Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Tangisan Rio


__ADS_3

"Rean seneng jalan jalan sama papa?" Tanya Rio pada putranya yang masih semangat berjalan itu.


"Seneng" jawab bocah itu antusias.


Tak berselang lama bocah itu merengek minta gendong karna sudah lelah.


"Aduh duh, sini papa gendong" Rio menggendong putranya dan membawanya pulang.


"Mandi ya? Papa mandiin?" Tawar Rio membuat bocah itu langsung mengangguk semangat.


Mereka berdua sama sama mandi. Rio langsung mendandani putranya agar rapi.


"Yuk sarapan dulu" Rio kenbali menggendong putranya.


"Uluh uluh anak mama udah ganteng aja" puji Kay pada putranya.


"Udah dong ma, kan dimandiin papa" jawab Rio membuat Kay tersenyum kecut.


Hati Rio serasa tercubit melihat reaksi istrinya yang berbeda. Ia sadar semua ini adalah kesalahannya.


"Nanti datang ke pengadilan pukul 10 pagi" ucap Kay membuat Rio tersedak nasi yang baru saja masuk ke mulutnya.


"Kenapa kaget begitu?" Tanya Kay heran.


"Kau serius dengan semuanya? Apa tidak ada pertimbangan untukku lagi?"


"Tidak ada" jawab Kay singkat dan datar.


"Aku berangkat kerja dulu" Rio beranjak dari meja makan.


"Habiskan dulu makananmu" tegur Kay karna suaminya baru makan sesuap nasi.


"Aku ingat ada meeting penting" bohong Rio lalu beranjak meninggalkan mansion itu.

__ADS_1


Kay berdecak kesal


Rio yang baru saja keluar rumah langsung melajukan mobilnya menuju pengadilan agama. Ia berniat membatalkan proses perceraian itu.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin mencabut gugatan perceraian"


"Maaf pak, kalau itu harus melalui beberapa prosedur terlebih dahulu. Kalau boleh tau siapa nama anda agar saya cek berkasnya sudah diperiksa atau belum terlebih dahulu"


"Nama saya Rio Adhitama, tapi saya pihak tergugat. Penggungatnya bernama Kayla Andini"


"Oh maaf pak, jika penggugat bukan anda maka diwajibkan kehadiran penggugat sebagai syarat persetujuan bahwa penggugat setuju membatalkan gugatannya"


"Coba cek dulu mbak, apa udah masuk gugatannya?"


Petugas itu mencari data Rio dan juga nama yang disebutkan tadi.


"Tapi surat panggilannya memang dari pengadilan ini mbak" kekeh Rio karna pria itu membaca sekilas memang surat itu berasal dari kantor yang ia datangi ini.


"Coba saya cek suratnya pak"


"Maaf mbak suratnya tidak saya bawa" bohong Rio padahal suratnya sudah ia robek tak berbentuk.


Hati Rio sedikit tenang katika tahu tidak ada gugatan perceraian atas namanya.


"Oh maaf tuan, ini ternyata ada" ucapan pegawai itu membuat dada Rio bergemuruh.


"Penggugat atas nama nyonya Kayla Andini dan pihak tergugat atas nama Rio Adhitama. Dan semua proses ini nyonya Kayla menyerahkannya pada kuasa hukumnya secara penuh. Kebetulan hari ini sidang pertama tuan"


"Kalo misal saya nggak hadir gimana mbak?"


"Jika anda tidak datang dan tidak diwakilkan oleh kuasa hukum sedangkan surat panggilan sudah anda terima maka hakim akan memberi keputusan varstek"

__ADS_1


Rio mendesahkan napasnya kasar


Pria itu keluar dari gedung itu dan segera berfikir keras bagaimana caranya agar tidak terjadi perceraian antara dirinya dan juga Kayla.


Tepat pukul 10,


Handphone Rio berdering menunjukan panggilan dari istrinya.


"Iya, ada apa?"


"Kau kemana saja? Aku sudah menunggumu di pengadilan agama. Kenapa belum datang juga!" Kesal Kay diseberang.


"I iya a aku datang" suara Rio nampak gagap.


Baru beberapa menit menunggu Rio sudah tiba di pengadilan itu bersama kuasa hukumnya.


"Kay, aku perlu bicara sebentar denganmu" Rio menarik lembut pergelangan lengan istrinya namun ditolak Kay.


"Disini saja" cuek Kay.


Rio menghela napasnya pelan


"Kay, tak bisakah kau mempertimbangkanku lagi? Aku tidak ingin kita bercerai. Sungguh aku sangat mencintaimu" Rio memohon.


"Jangan memohon, kau tidak cocok" ledek Kay.


"Kayla, aku serius. Aku mau melakukan apapun asal tidak berpisah denganmu. Aku mohon" mata pria itu mulai memerah.


"Ck, tidak ada yang bisa dipertahankan lagi dari kita Rio. Cukup seperti ini. Biarkan aku bebas, aku sudah lelah denganmu"


"Kay, jangan berbicara seperti itu" air mata Rio tak tertahankan lagi.


"Jangan menangis, kau tidak cocok" ledek Kay lagi menyerahkan selembar tissue.

__ADS_1


__ADS_2