Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Perut Kram


__ADS_3

"Terus gimana dong, ini kan acaranya udah mau mulai"


"Nggak papa kata dokter, yang penting jangan terlalu kecapekan lagi. Nanti kalau kamu udah ngrasa capek bilang, kita istirahat"


"Tapi aku takut kalau ada apa apa sama dia Al" ucap Zifa sembari mengusap perutnya.


"Udah, yang penting positif thingking aja. Intinya kalau ada sesuatu yang nggak enak bilang sama aku ya"


Zifa mengangguk pasrah


"Nanti malem kita periksa kandungan kamu"


"Iya"


Al mendekat ke istrinya lalu mengusap perut buncit itu.


"Anak dady yang kuat ya, nanti malem kita periksa ke dokter. Oke?"


"Iya dady, siap" ucap Zifa menirukan suara anak kecil.


Al tersenyum


Ia mengacak rambut istrinya lalu mengacup dahi Zifa sesaat.


"Peluk dong istrinya" pinta Zifa manja sembari merentangkan tangan nya.


Al pun dengan senang hati menyambut pelukan itu.


"Kamu sehat sehat terus ya sayang, pokoknya apapun yang terjadi kedepannya nanti, cukup kamu inget kalo aku sayang banget sama kamu" ucap Al lalu menghujani puncak kepala istrinya dengan ciuman.


"Al, kok kamu ngomongnya mulai ngelantur gini sih. Kamu sebenernya nutupin apa dari aku?"


"Nutupin apa sih yang, enggak ada kok"

__ADS_1


"Beneran?"


"Iya sayang, bener"


Tok tok tok


"Bentar aku buka pintu dulu" Al beranjak menuju pintu.


Ceklek


"Iya ma, ada apa?" ternyata mama Sofi lah yang baru sampai di mansion Al, namun langsung ke kamar sang putra.


"Itu tamu tamu udah ada beberapa yang dateng. Kamu mau nyapa sekarang apa nanti?"


"Nanti aja ma biar banyak sekalian, biarin Zifa istirahat bentar dulu. Dia bilang perutnya kram"


"Hah? Kram gimana?" Mama Sofi sedikit panik.


"Katanya dari pulang dari paris perutnya nggak enak"


"Nak, mana yang sakit?" Tanya mama Sofi sambil mengusap perut menantunya itu.


"Enggak ma"


"Kata Al perutmu kram?"


"Cuma dikit ma, tapi nggak papa kok"


"Ya udah, nanti kalo sakit bilang sama mama atau Al biar nanti langsung istirahat"


"Iya ma"


"Tadi kamu udah sarapan?" Tanya mama Sofi karna tadi pagi Zifa dan Al tidak mengikuti sarapan bersama.

__ADS_1


"Udah ma, Zifa udah makan kok"


"Huhh syukurlah kalau nggakpapa" mama Sofi bernafas lega.


"Al, suruh maid buat bawain potongan buah" titah mama Sofi pada putranya itu.


Al mengangguk


Selang beberapa menit Al kembali ke kamar dengan membawa potongan buah buahan dipiring.


"Ya udah mama keluar dulu, masih ada waktu 30 menit an buat istirahat. Jangan lupa buahnya dimakan" mama Sofi mengusap lembut kepala menantunya itu.


"Iya ma, makasih"


Mama Sofi pun keluar dari kamar menantunya itu.


"Ini aa" Al menyuapkan potongan buah itu kemulut istrinya.


"Tapi aku udah kenyang Al" protes Zifa.


"Sayang, hari ini kan kamu bakal banyak aktifitas. Apalagi tambah perut kamu agak kram. Makan buah ya biar anak kita lebih kuat" bujuk Al lembut.


Akhirnya Zifa mengalah dan menerima suapan suaminya itu.


Zifa kembali kedepan cermin untuk mengecek riasannya kembali.


Nampak Al memeluk istrinya dari belakang.


"Al, riasan wajahku nggak luntur kan?"


"Enggak sayang, kamu masih cantik kok"


"Beneran? Nggak boong kan? Lipstikku gimana? Cocok nggak?"

__ADS_1


"Cocok, bagus kok"


"Kamu tau nggak ini lipstik keluaran terbaru. Best seller dan limitied edition"


__ADS_2