Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Apa Kau Malu?


__ADS_3

Zifa pun menyusul suaminya menuju tengah kerumunan.


"Al" panggil Zifa membuat Al menoleh.


Ia langsung merengkuh pinggang istrinya hingga merapat ke tubuhnya.


"Perkenalkan, ini Zifa istriku" Al memperkenalkan Zifa.


"Woww istrimu sangat cantik" puji rekan bisnis Al.


"Terimakasih, istriku memang sangat cantik" ucap Al sambil tersenyum.


"Istrimu sedang hamil ya?"


"Iya, istriku memang sedang hamil"ucap Al mengusap perut buncit istrinya.


"Wahh selamat ya Al, sebentar lagi kau akan menjadi ayah" ucap rekan bisnis Al.


Al hanya tersenyum lalu mengangguk


"Sayang, ayo kita duduk disana dulu" ajak Al menunjuk sebuah kursi.


Zifa mengangguk mengiyakan karna memang badannya sudah letih karna sejak siang tadi ia belum beristirahat.


"Aku ambil makanan dulu ya" ucap Al saat istrinya sudah duduk.


"Aku ikut"


"Nanti kamu capek, duduk disini aja"


"Nggak, aku mau ikut aja" paksa Zifa.


"Oke oke, kalau gitu ayo" Al menarik lembut lengan istrinya.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Al saat sudah didepan meja prasmanan.


"Apa saja"


"Ini mau?" Tunjuk Al pada makanan bernama rendang.


"Iya mau"

__ADS_1


Al pun mengambilkan makanan untuk istrinya.


"Jangan banyak banyak Al" kesal Zifa saat melihat suaminya mengambil begitu banyak makanan.


"Ini untuk kita berdua" jawab Al enteng.


"Tapi Al,.."


"Kamu malu?" Tanya Al lagi membuat Zifa langsung menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu" Al lanjut mengambil makanan lain.


"Al, aku mau es krim itu" bisik Zifa.


"Apa? Aku tidak mendenngarmu" ucap Al mendekatkan telinganya karna musik sudah mulai dinyalakan.


"Aku mau es krim"


"Oh, oke" Al pun juga mengambilkan eskrimnuntuk istrinya.


"Ayo kita duduk disana" ajak Al.


"Buka mulutmu"


Al menyuapi istrinya dan juga dirinya sendiri.


"Al, dari tadi anak kita menendang nendang terus" ucap Zifa mengusap perutnya.


"Benarkah? Apa sakit?" Tanya Al lalu mengusap perut buncit istrinya itu.


"Kadang kalo nendangnya kuat sedikit nyeri"


"Apa perlu kita kedokter?" Tanya Al yang khawatir pada istrinya.


"Tidak usah, mungkin dia sedang semangat"


"My boy, jangan buat momy mu kesakitan. Nanti kalau kau sudah lahir kau bisa bermain bersama dady, okey?"


Al terus saja mengusap perut istrinya hingga tendangan dari anaknya mulai berkurang.


"Sudah mendingan?" Tanya Al.

__ADS_1


"Iya, sudah sedikit berkurang"


"Nanti coba aku tanyakan pada dokter kandunganmu" ucap Al yang diangguki Zifa.


"Al hari ini aku ingin menginap disini ya?" Pinta Zifa.


"Kenapa memangnya?"


"Tidak apa apa aku hanya ingin menginap disini saja"


"Oke, hari ini kita menginap disini"


"Makasih Al" ucap Zifa tulus membuat Al mengangguk.


Didalam kamar,,


Nampak Al berbaring sambil mengusap perut buncit istrinya itu.


"Al, kalau aku memutuskan untuk tidak bekerja lagi bagaimana?" Tanya Zifa.


"Tidak apa apa, itu justru bagus. Lebih baik kau beristirahat dirumah saja"


"Hmm kupikur juga begitu. Sekarang badanku mudah sekali lelah"


"Aku justru lebih senang kau dirumah saja daripada ditempat kerja. Kau bisa datang ke kantorku kapan saja jika kau bosan"


"Benarkah?"tanya Zifa dengan mata berbinar.


"Iya sayang, semua untukmu" Al mengecup puncak kepala istrinya.


"Sekarang tidurlah, kau pasti lelah" Al mengeratkan pelukannya.


"Sebentar,," pinta Zifa.


"Ada apa lagi?" Al mengusap lembut pipi istrinya.


"Emm..." Zifa sedikit berfikir.


"Katakan saja tidak apa apa"


"Tidak jadi, kapan kapan saja"

__ADS_1


__ADS_2