti ah, masih jelek"
"Udahh bodo amat aku nggak mau ganti lagi. Titik, pokoknya nggak mauu" kekeh Kay.
"Tapi itu terlalu ketat"
"Enggak, biasa aja" kekeh Kay.
"Pokoknya tetep harus ganti. Titik!" Ucapan Rio tak bisa lagi dibantah.
Mau tidak mau Kay kembali mengganti bajunya.
"Rio, aku sudah lelah. Aku tidak mau kalau harus ganti lagi" keluh Kay setelah keluar dengan baju pilihan suaminya.
"Ini bagus, aku suka. Yang ini saja" Kay bernafas lega.
Keesokan harinya,
Hari ini adalah hari pengangkatan Rio sebagai pemilik perusahaan pengganti papanya.
"Perkenalkan, saya Rio Aditama sebagai Ceo pengganti ayah saya. Saya harap perusahaan akan lebih maju nantinya... Bla bla bla" Rio mengucapkan panjang lebar.
"Dan ini, perkenalkan namanya Kayla Andini. Istri saya yang juga sedang mengandung anak saya" ucap Rio tersenyum memperkenalkan Kayla ke publik.
Kayla tersenyum ramah lalu berjalan mundur dan menyembunyikan wajahnya di punggung tegap pria itu.
"Maaf, istri saya memang sedikit pemalu" Rio menjelaskan.
Setelah konfensi pers selesai, Rio mengajak istrinya untuk pulang.
"Kay" panggil Rio.
"Iya? Kenapa?"
"Kemarilah"
Kay mendekat ke arah sofa tempat Rio sedang duduk.
Rio menggenggam telapak tangan wanita itu.
"Kay, maukah kau memulai semuanya dari sekarang? Maksudku membangun rumah tangga kita menjadi lebih baik. Aku ingin kita seperti pasangan pada umumnya" pinta Rio.
"Rio, kenapa tiba tiba seperti ini?"
"Kay, aku berfikir bahwa pernikahan itu hanya satu kali untuk selamanya. Tidakkah kau berfikir untuk memberi kelengkapan keluarga untuk anak kita?"
"Rio, aku..." Kay gagap. Ia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Rio, kau saja tidak mencintaiku. Bagaimana bisa kita memulai semuanya?"
"Maka dari itu, aku akan berusaha menumbuhkan cinta diantara kita. Agar kita juga sama sama berproses dan belajar bersama"
"Rio, sebenarnya aku..." Kay tampak ragu mengucapkan suatu hal.
"Kenapa? Katakan saja"
"Rio, maafkan aku. Aku bukan wanita sempurna. Jangan memilihku atau nanti kau akan menyesal"
"Maksudmu? Kau sempurna Kay. Kau terlahir sangat sempurna dan sangat pantas untuk dicintai. Apa yang membuatmu ragu? Apa karna sikapku?"
"Bukan" Kay menggeleng.
"Lalu apa? Katakan sejujurnya"
"Kau janji tidak akan marah?"
"Iya aku janji"
"Kumohon, setelah aku mengucapkan ini jangan sampai kau menyesal memiliki anak dari wanita sepertiku" ucap Kay mnunduk membuat Rio semakin penasaran.
"Cepat katakan Kay"
"Aku bukan wanita sehat Rio" cicit Kay lirih.
"Apa maksudmu? Apa ada yang kau sembunyukan selama ini?" Tanya Rio menangkup pipi istrinya agar Kay menatapnya.
"Maaf"
"tidak jadi, pasti nanti kau marah dan menyesal memiliki anak dari perempuan sepertiku"
"tidak akan, katakan saja" Rio beruhana meyakinkan.
"Rio, dokter bilang ginjalku bermasalah" tangis Kay pecah.
Degg
Rio kaget
"Bagaimana bisa? Apa kata dokter?" Rio mulai khawatir karna ia tahu betul penderita ginjal sangat beresiko jika hamil.
"Aku sudah mengidap ini dari satu tahun yang lalu. Dokter bilang jika ingin hamil aku harus melakukan pengobatan dulu agar semuanya aman. Tapi diluar dugaanku ternyata aku hamil lebih dulu sebelum melakukan pengobatan" jelas Kay dengan air mata.
"Maaf, maafkan aku" Rio memeluk istrinya yang menangis sesenggukan itu.
"Aku takut terjadi sesuatu padanya. Walaupun dokter bilang kondisinya aman tapi tetap saja aku takut" Kay mengusap perut buncitnya.
"Kay, dengarkan aku. Ini bukan hanya masalah anak kita saja. Kamu juga harus dalam keadaan baik"
"Lebih baik kita kedokter sekarang" ajak Rio.
"Rio, aku takut"
__ADS_1
"Kenapa takut? Ada aku" Rio mengusap surai hitam itu.
"Dokter menyuruhku untuk melahirkan prematur" kejujuran Kay kembali membuat Rio seolah kehilangan pasokan oksigen.
"Sudah, jangan berfikir macam macam. Ayo kita ke dokter agar lebih jelas" Rio mencoba menenangkan.
Mereka berdua langsung menuju rumah sakit karna Rio ingin mendengar penjelasan langsung dari dokter.
"Bagaimana dok?" Tanya Rio tak sabaran.
"Saat ini janinnya sehat. Berat badannya juga normal. Usianya sudah memasuki minggu ke 23. Namun, seperti yang sudah saya terangkan pada nyonya Kay sebelumnya. Mau tidak mau nyonya Kay harus mengambil tindakan kelahiran awal karna kondisi nyonya Kay yang sudah mulai memburuk. Bisa dilihat, bahkan berat badan nyonya Kay tidak seperti ibu hamil pada umumnya. Dan saya yakin nyonya Kay sering merasakan sakit dibagian pinggangnya"
"Apa kau sering merasakan sakit itu?" Tanya Rio.
Kay hanya menunduk. Ia bingung harus menjawab apa. Ia tak mau suaminya memaksanya untuk melahirkan dini.
"Dok, apa ada solusi lain selain itu dok?"
"Maaf tuan Rio. Kondisi nyonya Kay semakin buruk. Beberapa pengobatan tidak menunjukan perubahan spesifik. Apalagi pengobatan lanjutan tidak dianjurkan untuk ibu hamil karna bebrbahaya bagi janin. Maka dari itu jalan satu satunya hanyalah kelahiran dini"
"Dok, bukankah itu beresiko?"
"Tentu saja tuan, tapi kami tim dokter pasti akan mengupayakan yang terbaik untuk nyonya Kay dan janinnya"
"Lalu diusia keberapa anak saya bisa dilahirkan dok?"
"Diusia 30 minggu dilanjutkan dengan perawatan intensif diruang NICU"
"Rio, aku tidak mau. Banyak resiko buruknya" Kay memegang lengan suaminya.
"Kay, ingat ini demi keselamatan kamu dan anak kita"
"Rio, jangan memaksaku. Aku tidak mau" Kay kembali menangis membuat Rio kembali tidak tega.
Ia bingung berada diposisi ini. Ia tak menyalahkan Kay yang berusaha keras mempertahankan keselamatan janinnya. Tapi, bolehkan ia egois sejenak dengan lebih memilih mempertahankan keselamatan istrinya itu?
"Dok, jika nekat sampai usia bayinya benar benar sudah siap lahir apa bahaya dok?"
"Usia janin matang kurang lebih di usia 37 minggu. Artinya nyonya Kay harus menunggu kurang lebih 2 bulan untuk mendapatkan perawatan penyakitnya. Untuk bayinya sebenarnya 'mungkin aman aman saja. Tapi saya sangat tidak merekomendasikan karna tentu saja membahayakan nyawa ibunya"
"Dokter, kan hanya menunggu 2 bulan. Bukankah tidak masalah?" Kay mencoba terus menyangkal.
"Begini nyonya, ginjal adalah bagian tubuh penting ditubuh anda. Dan saat ini saja ginjal anda sudah dalam keadaan kronis. Jika semakin lama dibiarkan bukankah semakin buruk dan kemungkinan buruknya bisa membuat komplikasi pada organ lain karna ginjal anda tidak berfungsi dengan baik"
"Baiklah dok, biar saya diskusikan kembali dengan istri saya" ucap Rio mengakhiri konsultasi.
Di rumah Rio,
"Kalian darimana? Kok berantakan gini?" Tanya mama Tasya ketika melihat wajah sembam Kay.
"Tidak ada apa apa ma" Rio menenangkan ibunya itu.
Mama Tasya tak mau ikut campur masalah rumah tangga putranya itu.
__ADS_1
jangan lupa like nya yaa