Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pengakuan Rio


__ADS_3

"Ini, aku ingin menunjukan padamu. Bagaimana pendapatmu apa ini semua sudah terpercaya?" Kay menunjukan beberapa lembar surat perjanjian diatas materai dan juga beberapa berkas dari bank.


"Maksudnya apa?"


"Ya seperti yang ku katakan kemarin, aku ingin menitipkan anaku ke panti asuhan sementara"


"Memangnya semua ini untuk siapa?"


"Aku sudah membicaraknnya dengan ibu panti tempatku tinggal dulu. Dan menurutku beliau orang yang tepat untuk menjaga anakku nanti"


"Apa kau tidak percaya padaku bahwa aku bisa merawat bayi itu?" Rio mulai geram.


"Rio, bukan seperti itu, lagipula anak ini bukan tanggung jawabmu. Aku tak mau membebanimu dengan hal yang jelas jelas bukan tanggung jawabmu."


"Tidak tanggung jawab ku katamu?" Emosi Rio mulai meledak.


Kesabarannya mulai habis menghadapi wanita didepannya ini.


Ia menyingkirkan semua berkas itu dari ranjang


"Rio apa yang kau lakukan hahh?!!" Teriak Kay kesal melihat berkas berkasnya berserakan dilantai.


"Kau tadi mengatakan bahwa ini semua bukan tanggung jawabku kan? Maka aku akan membuatnya menjadi tanggung jawabku" Rio mulai menghimpit tubuh Kay dan menindihnya.


Ia mencium paksa bibir Kay hingga sang empu memberontak.


Tangan Rio bergerak merobek pakaian Kay kasar dan membuat keduanya sama sama polos.


Rio mulai menyatukan tubuh keduanya dan bergerak lembut agar tak menyakiti bayi yang ada diperut Kay.


Kay yang awalnya menolak akhirnya hanya pasrah menikmati alur yang diciptakan Rio.


Setelah mencapai puncaknya, akhirnya Rio terlulai lemas dan memeluk tubuh polos istrinya itu.


"Sekarang, kau dan anak ini tanggung jawabku" ucap Rio sambil mengusap perut buncit itu.


"Rio, bukan Seperti ini yang kumau" Kay menggeleng.


"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?"


Kay mengangguk


"Berjanjilah untuk tidak marah padaku"


"Kenapa dulu?"


"Berjanjilah lebih dulu"


"Baiklah aku berjanji"


"Sebenarnya akulah pria yang malam itu merenggut kesucianmu" jujur Rio membuat Kay langsung kaku.


"M ma maksudmu?" Bibir Kay gemetar.


"Maaf, maafkan aku. Aku terlalu pengecut untuk mengakuinya" sesal Rio memeluk tubuh istrinya.


"jangan bercanda, itu sama sekali tidak lucu!" bentak Kay merasa takut dengan kenyataan didepannya.


"maafkan aku, aku tidak bisa mengontrol diriku" sesal Rio.


"Kenapa kau tega?! Kenapa kau jahat padaku hah?!" Kay memukuli dada Rio merasa dibohongi selama ini.


"Maaf, maafkan aku" Rio menciumi puncak kepala wanita itu.


Kay memberontak ingin dilepaskan


Tangis Kay terdengar pilu. Ia merasa sangat bodoh karna dengan mudahnya ia ditipu daya oleh suaminya sendiri.

__ADS_1


Rio mencoba menenangkan istrinya itu,


"Maaf, maafkan aku" air mata Rio turut menetes.


Setelah sekian menit berlalu akhirnya Kay mulai tenang.


Rio menangkup wajah istrinya itu agar menatapnya.


"Maaf, malam itu aku benar benar tak bisa mengendalikan diriku. Maaf, aku bersalah. Maafkan aku" sesal Rio membuat Kay tersentuh.


"Kamu mau kan maafin aku?" Tanya Rio menatap dalam manik mata cantik itu.


Kay mengangguk lemah


Toh semuanya sudah terlanjur terjadi. Ia bahkan sudah mengandung anak pria itu. Kay sedikit bersyukur anaknya bukan anak haram.


"Mulai besok kamu nggak usah kerja"


"Tapi..."


"Pliss, sekali aja dengerin omongan aku" pinta Rio sungguh sungguh membuat Kay mau tidak mau mengangguk.


"Makasih" Rio mencium sekilas kening istrinya itu.


"Besok pagi kita kebutik buat fitting baju buat kamu"


"Buat apa?" Tanya Kay heran.


"Lusa aku bakal resmi diangkat jadi CEO perusahaan. Sekaligus aku mau ngenalin kamu sebagai istriku ke publik"


Kay membelalakan matanya


"Enggak, aku nggak mau" tolak Kay.


"Kenapa emangnya?"


'benar juga ya?" Batinnya.


"Bukan masalah deket apa enggaknya, yang paling penting kan hubungan kita sah dimata agama dan hukum. Lagipula kita sudah akan memiliki anak. Apa kau tidak kasian jika nanti dia dicemooh orang lain karna kita menyembunyikan pernikahan ini?"


Ucapan Rio membuat Kay terdiam. Memang benar apa yang dikatakan suaminya itu.


"Tapi aku merasa tidak pantas" jujur Kay.


"Kenapa? Aku merasa kau sangat pantas untukku"


"tapi,,,"


"ayolah, sekali ini saja. kenapa tidak mau?"


"mereka pasti mencemoohku karna aku tak pantas menjadi istrimu"


"itu kan hanya pendapat mereka. menirutku kita pantas pantas saja. memangnya apa yang aneh?"


Kay terdiam,


"Baiklah, aku mau" putus Kay.


Rio kembali memeluk tubuh polos istrinya itu.


"Rio, jangan seperti ini. aku malu" ucap Kay ragu karna pertama kalinya merasakan dopeluk dalam keadaan telanj.. ang


(karna pas kejadian itu Kay dalam keadaan dibawah pengaruh obat)


"tidak apa apa, kau harus terbiasa seperti ini agar kita semakin dekat" Rio tambah mengeratkan pelukannya.


"Rio, kau menyakiti anakku!" kesal Kay membuat Rio mengendurkan pelukan itu.

__ADS_1


"maaf"


Kay merasa ada yang aneh ditubuh bagian bawah nya. dan Kay tau jelas itu adalah milik Rio yang menempel di area p. aha nya.


"Rio, kendalikan itumu!" kesal Kay.


"kendalikan gimana? aku tidak bisa. itu sudah nalurinya ketika bertemu rumah nya" jawab Rio vul gar membuat wajah Kay memerah.


"sembarangan!" kesal Kay.


"kayaknya dia pengen masuk rumah deh, kedinginan dia" goda Rio.


"nggak!!" mata Kay melotot tajam.


"kenapa memangnya?"


"kasihan anakku!"


"itu anakku juga. sepertinya dia tidak keberatan" ucao Rio kembali me mas uk kan miliknya tanpa persetujuan Kay.


Kay hanya pasrah melihat kelakuan suaminya yang menyebalkan itu.


Pagi hari,


Nampak Kay sudah terlihat segar setelah mandi. Ia bahkan sudah memasak beberapa menu untuk sarapan bersama suaminya itu.


"Rio, bangun" Kay mengguncang tubuh suaminya.


Seketika Rio mengerjap. Bibirnya tersungging senyum mengingat kejadian semalam.


"Kemarilah" pinta Rio membuat Kay mendekat.


Rio langsung mendekap perut buncit itu.


"Morning baby" ucapnya pada bayi yang nasih dalam kandungan itu.


"Morning juga papa" jawab Kay menirukan suara anak kecil.


"Papa?" Tanya Rio aneh.


"Iyalah, emangnnya kamu mau dipanggil apa? Om?" Kesal Kay.


"Agak aneh aja sih. Aku baru 25 tahun tapi udah dipanggil papa"


"Aku malah baru 21 tahun udah dipanggil mama" ketus Kay.


"Papa dan mama? Kenapa tidak yang lain saja?"


"Aku pengennya itu"


"Ya udah deh terserah kamu"


"Buruan mandi, aku udah siapin sarapan" ucapnya pada Rio yang masih terbalut selimut itu.


Kay segera keluar karna malu melihat suaminya yang bisa ditebak pasti belun memakai pakaiannya sama sekali.


Dibutik,


Kay sudah beberapa kali mengganti baju karna dari tadi suaminya selalu mengatakan 'jelek, ganti'.


"Awas saja jika setelah ini suruh ganti lagi" kesal Kay.


Kay pun keluar dari ruang ganti


"Ganti ah, masih jelek"


"Udahh bodo amat aku nggak mau ganti lagi. Titik, pokoknya nggak mauu" kekeh Kay.

__ADS_1


__ADS_2