Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Sesuatu yang Disembunyikan


__ADS_3

"Emm, 2 kayaknya cukup"


"Al, gimana kalau nanti aku ada apa apa pas lahiran?"


"Huss nggak boleh bilang gitu, omongan itu doa" tegur Al.


"Yah kan cuma tanya" jawab Zifa cemberut.


Setelah hening sejenak Al akhirnya membuka suara


"Emm, tapi gimana kalau suatu hari nanti terjadi sesuatu sama aku. Atau mungkin aku menghilang dari sisi kamu apa kamu bakal tetep sama aku atau milih ninggalin aku?" Tanya Al tiba tiba.


"Ya kalau kamu pergi atas dasar keinginan kamu aku gakbakal bisa nolak. lagipula untuk apa aku mempertahankan seseorang yang tak mau bertahan" jawab Zifa memeluk lengan suaminya.


"Yahh aku kira kamu bakal tetep sama aku" canda Al.


"Ya mau gimana, kalau aku kekeh pengen kamu tapi kamu udab ada orang baru aku bisa apa?"


"Enggak lah sayang, nggak bakal ada orang baru diantara kita"


"Kamu kenapa tumben tanya kayak gitu? Apa ada sesuatu yang kamu tutupi?" Tanya Zifa penuh curiga.


"Tidak ada, aku cuma iseng aja" Al memeluk tubuh istrinya itu.


"Al, kamu janji nggak bakal ninggalin aku kan"


"Sayang, aku sangat mencintaimu. Mana bisa aku meninggalkanmu"


"Terimakasih Al"


Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya Al dan Zifa sampai di tanah air.

__ADS_1


"Loh kok kalian udah pulang" tanya mama Sofi heran.


"Al ada urusan mendadadak disini ma, lagi pula lusa ada acara 7 bulanan Zifa. Jadi biar dia sedikit istirahat dulu"


"Oh gitu, ya udah bawa istrimu ke kamar. Pasti dia kelelahan"


"Ayo" Al menarik lembut pergelangan lengan sang istri.


2 hari berlalu..


Hari ini adalah hari perayaan 7 bulan kehamilan Zifa.


"Al aku udah cantik belum?" Tabya Zifa sembari memutarkan tubuhnya.


"Udah sayang, kamu cantik banget"


"Tapi kok hari ini perutku aneh ya Al?" Keluh Zifa.


"Aneh gimana?"


"Nggak enak gimana? Kamu udah makan kan tadi?"


"Udah kok, tapi ini rasanya dari pas kita pulang dari paris"


"Kok kamu baru bilang sekarang sih" Al mendekat lalu menuntun istrinya untuk duduk.


"Nggak enaknya gimana? "


"Rasanya tuh kadang kayak kram dikit gitu" jujur Zifa.


"Sebentar.." Al mengambil ponselnya lalu menelpon dokter kandungan istrinya.

__ADS_1


"Halo, selamat pagi dok"


"Selamat pagi juga tuan Al, ada yang bisa saya bantu?" Suara dokter diseberang.


"Dari dua hari yabg lalu istriku mengeluh perutnya sedikit kram. Apa itu berbahaya?"


"Apakah timbul flek atau pendarahan kecil?" Tanya dokter itu.


Al menjauhkan handphonenya


"Sayang, dokter tanya apa kamu mengalami flek?"


"Enggak Al, cuma sering sakit aja perutnya"


Al kembali mendekatkan ponselnya


"Istriku tidak mengalami flek dok, tapi memang perutnya terasa kram"


"Oh, itu mungkin efek kelelahan karna setelah melakukan perjalanan jauh tuan Al. Sebaiknya hari ini nyonya Zifa melakukan cek kandungan dahulu untuk memastikan keadaan janinnya"


"Tapi dok, hari ini ada syukuran tujuh bulanan istriku. Bagaimana jika jadwal periksa nanti malam saja?"


"Tidak apa apa tuan Al, yang terpenting pastikan nyonya Zifa tidak kelelahan yang berlebihan karna kita belum mengetahui jelas penyebab kram yang dialami nyonya Zifa"


"Baik dok, terimakasih"


Tutt


Panggilan diakhiri


"Gimana Al?" Tanya Zifa tak sabaran.

__ADS_1


"Kemungkinan perutmu kram karna kau kelalahan"


"Terus gimana dong, ini kan acaranya udah mau mulai"


__ADS_2