
"Tidak jadi, kapan kapan saja"
"Oh ya sudah kalau gitu" Al kembali memeluk istrinya.
Pagi hari
Nampak Al sudah rapi mengenakan stelan jas yang selalu is bawa didalam mobil.
"Uhhh anak mama udah ganteng" puji mama Sofi saat melihat putranya menuruni tangga.
"Mama apaan sih, kayak anak kecil aja"
"Ya nggak papa, sekalipun udah punya istri bahkan mau punya anak tapi kau tetap anak kecil dimata mama"
"Iya deh iya"
Al melanjutkan langkahnya ke meja makan yang terlihat istrinya sedang membantu menata makanan diatas meja.
"Sayang" Al memeluk istrinya dari belakang.
"Al, jangan begini. Malu dengan mama" ucap Zifa melepaskan tangan suaminya yang melingkar diperutnya.
"Tuhh dengerin istrimu. Mesra mesraan nggak tau tempat" sindir mama Sofi yang baru saja datang.
"Biarin lah ma, namanya juga anak muda" sambung papa Farhan yang baru saja menyusul istrinya.
Merekapun sarapan bersama,
__ADS_1
Setelah selesai Zifa mengantar suaminya sampai depan pintu.
"Kamu disini dulu apa langsung pulang?" Tawar Al.
"Aku disini aja dulu. Nanti kalo kamu pulang kerja baru ikut pulang"
" Oh ya udah, nanti sore aku jemput" Al mengacak rambut istrinya.
"Ya udah aku berangkat dulu" Al membalikan badan dan berjalan menuju mobil yang terparkir didepan rumah.
"Al.." panggil Zifa.
"Iya? Ada apa?" Al membalikan badannya.
Zifa berjalan mendekat.
Ia meraih tangan suaminya lalu menciumnya.
Al mematung kaget melihat istrinya mencium tangannya.
Bibirnya menyunggingkan senyum bahagianya.
"Dia sangat menggemaskan" gumam Al lalu segera berangkat ke kantor.
Disepanjang jalan pikiran Al tidak fokus pada jalanaan didepannya.
Otaknya memikirkan penyakitnya yang sampai hari ini belum ada tindakan lanjutan karna ia belum memiliki waktu untuk kerumah sakit.
__ADS_1
"Kerumah sakit aja dulu lah" batin Al lalu melajukan kendaraannya ke rumah sakit.
Didalam ruangan dokter
"Gimana dok?" Tanya Al tidak sabaran.
"Berdasarkan uji lab darah anda memang anda mengidap leukimia yang mengakibatkan komplikasi ginjal kronis"
"Tapi masih ada kesempatan sembuh kan dok?"
"Ada tuan, kita bisa melakukan berbagai macam usaha mulai dari kemoterapi, radioterapi, dengan obat obatan, cuci darah, trasplatasi ginjal bahkan bisa dengan operasi tlasnplatasi sum sum tulang belakang"
"Kalo yang paling cepat sembuh yang mana dok?"
"Jika berkenan bisa dengan tlansplatasi ginjal terlebih dahulu lalu dilanjutkan transplatasi sumsum tulang belakang. Namun harus melalui beberapa test dan mencari pendonor yang cocok"
"Kalau sambil menunggu pendonor saya harus apa dok?"
"Bisa dengan kemoterapi atau bisa dengan mengkonsumsi obat secara rutin. Namun juga anda diwajibkan cuci darah karna 60% ginjal anda sudah tidak berfungsi"
"Tapi kalo kemoterapi kan ada efek sampingnya kan dok? Saya tidak mau" tolak Al.
"Kalu begitu anda bisa mengambil perawatan berupa cuci darah dan mengkonsumsi obat yang nanti akan saya resepkan"
"Berapa kali saya harus cuci darah dok?"
"Untuk kondisi sekarang, karna tuan Al masih bisa melakukan aktivitas maka hanya 2 minggu sekali saja. Nanti kita lihat perkembangannya. Jika semakin memburuk maka akan lebih sering lagi. Dan jika kemungkinan terburuknya sangat parah mau tidak mau harus disegerakan mencari pendonor ginjal"
__ADS_1
"Baik dok"
"Kalau begitu, saya sarankan hari ini anda melakukan cuci darah sekalian. Mumpung hari ini ada satu dokter yang tidak ada jadwal menangani pasien. Jika di jadwalkan lain waktu akan memerlukan waktu lama karna disini juga ada beberapa jadwal cuci darah dari pasien lainnya"