Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Sesuatu yang Urgent


__ADS_3

Asisten Rio langsung meminta pengawal pribadi sang bos untuk membantunya membawa Al kerumah sakit.


Papa Bryan memandangi menantunya yang tampak pucat dengan darah mengucur dari perut pria itu.


Al segera dilarikan kerumah sakit


Ia langsung mendapat penanganan dokter.


Para dokter dan suster berlarian keluar masuk ruang rawat Al.


Terlihat kepanikan diwajah para petugas medis itu.


1 jam berlalu,,


Seorang dokter keluar dari ruang rawat itu.


"Bagaimana keadaaan tuan Al dok?" Tanya asisten Rio gusar.


"Saat ini tuan Al kritis karna luka bekas operasi yang kembali terbuka. Berdoa saja agar tidak terjadi komplikasi serius ditubuh tuan Al" ucap dokter itu singkat lalu kembali kedalam ruangan Al untuk melakukan penanganan.


"Operasi? Operasi apa?" Papa Bryan bingung dengan semuanya.


"Rio, katakan apa yang sebenarnya terjadi"


Asisten tampan itu menghela napasnya berat.


"Biar bos sendiri yang menjelaskannya nanti. Yang jelas bos tidak selingkuh sama sekali. Dan berdoa saja semoga cucumu terlahir dengan keadaan dady nya masih hidup"


Papa Bryan hanya membisu


"Dan ingat! Jangan katakan satu hal pun mengenai Al pada putrimu yang egois itu!!" Hardik asisten Rio merasa geram dengan sifat ustri bosnya yang menurutnya sangat kekanakan.


Papa Bryan semakin dibuat bingubg dengan segalanya.


Drttt

__ADS_1


Ponsel papa Bryan berdering


Nampak sang pemanggil adalah mama Mia.


"Halo sayang, ada apa?"


"Kau sudah sampai?" Suara lembut diseberang.


"Sudah"


"Ahh syukurlah, lalu bagaimana? Apa yang kau lakukan dengan Al? Jangan gegabah sayang"


"Apa ada Zifa disampingmu?" Tanya papa Bryan.


"Tidak ada, memangnya kenapa?" Tanya mama Mia bingung.


"Sekarang Al sedang dirumah sakit, dia sedang kritis. Tapi jangan pernah mengatakan apapun tentang Al pada Zifa"


"Memangnya aoa yang terjadi?"


"Baiklah" mama Mia pasrah.


Tutt


Panggilan diakhiri


2 jam berlalu, dokter keluar dari ruang rawat Al.


"Bagaimana dok?" Lagi lagi asisten setia Al itu tak sabar menanyakan kondisi sang bos.


"Syukurlah, semua bisa ditangani. Saat ini tuan Al masih terpengaruh bius. Mungkin 30 menit kagi beliau akan sadar. Dan ini tuan Al akan dipindahkan keruang rawat biasa.


"Berapa lama harus rawat inap lagi dok?" Rio menanyakan hal yang tentu saja merupakan hal pertama yang Al tanyakan nanti padanya.


"Jika kondisinya membaik, mungkin 3 hari boleh keluar dari rumah sakit ini"

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih dok"


Al pun dipindah ke ruang rawat


30 menit berlalu,


Al mengerjapkan matanya bangun


"Al, kau berhutang penjelasan padaku" suara papa Bryan menyambut mata Al yang baru saja terbuka.


"Sebenarnya kau kenapa? Operasi apa?"


"Tidak ada yang serius pa, semuanya masih bisa dikendalikan" jawab Al masih dengan suara lemasnya.


"Al, ayolah, jujur padaku apa yang sebenarnya terjadi?"


"Hanya operasi kecil pa" jawab Al menenangkan.


"Operasi kecil katamu?! Tidak mungkin operasi kecil sampai membuatmu kritis seperti tadi!!"


"Tlasplatasi ginjal" bukan Al yang menjawab, namun asisten Rio lah yang menjawab.


"Apa?!! Kau menyembunyikan hal sebesar ini?!"


"Papa, ini bukan hal besar. Buktinya Al masih hidup" jawab Al tersenyum lemas.


"Apa Zifa tau?"


Al menggeleng


"Jangan sampai dia tau, aku tidak mau membuatnya stres sampai mempengaruhi kandungannya. Lagi pula ini bukanlah sesuatu yang urgent"


"Ini tentang nyawa, dan kau bilang tidak urgent?!!"


"Papa, sudahlah tidak usah dibahas lagi"

__ADS_1


__ADS_2