
"Baiklah, ayo uncle gendong" Al mengangkat bocah itu ke gendongannya.
Beberapa saat kemudian Al dan Zifa sudah sampai dipusat perbelanjaan.
Al langsung mengambil troly dan memasukan El ke atasnya.
"Kita beli apa uncle?"
"Kita beli snack, okey?"
"Siyap uncle"
Yang pertama Al tuju adalah rak untuk susu kehamilan.
"Kira kira merk apa ya?" Tanya Al membuat Zifa mengedikan bahunya.
"Kau ingin rasa apa?" Tabya Al pada istrinya.
"Apa saja" jawab Zifa sekenanya.
"Baiklah, kita ambil yang ini saja" Al mengambil beberapa kotak dengan rasa yang berbeda.
Setelah selesai mereka menuju ke rak makanan ringan.
"Pilih mana yang El mau" ucap Al menurunkan bocah itu.
El langsung mengambil beberapa snack dan memasukannya kedalam troly.
"Ini saja?" Tanya Al.
"He em, itu saja"
"El mau buah?" Tawarnya lagi.
"He em, aku mau buah" pinta bocah itu antusias.
__ADS_1
Al hanya mampu mengusap puncak kepala bocah laki laki itu.
"Kau ingin mainan?" Tawar Al lagi.
"Boleh uncle?"
"Boleh, apapun untukmu" jawab Al.
Zifa sedikit terenyuh melihat sifat Al yang sangat penyayang.
"Dadymu pasti akan sangat menyayangi mu dan momy" batin Zifa mengusap perutnya.
Namun lama kelamaan Zifa mulai kesal dengan suaminya yang justru malah memberikan semua keinginan El sedangkan dia sendiri sama sekali tidak ditanya ataupun ditawari.
"Ada lagi yang ingin kau beli boy?" Tanya Al pada keponakannya itu semakin membuat Zifa kesal saja.
"Kamu kenapa yang?" Tanya Al melihat ekspresi kesal istrinya
"Tidak tahu" ketus Zifa.
"Mana kutau" ketusnya lagi.
Al hanya menghela napasnya berat. Ia langsung segera membayar belanjaan keponakannya itu.
Dirumah,,
Al semakin bingung karna sejak di mall bahkan masuk mobil pun istrimya hanya diam dan sangat terlihat tatapan kesal di mata sang istri. Bahkan kini istrinya sudah masuk ke dalam kamar.
"Uncle mana mainanku?" Tanya bocah itu.
"Oh sebentar uncle ambilkan dimobil dulu"
Al pun mengeluarkan semua belanjaan keponakannya.
Disana Al langsung menepuk keningnya ketika sadar dari tadi istrinya hanya membeli susu kehamilan saja.
__ADS_1
"Oh pantas saja dia kesal" gumam Al.
Al langsung menyusul istrinya ke kamar.
Ceklekk
Al membuka pintu itu dan menampakan istrinya yang sedang bermain ponsel diatas ranjang.
"Sayang," panggilnya pada sang istri.
Zifa hanya diam tak menjawab panggilan suaminya.
"Sayang, maafkan aku. Aku sampai mengabaikanmu" Al mengusap puncak kepala istrinya.
"Sayang,," panggil Al lagi saat istrinya masih saja diam.
"Diamlah!" Ketus Zifa.
"Okey kamu istirahat dulu, 2 jam lagi kita kembali ke supermarket untuk membeli apapun yang kau inginkan ya" ucap Al lembut.
"Tidak perlu" ketus Zifa lalu segera merebahkan tubuhnya dan menutup diri dengan selimut.
"Ya sudah kalau kau tidak mau, lebih baik kau istirahat saja" ucap Al lalu meninggalkan Zifa dikamar sendirian.
Zifa bertambah kesal saat merasakan jika suaminya pergi dari kamar.
"Ck, kenapa dia malah pergi?!" Kesal Zifa.
"Ah terserah lah" ia kembali memejamkan matanya.
Sedangkan Al, ia ke lantai bawah untuk menemani keponakannya bermain.
"Sarah, maafkan aku sampai harus membuatmu repot repot datang kemari" sesal Al.
"Tidak apa apa, santai saja. Lagi pula aku juga sudah ada rencana untuk ke indonesia"
__ADS_1