
"Kamu tau nggak ini lipstik keluaran terbaru. Best seller dan limitied edition"
"Oh ya?"
"Heem, aku baru kemarin membelinya"
"Apapun itu asal kamu seneng" Al mengusap kepala istrinya itu.
"Tapi Al, coba tebak harga lipstik ini berapa?"
Al nampak berfikir
"200 ribu?"
"Bukan, kok 200 ribu sihh" Zifa sedikit kesal.
"Terus berapa yang?"
"4 juta"
"4 juta?" Al menaikan sebelah alisnya.
"Iya, kamu nggakpapa kan?"
"Nggak papa lah sayang, yang penting kamu seneng. Lagian kan aku kerja juga buat kamu sama anak kita" ucap Al walau batinnya sedikit berfikir terbuat dari apa lipstik itu hingga harganya 4 juta.
"Iya deh iya"
Al dan Zifa pun berjalan menuruni tangga dan menuju ke halaman depan tempat diadakannya acara tujuh bulanan istrinya itu.
Semua mata menatap pasangan serasi yang mulai mendekati kerumunan itu.
Zifa nampak memegang posesif lengan suaminya seakan takut diambil orang lain. Wkwk
__ADS_1
"Al, Zifa"
"Mama, papa" Zifa melepaskan kaitan lengannya lalu beralih memeluk kedua orang tuanya itu.
Semenjak ia hamil ia jarang bertemu dengan orang tuanya karna ia bekerja dikantor suaminya sampai akhirnya dia resign.
"Ah, anak papa sudah mau jadi ibu" papa Bryan mengusap kepala anak perempuannya itu.
"Iya pa, doain Zifa biar lancar sampe lahiran ya pa"
"Pasti dong"
"Oh ya, besok kita fitting baju ke butik x"
"Fitting baju? Buat apa?" Tanya Zifa bingung.
"Kakakmu minggu depan akan menikah. Mama sudah memesankan baju untukmu, jadi besok tinggal fitting sudah pas atau belum"
"Hahh?? Nikahh?? Minggu depann?!!" Zifa terpekik kaget.
"Lohh kok Zifa nggak dikasih tau sih. Sama siapa? Kok dadakan banget"
"Ini mama taunya juga baru satu bulan yang lalu. Kakakmu tiba tiba bilang mau nikah" ucap mama Mia sedikit kesal saat mengingat putranya yang semena mena itu.
"Kamu udah tau Al?" Tanya Zifa karna tak melihat respon suaminya.
"Hmm, aku sudah tau sejak 2 minggu yang lalu"
"Lohh kok kamu nggak ngasih tau aku sih" kesal Zifa merasa dibohongi.
"Bukan begitu sayang, sejak 2 minggu yang lalu kan kita sibuk mempersiapkan acara ini ditambah kita ke paris jadi aku nggak sempet mau ngomong"
"Ya tetep aja, harusnya kamu ngomong"
__ADS_1
"Udah udah, kok malah berantem sih. Lagi pula bener yang dibilang Al. Kalian kan udah sibuk mikirin ini itu. Pasti Al juga takut buat kamu kepikiran kalo dia bilang kakakmu mau nikah mendadak" papa Bryan menengahi.
"Emang kak Zio nikah sama siapa?"
"Kamu pasti kaget kalo tau orangnya"
"Siapa pa, Zifa udah kepo nih"
papa Bryan membisikan sebuah nama ke telinga Zifa
"Beneran dia pa? Nggak salah?" Zifa semakin terkejut karna tau betul siapa gadis yang dimaksud.
"Iya, emangnya kenapa?"
"Ya aneh aja, punya jimat apa kak Zio yang kaku itu bisa luluhin putri pemilik perusahaan besar itu"
"Nggak tau papa juga bingung"
"Terus kak Zionya mana?"
"Mungkin sedang perjalanan kemari"
Acara Zifa pun dimulai
Setelah melewati segala proses adat, akhirnya waktunya pesta makan makan.
"Sayang, perut kamu gimana? Capek nggak?"
"Nggakpapa Al, masih oke"
"Beneran? Kalo capek bilang aja, kita istirahat dulu"
"Enggak, aku nggakpapa"
__ADS_1
Al memanggil salah satu maid agar mengambilkan makanan untuk sang istri.