Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Berpura Puralah Mencintaiku


__ADS_3

Kay sempat terkejut


"Permainan apalagi ini?" Batin Kay.


Bibirnya menyunggingkan senyum teduh. Ia menyambut tangan itu dan berjalan perlahan ke atas panggung.


"Mungkin sudah tidak asing lagi dengan istriku ini yang juga kerap tampil di beberapa acara bergengsi para petinggi perusahaan. Dan saat ini dia sedang hamil anak kami" Rio mengusap lembut perut Kay yang buncit itu.


"Sebentar lagi pewaris adhitama corp akan lahir" ucap Rio bangga.


"Bukankah dulu saat memperkenalkan istri anda juga sedang mengandung?" Tanya salah seorang kolega Rio.


"Ya, tapi karna ada musibah tak terduga kami akhirnya kehilangan anak kami. Tapi tidak apa apa, tuhan sudah menggantinya dengan ini" Rio kembali mengusap perut istrinya seolah mengatakan pada dunia bahwa pria ith mencintai istrinya melebihi apapun.


Setelah acara selesai, Kay nampak berjalan sendirian keluar dari kantor itu karna mama Tasya bersama dengan papa Roni dan Rio sendiri entah kemana Kay juga tidak tahu.


Badannya sudah merasakan lelah dari tadi. Kepalanya mulai berdenyut. Sepertinya kondisinya akan kembali drop. Maka Kay memutuskan untuk segera keluar dari gedung itu.


"Nyonya, mari saya bantu" dua orang bodyguard wanita mendekati Kay yang mulai pucat.


Baru beberapa langkah keluar, kaki Kay tiba tiba melemas.


Untung saja dua wanita itu sigap menangkap tubuh Kay.


"Nyonya" panggil salah seorang bodyguard itu melihat mata Kay mulai tertutup.


Bodyguard itu langsung mengabari mama Tasya.


"Halo nyonya"


"Iya, ada apa?"


"Nyonya Kay baru saja pingsan dan kini sedang perjalanan menuju rumah sakit x"


"Apa katamu?!" Mama Tasya kaget.


Ia langsung mengajak papa Roni untuk langsung menyusul kerumah sakit yang disebutkan tadi.


Sedangkan Rio yang tak melihat keberadaan istri dan kedua orang tuanya mengira ketiga orang itu telah kembali ke rumah.


Setelah Kay diperiksa, ternyata Kay hanya kecapekan yang membuat tubuhnya drop secara tiba tiba.


Kayla hanya diberi satu botol cairan infus vitamin untuk mengembalikan stamina tubuhnya.


"Mama" panggilnya lirih pada sang mertua.

__ADS_1


"Iya nak, mama disini. Mana yang sakit?"


Kay menggeleng


"Tidak ada"


Mata Kay kesana kemari seolah mencari seseorang.


"Mama belum memberitahu Rio. Apa perlu mama telponkan sekarang?" tanya mama Tasya.


"Tidak usah ma, paling ini bentar lagi kita pulang kan"


"Ya udah, kamu istirahat bentar gih" mama Tasya mengusap lembut puncak kepala menantunya itu.


Setelah infus habis Kay segera dibawa pulang agar segera istirahat dirumah.


Dikamar,


Kay terbaring lemah diatas ranjang sambil menatap punggung tangannya yang terdapat luka bekas infus.


"Kenapa sesulit ini? Mama hanya ingin bertemu dengamu" gumam Kay mengusap perutnya.


Kay memejamkan matanya mengistirahatkan badannya yang kelelahan karna acara tadi.


Rio baru saja pulang kerumah,


Ia melihat istrinya bersandar diranjang mengusap perutnya sambil berbicara dengan kandungannya.


Pria itu hanya mendesahkan napasnya berat,


"Kenapa kau seperti tadi?" Pertanyaan Rio membuat Kay menoleh.


"Seperti tadi? Yang mana?"


"Ya tadi, kau berpakaian minim seperti itu. Ditambah lagi dengan caramu menegur Rachel sangat tidak etis"


"Oh jadi wanita tadi namanya Rachel"


Rio hanya diam


"Kau membelanya? Kenapa baru sekarang? Kenapa bukan tadi saat ada dia?" Tanya Kay lagi.


"Kau istriku, sudah sepantasnya aku melindungi harga dirimu"


"Harga diri yang mana yang kau lindungi? Kau sendiri saja malah sibuk selingkuh padahal istri dirumah sedang hamil" ejek Kay.

__ADS_1


"Sudah ku katakan berapa kali. Aku tidak selingkuh. Aku juga tak ada hubungan apapun dengannya" tegas Rio.


"Kalau begitu coba buktikan padaku. Apa kau bisa memecatnya detik ini juga?" Tantang Kay.


"Bisa"


"Jangan hanya bicara"


Rio langsung membuka ponselnya. Ia langsung menelpin ke nomor sekertarisnya itu.


"Halo Rio, ada apa?"


"Mulai besok kau tidak usah bekerja diperusahaanku. Nanti pesangon dan dokumen lain akan ku urus"


Tuttt


Panggilan diakhiri


"Done"


Kay tertegun,


Rumah tangganya dengan Rio sangat dingin bahkan nyaris kosong. Semuanya gelap, tak ada harapan untuk mempertahankannya lebih lama lagi. Tapisetelah melihat reaksi Rio, Kay menjadi berharap lebih dengan cinta suaminya.


"Rio, kenapa seperti ini?" Mata Kay berkaca kaca.


"Kenapa? Hmm?" Tanya Rio halus.


"Kenapa saat sudah hampir hancur kau malah mengembalikannya seperti semula"


"Bukankah sudah ku katakan aku akan berusaha memperbaiki semuanya"


"Jangan katakan hal itu lagi jika kau akan mengulangi hal sama dikemudian hari. Sebenarnya kita ini apa? Kau terlalu fokus dengan pekerjaanmu hingga hubungan kita terasa dingin. Tak ada komunikasi diantara kita"


"Maaf"


"Jangan meminta maaf jika hanya untuk mengulanginya lagi"


"Aku lalai, aku bingung harus memulai semuanya dari mana. Semakin kesini hatiku terasa semakin kosong. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan"


"Rio, bisakah aku minta sesuatu padamu?"


"Katakan, aku akan mengusahakannya"


"Berpura puralah mencintaiku. Aku tau selamanya kau tak akan bisa mencintaiku maka dari itu berpura puralah untuk beberapa waktu kedepan. Setidaknya sampai anak kita terlahir dengan sehat"

__ADS_1


__ADS_2