Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Rumah Al


__ADS_3

"Ayo kembali kehotel saja" ucap Zifa menahan kekesalannya.


"Kau kenapa?" Tanya Al melihat perubahan ekspresi istrinya.


"Tidak apa apa"


Mereka berdua pun kembali ke hotel


Beberapa minggu kemudian


Usia pernikahan Zifa dan Al sudah hampir 3 bulan,,


Keduanya masih tetap sama. Sifat Zifa tetap saja ketus dan sulit didekati.


Hari ini tepat hari kepindahan Al dan Zifa kerumah baru milik Al.


"Ayo kita berangkat sekarang" ajak Al menarik pergelangan tangan istrinya.


"Lepas, aku risih" Zifa melepas tangan suaminya.


Mama Sofi, papa Farhan pun juga ikut mengantar Al dan Zifa kerumah barunya.


Sedangkan mama Mia dan papa Bryan sedang dalam perjalanan kerumah baru milik Al.


Zifa sedikit tertegun melihat rumah megah dihadapannya yang pastinya lebih megah dari mansion Danendra maupun Hendrawan.


"Ini benar rumah kita?" Tanya Zifa bingung karna sebelumnya belum pernah melihat rumah suaminya.


Hanya sekali melihat potongan foto dari suaminya itupun belum rampung 100%.


"Apa ada yang kurang?" Tanya Al.

__ADS_1


"Tidak ada, ini lebih dari cukup. Tapi kenapa membangun rumah sebesar ini?" Tanya Zifa bingung.


"Agar kamu nyaman, aku juga sudah mempekerjakan beberapa maid disini, jadi kau tak perlu repot melakukan pekerjaan rumah"


Zifa mengangguk paham


Mereka semua pun memasuki mansion megah itu.


Beberapa saat kemudian terdengar deru mobil memasuki gerbang rumah itu.


"Pasti itu papa dan mama" ucap Zifa semangat membuat Al tersenyum.


Padahal setiap hari istrinya bertemu dengan kedua orang tuanya karna mama Mia selalu mebgantarkan makan siang ke kantor suaminya.


"Aduhhh besanku udah dateng" mama Sofi heboh sendiri dan memeluk besannya itu.


"Bagaimana kabarmu?"


"Seperti yang kau lihat, aku baik" jawab mama Mia tersenyum.


"Iya, sangat mewah. Al memang menantu idaman" jawab mama Mia tersenyum.


"Ini juga ada andil Zifa. Kalau Al tidak menikah dengan Zifa dia juga belum tentu mau membuat bangunan semegah ini untuk istrinya" jawab mama Sofi membuat Zifa seketika terdiam.


"Ya, aku tau menantuku sangat mencintai putriku"


"Kalau begitu ayo kita makan siang dulu" ajak Al.


Mereka pun menikmati makanan yang disiapkan.


"Emm ngomong ngomong kalian sudah menikah hampir 3 bulan. Sudah ada tanda tanda belum?" Tanya mama Mia.

__ADS_1


"Tanda tanda apa ma?" Tanya Al bingung.


"Ya cucu" ceplos mama Mia membuat sekita Zifa tersedak.


"Ini minum dulu" Al menyerahkan segelas air putih.


"Mama apa apaan sih" papa Bryan kesal dengan pertanyaan istrinya itu.


"Apasih pa, mama kan juga cuman tanya" sewot mama Mia.


"Belum ma, mungkin belum rezeki" Al menjawab dengan bijak.


Malam harinya Al mengadakan syukuran dirumah barunya.


Ia mengundang beberapa sanak saudara untuk menghadiri pengajian dirumah barunya.


Malam hari,


Al masih berada didalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Zifa mendadak kepo karna daritadi handphone suaminya terus saja mengeluarkan bunyi notif pesan masuk.


Zifa iseng membuka ponsel suaminya dan membuka sebuah nama kontak yang mengirimkan beberapa pesan pada suaminya.


*Sarah


"Al, kapan kau ke singapura? Aku dan El menunggumu"


"El sangat merindukanmu"


"Hari ini dia demam dan selalu menyebut namamu, apa kau sangat sibuk hingga tak ada waktu ke singapura?"

__ADS_1


"(Sebuah foto)"


Zifa seketika terdiam melihat foto seorang anak laki laki yang diyakininya bernama El.


__ADS_2