
"Bos, kau habis operasi. Harusnya kau tenangkan pikiranmu agar tekanan darahmu stabil"
Al akhirnya kembali meletakan ponselnya
"Berapa hari lagi aku harus dirawat disini?" Tanya Al.
"Dokter mengatakan 4 hari lagi jika kondisimu membaik maka kau diperbolehkan rawat jalan namun tetap istirahat total dari pekerjaanmu"
"Apa menurutmu setelah 4 hari itu aku langsung pulang saja ke indo?" Al meminta pendapat.
"Sekarang aku tanya balik, apa kau mau istrimu melihatmu dalam kondisi buruk seperti ini? Dan jangan lupa kau harus istirahat total. Lalu apa yang akan kau katakan nanti pada istrimu jika kau hanya tiduran lemas ditempat tidur seperti ini?"
Tanya balik asisten itu yang secara tidak langsung mengatakan agar Al tak kembali ke indo lebih dulu.
"Baiklah kalau begitu" Al pasrah meski hatinya terasa gusar.
Beberapa hari berlalu,
Tak terasa hari ini Al diperbolehkan pulang jika setelah melakukan pemeriksaan untuk memastikan semuanya aman.
Dari beberapa hari yang lalu Al mencoba menghubungi istrinya. Namun setelah panggilan terhubung istrinya itu segera mematikan handphone nya lagi.
Hari ini tubuh Al sudah segar. Wajahnya tidak sepucat kemarin.
Ia sudah menyingkirkan barang barang yang berhubungan dengan medis didekatnya.
Ia melakukan panggilan video pada sang istri.
"Morning sayang" sapa Al.
__ADS_1
Wajah Al nampak sumringah setelah seminggu tak bisa melihat wajah istrinya.
Sedangkan Zifa sendiri nampak sedikit lega setelah melihat wajah suaminya.
Dari kemarin Al hanya melakukan panggilan suara saja bukan panggilan video.
"Sayang, kamu baru bangun tidur?" Tanya Al lembut.
"Iya, kamu juga?" Tebak Zifa karna Al terlihat seperti berbaring di sebuah ranjang dihotel.
"Iya, semalam aku begadang" bohong Al.
"Kau tidak rindu padaku? Hmm?" Goda Al menaik turunkan alisnya.
"Tidak" jawab Zifa ketus.
"Beneran nih enggak rindu?"goda Al lagi.
"Eitss jangan dimatiin duku yang, aku masih kangen"
"Cih, tukang boong" Zifa masih mengingat suaminya itu tak mengabarinya selama 3 hari berturut turut.
Al hanya diam tak menanggapi serius ucapan istrinya itu.
"Coba liat perut kamu, aku mau ngomong sama anak kita" pinta Al.
Zifa mendekatkan kamera handphone nya ke perut buncitnya.
"Hallo anak dady, sehat sehat terus ya. Kamu tugasnya jagain momy selama dady nggak ada. Okey" Al berucap pada perut istrinya seolah anaknya telah lahir kedunia.
__ADS_1
Tok tok tok
Pintu ruangan Al diketuk namun Al pura pura tidak mendengarnya.
Ia terus saja mengajak sang istri mengobrol.
Ceklekk
"Selamat pagi tuan Al" suara wanita memasuki ruang rawat Al yang Zifa kira adalah sebuah hotel.
"All.." panggil Zifa dengan suara lirih dan bergetar.
Al segera mematikan panggilan video itu.
Wajahnya nenatap horor pada seorang suster yang lancang masuk ruangannya tanpa se izinnya.
"Beraninya kau masuk ruanganku tanpa Izin!!" Geram Al.
(Anggep aja bahasa inggris gaes)
"Maaf tuan, maafkan kecerobohan saya" suster itu meminta maaf.
"Sudahlah, cepat lakukan tugasmu!" Titah Al yang sebenarnya hatinya kalut memikirkan sang istri.
Setelah selesai pemeriksaan, Al dan asisten Rio memasuki sebuah apartemen milik Al yang baru satu minggu yang lalu ia beli.
"Bos, bagaimana dengan istrimu?" Tanya asisten tampan itu yang tau permasalahan sang bos.
"Entahlah, Zifa masih tidak mengangkat telponku.
__ADS_1
Sedangkan di indo, Zifa menangis tersedu sedu.
Mama Mia mencoba menenagkan putrinya yang menangis itu.