
"Kau kenapa? Ada masalah?" Tanya Rio mendekat ke arah Kay.
"No, i'm fine"
Rio mengangguk paham lalu segera membersihkan dirinya dikamar mandi.
Setelah beberapa saat, Rio keluar dari kamar mandi.
"Ck, dia sudah tidur" decak Rio melihat istrinya sudah bergelung dengan selimut.
"Hey bangun" Rio mengguncang lengan wanita itu.
"Hmmm aku ngantuk" gumam Kay masih dengan mata tertutup.
"Bangun, aku menginginkan 'nya" pinta Rio sedikit memaksa.
"Hmm"
"Kay!" Rio membentak Kay.
"Lakukan saja sesukamu, aku sangat mengantuk" ucap Kay lirih.
Terkadang Kay merasa lelah karna suaminya yang dulu berkata akan belajar mencintainya kini justru malah hanya menjadikannya pemuas has rat nya saja.
"Tidak mau, cepat buka matamu!" Paksa Rio membuat Kay membuka matanya.
"Bukankah sudah biasa seperti ini Rio? Kenapa berubah? Bukankah aku ini memang boneka pemu as mu?"
"Apa katamu?!" Rio melotot kesal menatap mata Kay yang sayu.
"Kenapa marah? Apa aku salah bicara?" Kini Kay duduk dari pembaringannya.
"Diam!! Jangan katakan hal itu lagi!" Tegas Rio.
"Kenapa? Kau takut karna aku telah menyadarinya. Ya, aku memang sudah menyadarinya. Bagimu aku ini apa? Istri, bukan. Teman, juga bukan. Mungkin lebih tepatnya partner ranjang. Bukankah begitu?"
"Tutup mulutmu!" Bentak Rio.
Kay pun turun dari ranjang hendak melangkah keluar kamar.
"Mau kemana kau?!" Rio menarik pergelangan tangan itu.
"Masih satu setengah tahun lagi agar kita bisa melakukan program kehamilan. Jika menurutmu itu terlalu lama, kau boleh melepasku dan mencari pengganti yang lain. Lagipula aku juga sudah muak denganmu" tegas Kay.
"Kau bilang apa tadi?! Lelah bersama denganku?!" Anarah Rio kembali memuncak.
"Kenapa? Kenapa kau tersinggung. Coba tanyakan pada hatimu, apa kau sudah memperlakukanku sebagai seorang istri atau justru kau memperlakukanku sebagai seorang jalaang" Kay menunjuk tepat didada Rio.
Kay keluar dari kamar lalu masuk ke kamar tamu. Ia mengunci diri dikamar itu dan menumpahkan segala tangisnya.
Rio memang bukan laki laki kasar. Tapi dari caranya memperlakukannya membuat Kay merasa tak dihargai. Rio yang selalu berangkat pagi dan pulang malam. Bahkan week end pria itu lebih memilih menghabiskan waktunya diruang kerja hingga tak ada waktu bersama dengan Kay.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Kay buka!" Teriak Rio dari luar membuat Kay menulikan telinganya.
"Kay buka!! Jika dalam hitungan ketiga tidak kau buka, akan kudobrak pintu ini!"
"1...,2,...3...."
Kay masih tak bergeming, ia berjalan kearah balkon kamar.
Brakkk
(Suara pintu yang berhasil didobrak pria itu)
Kay hanya diam, sama sekali tak menoleh ke arah pintu.
"Kau mau melawanku!" Emosi Rio sudah tak tertahankan.
"Aku? Mana perlawananku? Atau jangan jangan kau sediri yang merasa terancam" sindir Kay tajam.
"Diam!! Tutup mulutmu!" Bentak Rio sudah tidak sabar.
"Rio ada apa ini?" Tanya papa Roni melihat kekacauan didepannya.
Rio berbalik
Papa Roni menatap heran wajah dingin menantunya dan juga wajah penuh amarah Rio yang jelas bisa ditebak kedua orang itu sedang bertengkar.
"Selesaikan dengan kepala dingin. Rumah tangga bukan suatu mainan" pesan papa Roni yang diangguki Rio.
Rio langsung menarik Kay menuju kamarnya. Kay hanya patuh karna jika dilanjutkan bertengkar disana bisa dipastikan semua orang rumah akan mendengarnya.
"Maaf" ucap Rio menyesal.
Kay hanya diam, sudah ke sekian kalinya pria itu selalu minta maaf setelah mereka bertengkar namun tak pernah memperbaiki masalahnya.
"Jangan meminta maaf hanya untuk mengakhiri oertengkaran ini. Aku tidak butuh maafmu tapi aku butuh tindakan nyata"
"Maksudmu?" Rio tak paham. Ia menganggap semuanya baik baik saja.
"Beri aku kejelasan. Jika kau memang tak mencintaiku, lepaskan aku. Jika kau memang memiliki rasa itu barang setitik saja, berubahlah demi aku. Jika memang tidak bisa berarti memang aku tidak lebih dari sekedar pemu as mu"
"Aku.."
"Diam! Jangan banyak bicara. Berfikirlah menggunakan hatimu dan jawaban itu ada disana" Kay menunjuk dada Rio.
Wanita itu langsung berbaring diranjang dan memunggungi tempat Rio biasa tidur.
Rio menghela napasnya. Sejujurnya ia juga bingung dengan perasaannya saat ini. Menurutnya menumbuhkan cinta pada Kay sangatlah sulit, tapi Rio tak rela jika harus melepas wanita itu entah apapun alasannya.
Pagi hari,,
__ADS_1
Kay merasakan kepalanya pusing pada saat bangun pagi.
"Sepertinya hari ini aku harus ke dokter lagi" batin Kay merasa tubuhnya kurang sehat.
Setelah Rio berangkat, Kay pamit pada mama Tasya dengan alasan kontrol kesehatan.
"Rio nggak nemenin lagi?" Tanya mama Tasya karna memang putranya akhir akhir ini tidak menemani Kay ke rumah sakit.
"Rio sedang sibuk ma. Semalam saja dia pulang terlambat karna lembur" jawab Kay tersenyum.
"Apa mama temenin aja gimana?" Tawar mama Tasya.
"Nggak usah ma, cuma kontrol bentar dong"
Mama Tasya mengangguk paham
Dimobil
Kay diantar oleh supir pribadi mansion milik suaminya itu.
"Nyonya kenapa? Pusing lagi?" Tanya supir itu yang memang sering melihat Kay memijat kepalanya.
"Lumayan pak, kayaknya darah saya drop lagi kayak kemarin"
Darah Kay memang sering drop semenjak operasi. Supir itu sudah sangat paham dengan nyonya nya itu.
Hanya saja supir itu selalu tutup mulut sesuai perintah Kay.
Bisa dikatakan pria itu bukan sekedar supir namun juga seorang bodyguard.
Sesampainya dirumah sakit
"Nyonya, apa perlu saya bantu?"
"Hmm iya, kepalaku sangat sakit" pinta Kay membuat supir itu mengangguk.
Pria itu membantu Kay menuju ruang dokter langganan Kay lalu segera keluar agar tak mengganggu privasi majikannya.
Dokter langsung memasangkan insfus dipunggung tangan Kay.
"Bagaimana dok? Apa ada masalah?" Tanya Kay setelah dokter itu menyelesaikan tugasnya.
"Tidak ada masalah yang serius nyonya Kay. Ini infus vitamin untuk anda. Hanya saja tekanan darah anda lumayan tinggi yang menyebabkan kepala anda pusing"
"Dok, apa saya sudah boleh hamil dalam waktu dekat ini?" Pertanyaan yang selalu ditanyakan setiap kontrol kesehatannya.
"Nyonya, sebenarnya untuk luka operasinya sudah sembuh. Tubuh anda pun juga sudah bisa beradaotasi dengan organ baru. Hanya saja saya sarankan minimal sampai satu tahun sejak operasi untuk mengurangi resiko yang terjadi. satu tahun pun masih dalam masa bahaya"
"Tapi boleh kan dok?"
"Satu tahun pertama setelah tlansplatasi ginjal adalah waktu waspada. Jadi sebaiknya jangan hamil dulu untuk menghindari hal hal yang tak di inginkan"
"Tapi saya ingin cepat hamil lagi dok"
__ADS_1
"Setidaknya paling cepat yaitu satu hanun setelah operasi. artinya masih 4 bulan lagi nyonya. Namun harus dengan pengawasan ketat. Karna seharusnya amannya sampai 2 tahun"
"Jadi 4 bulan lagi bisa dok?"