Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Mematahkan Harapan (RioKay)


__ADS_3

"Tidak usah, nanti kamu kecapekan. Lebih baik kau dirumah saja. Biar sopir yang mengantar"


"Baiklah, terserah kamu"


"Aku berangkat sekarang ya. Kamu baik baik dirumah. Jika ada apa apa kabari aku. Aku akan menelponmu setiap malam"


Kay mengangguk lemah merasa kecewa karna belum sempat mengatakan kabar kehamilannya.


Kay menatap sendu mobil yang keluar dari gerbang mansion itu.


"Maafkan mama belum sempat memberitahukan kehadiranmu pada papamu" Kay mengusap perutnya lembut.


Satu bulan lebih berlalu,,


Kandungan Kay sudah memasuki minggu ke 17.


Mama Tasya dan papa Roni sudah mengetahui kehamilannya hanya saja Kay meminta mereka agar tak memberitahu Rio terlabih dahulu.


Malam hari,


Drttt


Suara ponsel Kay bergetar


Kay tersenyum melihat sang penelpon adalah suaminya.


"Iya"


Kay menatap wajah yang muncul dipanggilan video itu.


"Sedang apa?" Tanya Rio diseberang.


"Mau tidur, kenapa belum tidur?" Tanya Kay karna tempat suaminya lebih cepat 2 jam dari tempatnya.


"Aku baru saja pulang meeting. Kau baik baik saja kan disana?"


"Ya, aku baik baik saja"

__ADS_1


"Aku tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini karna aku harus lanjut ke amerika selama seminggu untuk meninjau perusahaan disana"


"Lalu kapan pulang?"


"Mungkin 1 minggu lagi aku pulang"


"Kenapa lama sekali? Itu artinya kau pergi selama 2 bulan" cebik Kay.


"Kenapa tidak menyusulku saja jika kau rindu? Hmm?" Goda Rio menaik turunkan alisnya.


"Tidak, biasa saja"


"Benarkah?"


"Rio, apa kau tak ingin pulang sejenak saja?" Pinta Kay memohon.


"Nanti kupikirkan lagi, sekarang istirahatlah. Sudah malam" ucap Rio mematahkan harapan Kay.


Pagi harinya,


Kay bangun dari tidurnya merasakan perutnya tidak nyaman dan kepalanya yang berdenyut sakit.


"Halo nak, ada apa?"


"Halo ma, kepala Kay pusing. Bisakah mama datang kesini sebentar" pinta Kay.


"Iya, mama akan segera kesana" mama Tasya.


Beberapa menit kemudian mama Tasya sudah sampai di mansion besar itu dan langsung masuk ke kamar menantunya.


"Ya ampun nak, gimana? Kepalamu sakit? Kita kedokter aja ya" ucap Mama Tasya panik.


Kay hanya mengangguk lemas.


Mama tasya membantu menantunya turun dari ranjang dibantu beberapa maid perempuan disana.


"Ma, Kay nggak kuat" lirih Kay saat baru sampai di depan pintu rumah.

__ADS_1


"Hah gimana ini?" Mama Tasya tambah panik melihat badan menantunya yang lunglai dan merosot ke lantai.


"Ayo mbak, bantu angkat. Hati hati menantuku sedang hamil" peringat mama Tasya.


Kay pun langsung dilarikan kerumah sakit.


Diperjalanan mama Tasya mengabari suaminya agar langsung menyusul ke rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit Kay langsung dibawa ke igd karna Kay sudah tak sadarkan diri membuat mama Tasya cemas.


Setelag 45 menit menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan Kay.


"Gimana keadaan menantu saya dok?" Tanya mama Tasya tak sabaran karna merasa cemas. Apalagi jika melihat riwayat penyakit Kay.


"Keadaannya sudah cukup baik. Hanya saja nyonya Kay butuh istirahat total. Mungkin nyonya Kayla sedang memikirkan sesuatu yang membauatnya stress dan tekanan darahnya tidak stabil. Harap dijaga moodnya agar hal seperti ini tidak terulang lagi karna sangat berbahaya. Apalagi dengan riwayat nyonya Kayla yang pernah melakukan transplatasi ginjal"


"Sebenarnya resiko nya apa saja sih dok dengan kehamilan ini?" Tanya mama Tsya heran karna Kayla tak pernah mengatakan bahwa kehamilannya kali ini beresiko.


"Sebenarnya banyak, namun yang bisa dilihat biasanya yang terjadi pada pasien ynag memiliki riwayat transplatasi ginjal yaitu preeklamsia"


"Preeklamsia? Apa itu?"


"Kondisi ini merupakan komplikasi lanjutan dari hipertensi yang terjadi pada ibu hamil dimana tekanan darah pada ibu hamil tinggi yang mengakibatkan pusing, mual, dan pandangan kabur. Hal ini tentu saja berbahaya karna bisa mengancam keselamatan ibu dan janinnya. Maka dari itu diperlukan perawatan intensif agar tidak berkembang ke ekslampsia"


"Apalagi itu dok?" Mama Tasya semakin heran.


"Ekslampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklamsia. Ditandai dengan kejang kejang oada ibu hamil. Kalau sudah berada difase ini maka tim dokter pasti akan mengambil tindakan berupa mengakhiri kehamilan"


"Lahir prematur maksudnya dok?"


"Bisa jadi lahir prematur jika memungkinkan. Namun beberapa kasus, bayi meninggal dalam kandungan ibunya"


Mama Tasya mengangguk mengerti dan berharap hal itu tak terjadi pada menantunya.


"Pa, apa perlu ngasih tau Rio ya pa? Udah sering loh Kay kayak gini"


Memang benar, semenjak kehamilan keduanya Kay sering masuk rumah sakit karna tekanan darahnya yang tak stabil.

__ADS_1


"Papa juga bingung ma, pasti nanti Kay marah kalau kita kasih tau Rio nya. Tapi bagaimana pun ini juga hal penting" papa Roni pusing sendiri.


__ADS_2