Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Hubungan Kay dan Rio


__ADS_3

"Ada apa kau memintaku kemari?" Tanya pria itu heran.


Kayla membuka tasnya


Ia menyerahkan sebuah amplop coklat pada asisten itu.


"Aku mau kita bercerai" ucap Kayla to the point.


Yapsss


Kayla dan asisten Rio memang sudah menikah sejak 6 bulan yang lalu.


Flashback


Setelah sering kali mengantar bosnya kontrol kesehatan, kini Rio ditugaskan untuk meninjau proyek di kota X bersama sekertaris Al.


Namun pada hari itu sekertaris Al sedang berhalangan jadi digantikan oleh Kayla karna gadis itu dianggap mampu menggantikan sekertaris Al.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam menggunakan mobil, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menginap disebuah hotel


Kebetulan hari itu adalah hari besar hingga hotel hotel disana penuh terisi.


Setelah lelah mencari tempat singgah, akhirnya Rio menemukan sebuah hotel yang hanya tersisa satu kamar saja.


Mau tidak mau mereka berdua pun tidur dikamar yang sama dengan posisi Kayla tidur disofa sedangkan Rio diranjang.


Tak disangka ternyata terjadi penggrebekan oleh pihak berwajib hingga 2 orang ini akhirnya terkena razia.


Sesuai peraturan setempat, akhirnya 2 orang ini diwajibkan untuk menikah secara negara.


Mau tidak mau Rio dan Kayla menikah.


Rio tak terlalu memusingkan hal ini karna ia menganggap pernikahan ini hanya status dan bukan hal yang penting karna ia sendiri pun jarang berada diapartemennya.


Flashback off


"Kenapa tiba tiba?" Asisten itu mengernyitkan dahinya.


"Aku.." suara Kayla tercekat dengan mata berkaca kaca.


"Kau kenapa? Katakan saja" desak pria itu merasa kepo.


"Aku hamil" pengakuan Kayla membuat Rio kaget.


"Ba bagimana bisa? Siapa ayah dari bayimu?" Tanya Rio emosi.


"A aku tidak tahu" tangis Kayla semakin pecah.


"Bagiamana bisa tidak tau?!" Bentak Rio membuat Kayla semakin terisak.


Kayla pun menceritakan kejadiaan naas yang menimpa dirinya.


Flashback on


Malam itu, Kayla menghadiri pesta temannya. Setelah 2 bulan menikah dengan Rio, tak ada yang berubah dari hidupnya. Ia bahkan jarang bertegur sapa dengan pria itu walau 1 apartemen. Keduanya sama sama cuek seperti 2 orang asing. Selain itu, Rio sendiri pun jarang dirumah karna ia lebih sering menghabiskan waktu dirumah sakit menemani bosnya melakukan perawatan medis.


"Kay, minum ini" teman Kayla menyodorkan Alkohol.


"Tidak mau, aku tidak pernah meminumnya"

__ADS_1


"Benarkah? Coba saja sedikit. Ini akan membuat pikiranmu lebih rilex" bujuk teman Kay.


"Benarkah?"


"Benar, apa aku pernah membohongimu? Cobalah"


Tanpa curiga Kayla meminum minuman laknat itu tanpa curiga sedikitpun.


Beberapa saat kemudian Kayla merasakan tubuhnya mulai panas. Ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuh Kayla seolah minta disalurkan.


"Argghh kenapa seperti ini" Kayla memegang kepalanya yang berat.


"Hali cantik, boleh aku bergabung?" Seorang pria duduk menghimpit gadis itu.


Tubuh Kayla mulai memanas saat merasakan tangan pria itu menyentuh wajahnya.


"Oh Kay kau harus bisa menahannya"


Kayla segera beranjak keluar dari pesta itu dengan sempoyongan dan setengah sadar.


Tanpa disadari seorang pria membopong tubuh gadis itu dan memasukannya kedalam mobilnya.


"Ck menyusahkan saja" decak pria itu kesal.


Pria itupun membawa Kay ke hotel lalu membating tubuh itu ke kasur.


Ia membiarkan gadia itu menggeliat kepanasan.


"Ck, sepertinya ada yang tidak beres" ucap pria itu menyadari gelagat aneh gadis didepannya.


Saat pria itu berniat membawa Kay ke kamar mandi, ternyata Kay malah menggoda pria itu.


"Oh ya ampun," geram pria itu.


awalnya pria itu menolak sampai akhirnya benteng dirinya sudah roboh karna haids didepannya sudah sangat liarr.


"ck, lagipula tidak masalah kan" seringai pria itu.


"Mungkin ini kesempatan yang bagus" pria itu memanfaatkan keadaan lalu mulai menyentuh gadis itu.


Ia menyentuh sesukanya hingga akhirnya penyatuan kedua insan itupun terjadi.


Pagi harinya, Kay terbangun dalam kondisi tubub yang polos.


Ia menangis menyadari keperawanannya telah hilang. Bahkan pria yang mengambil keperawanannya pun sudah tidak ada.


Gadis itu menangis karna tak tau siapa pria yang mengambil kesuciannya. Ia mencoba mengingat ingat namun nyatanya ia tak mengingat apapun


Flashback off


"Oh ya ampun, kenapa kau seceroboh itu" Rio kesal dengan gadis yang berstatus istrinya itu.


Kayla hanya mampu menangis tak tahu harus bagaimana.


"Berapa usianya?" Tanya asisten itu melihat perut Kay sudah membuncit.


Bahkan lebih terlihat sejak beberapa bulan ia meninggalkan gadis itu tanpa komunikasi.


"15 minggu" jawab Kay menunduk

__ADS_1


"Oh ya ampun, kenapa kau baru mengataknnya sekarang" Rio nampak menahan emosinya.


Ia tau betul diusia kandungan segitu bayi diperut Kay sudah terbentuk sempurna.


"Maaf" cicit gadi itu pelan.


"Huhh" Rio menghela napasnya kasar.


"Kumohon cepat tanda tangani ini. Atau aku akan ketinggalan pesawat" pinta Kayla.


"Pesawat? Memangnya kau mau kemana?"


"Aku mau pergi jauh, setidaknya jika kau sudah menandatangani berkas ini kau bisa bebas menikah lagi"


"Oh ya ampun Kay, memangnya kau mau ke negara mana?"


"Amerika, kurasa disana negara yang baik untuk aku merawat anak ini tanpa cemooh orang orang sekitar"


"Tidak, aku tidak akan menandatanganinya" tegas Rio.


"Rio, apa kau tidak jijik padaku? Bahkan aku hamil entah anak siapa. Kau harusnya membenciku" Kayla heran dengan respon Rio.


"Kau kira semudah itu kau meminta bercerai hah?! Apa kau tak memikirkan masa depan anakmu!" Rio tak habis pikir.


"Justru karna aku memikirkannya makannya aku akan pergi jauh" Kayla ikut kesal karna suaminya enggan menandatangani sirat itu.


"Terserahlah kalau kau tidak mau menandatanganinya. Itupun yang akan rugi kau sendiri bukan aku. Sekarang aku mau pergi" Kayla berdiri dari duduknya.


"Hai kau mau kemana?!" Bentak Rio.


"Ya mau ke bandara lah, kau kira aku mau kemana?!" Bantak Kayla balik.


"Duduklah" titah Rio tak mau dibantah.


"Kau gila ya? Aku sudah memesan tiketnya. Kalau aku terlambat maka tiketku hangus. Kau kira membeli tiket oeswat murah?!" Kesal Kayla.


"Aku akan mengganti uang mu itu, cepat duduk" titah Rio.


Lagi lagi Kayla meolak, ia menyeret kopernya keluar dari restoran itu.


"Ck wanita memang selalu membuat repot" decak Rio iesal.


Ia menarik oergelangan wanita hamil itu.


"Kau ini kenapa selalu membuat emosiku naik?!"


"Siapa? Aku? Memanv kau saja yang selaku emosian. Dasar arogan" sewot Kay.


"Kau bilang apa tadi?!"


"Tuh, yang suka marah marah itu kau" tunjuk Kayla.


"Oh tuhann" Rio mengusap dadanya.


"Kau ke amerik memangnya kau bisa bahasa sana?" Rio meremehkan.


"Kau meremhkanku? Aku bahkan bisa mengusai beberapa bahasa negara lain"


"Oh ya?"

__ADS_1


"Sudahlah, aku malas berbicara dengamu" Kay melepaskan tangan Rio yang maih memegang pergelangannya.


__ADS_2