
"Kau telah menipuku brensekkk" bentak Zifa.
"Hah?" Al masih belum sadar dengan apa yang dimaksud istrinya.
"Kau menjebakku, kau memang brensekkk!" Zifa mendekat dan memukuli dada bidang suaminya itu.
"Kenapa kau membohongiku!" Mata Zifa memerah mengobarkan amarah yang menggebu gebu.
"Maaf, maafkan aku. Hanya ini satu satunya cara agar aku bisa memiliki mu" Al memeluk istrinya itu.
Zifa menangis, ia merasa dibodohi kali ini. Bagimana ia bisa sebodoh itu.
Al membaringkan Zifa yang sudah sedikit tenang.
"Aku membencimu brensekkk!" Umpat Zifa sebelum ia menenggelamkan dirinya kedalam selimut.
"Aku akan mengatakan pada papa Bryan bahwa kau tidak masuk kerja hari ini. Istirahatlah" ucap Al yang tak digubris oleh istrinya.
Al segera ke lantai bawah untuk sarapan bersama.
"Mama, tolong nanti bujuk Zifa agar mau makan. Sepertinya dia kurang enak badan" Al beralasan karna ia tau pasti istrinya tidak bisa menolak makanan dari mamanya.
"Memangnya Zifa sakit apa?"
"Sepertinya dia kelelahan karna acara pernikahan kemarin"
"Iya, nanti mama antarkan makanan untuknya"
Setelah selesai sarapan Al segera berangkat ke kantornya.
Setelah kepergian Al, mama Sofi mengantarkan makanan ke kamar menantunya.
"Sayang, makan dulu lalu minum obat" mama Sofi mengusap dahi Zifa yang kebetulan sedikit demam.
Zifa membuka matanya
__ADS_1
"Mama, kenapa mama kemari?"
"Mama cuma mau mengantarkan sarapan untukmu. Kata Al kau sedang tidak enak badan"
"Ayo cepat makan sarapanmu lalu ini minumlah obatnya"
"Zifa sedang tidak berselera makan ma"
"ayolah, makan sedikit saja untuk mengganjal perutmu" bujuk mama Sofi.
Akhirnya mau tidak mau Zifa memakan makanan itu.
Sore harinya
Al baru saja pulang kerja dan tidak melihat keberadaan istrinya dikamar.
"Ma, Zifa dimana ma?"
"Dia ditaman, sepertinya dia bermain dengan kelinci kelincimu"
"Jangan mendekat!" Zifa berkata tanpa menatap suaminya.
"Jangan mendekat atau aku akan benar benar pergi dari hidupmu!" Ancam Zifa saat melihat suaminya masih melangkahkan kakinya mendekat dengannya.
"Tapi kenapa?" Al bingung.
Zifa hanya diam tak menjawab suaminya
Setelah jam makan malam Al mengernyit melihat istrinya memakai pakaian rapi dan berdandan.
"Kau mau kemana?" Tanya Al baik baik.
"Bukan urusanmu!" Ketusnya lalu segera keluar dari kamar itu.
Zifa menumpangi mobil temannya yang sudah menunggunya didepan gerbang.
__ADS_1
Al langsung mengambil kunci mobilnya dan menyusul kepergian Zifa.
Al sempat terkejut melihat tempat tujuan istrinya adalah bar.
"Kenapa dia ke bar?" Gumam Al merasa geram dengan istrinya.
Al merasa geram saat melihat istrinya memegang gelas berisi minuman beralkohol.
Ia segera mendekat dan nerebut minuman itu dari tangan Zifa.
"Apa yang kau lakukan disini!" Bentak Al.
"Kau!!" Zifa menunjuk tepat diwajah suaminya dengan telunjuknya.
"Kenapa kau disini" ketusnya setelah menurunkan telunjuknya.
"Aku mengkhawatirkanmu, tapi kenapa kau malah datang ditempat tertukuk seperti ini"
"Aku tidak butuh simpatimu"
"Zifa" Al sedikit menekankan kata katanya.
Al langsung menarik tangan istrinya jeluar dari bar itu dan memasukannya ke mobil.
"Kau itu kenapa selalu saja mencampuri urusanku" gerutu Zifa.
"Karna kau istriku!" Sentak Al.
"Cih, aku tidak sudi" gumamnya yang masih didengar jelas oleh Al.
"Sudi ataupun tidak kau tetaplah istriku" jawab Al.
Zifa hanya diam tak membalas ucapan suaminya itu.
Jangan lupa Like dan komen nya..
__ADS_1