Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Sesuai Janji


__ADS_3

"Halah, omongan kamu itu udah nggak bisa dipercaya sama sekali. Dulu pas hamil pertama kamu juga gini kan" sindir mama Tasya membuat pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Udah udah, cepet selesaiin gih sarapannya. Kamu ada jadwal meeting pagi kan?" Papa Roni menengahi.


"Iya pa"


Setelah selesai sarapan,


"Aku berangkat dulu" Rio mengusap perut istrinya lembut.


"Hmm iya" Kay mengangguk.


Hatinya menghangat melihat kepergian Rio. Akhirnya pria itu mau memenuhi permintaannya.


"Tidak apa apa walau semuanya hanya pura pura dan sementara, aku tetap menyukainya"


Sore harinya,,


Sesuai janjinya, Rio pulang sore hari. Ia memutuskan tak akan lagi pulang malam agar Kay tak merasa diabaikan.


"Rio, kau sudah pulang?" Tanya Kay yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya, sesuai janjiku kan"


Kay mengangguk paham


Setelah Rio selesai mandi ia mengajak istrinya ke taman belakang.


"Babymoon yuk" ajak Rio membuat Kay heran.


"Untuk apa?"


"Ya untuk liburan buar sama sama fresh sebelum kamu lahiran"


"Nggak ah, selama hamil aku belum pernah perjalanan jauh. Aku takut terjadi sesuatu padanya" Kay mengusap perutnya.


"Coba kita konsultasi dokter dulu. Kalo boleh kita berangkat" usul Rio.


"Ya udah deh"


"Nanti malem aku mau ke mall. Kamu mau ikut?"


"Nggah ah, nanti aku kecapekan lagi. Malah ngrepotin banyak orang" penjelasan Kay membuat Rio terdiam.


Rio baru sadar ternyata banyak aktivitas Kay yang harus terhenti karna kehamilannya yang bermasalah.


"Ya udah kalo gitu"


Malam harinya, Rio benar benar ke mall untuk mengambil barang pesanan nya berupa jam tangan mewah milik brand ternama.


Kaki pria itu melewati sebuah toko tas ternama. Matanya tak sengaja menatap sebuah tas cantik dipajang ditoko itu.


Kaki Rio melangkah memasuki toko itu.


"Mbak, bungkus tas ini ya" pinta Rio langsung tanpa melihat yang lain dulu.

__ADS_1


"Kebetulan sekali, tas ini best seller brand ini yang baru saja launcing"


"Ya, terserah. Cepat bungkuskan" pelayan toko itu mengangguk.


"Ini tuan, totalnya 115 juta rupiah"


Rio menyodorkan atm nya untuk membayar tas mahal itu.


Setelah menyelesaikan pembayaran, Rio kembali kerumah.


"Kau belum tidur juga?" Tanya Rio melihat istrinya masih membuka matanya.


"Iya, aku menunggu pesananku"


Memang benar, tadi Kay menelpon Rio agar membelikannya es krim.


"Oh, ini" Rio menyodorkan es krim itu.


Untung saja tadi tidak lupa membelinya. Bayangkan jika sampai terjadi pasti istrinya itu akan kesal.


"Coba lihat mana jam tangan barumu" tanya Kay kepo.


Rio membuka kotak jam tangannya.


"Seperti ini"


"Wahh memang bagus sekali. Berapa memangnya?"


"Murah"


"Berapa?" Desak Kay lagi.


"Ohh" Kay manggut manggut mengerti.


Ia tahu harga jam tangan itu mahal. Ia juga tak heran lagi orang sekelas Rio mengenakan jam tangan itu. Karna dulu papa angkatnya Bryan Hendrawan juga biasa mengenakan jam seharga mobil mewah.


"Ini untukmu" Rio menyerahkan paperbag pada istrinya.


"Apa ini?"


"Buka saja"


Kay antusias membuka paperbag itu.


Matanya membola sempurna melihat tas cantik didalam kotak itu.


"Ri rio, Kau membelikanku ini?" Tanya Kay tak percaya karna sejujurnya ia sudah mengincar produk ini dari sebelum produk ini dirilis.


"Iya, untukmu"


"Ini harganya mahal sekali. Apa kau tidak sayang? Aku bisa membelinya sendiri dengan uang tabunganku" protes Kay karna tau tas itu mahal.


"Tidak apa apa, anggap saja itu hadiah aniversary kita 3 hari lagi"


"Kau mengingatnya?" Mata Kay berbinar.

__ADS_1


"Iya, aku sangat ingat. Ini adalah aniversary pernikahan kita yang ke 3 tahun"


Senyum Kay mengembang


"Apa kau tak menginginkan sebuah resepsi" tawar Rio.


"Tidak, lagian untuk apa?"


"Ya untuk kenang kenangan"


"Aku bahkan tidak yakin rumah tangga kita akan bertahan" ceplos Kay.


"Maksudmu?"


"Tidak, tidak jadi"


Kay cukup senang diberi hadiah seperti itu. Ya walaupun pria itu pernah beberapa kali memberinya hadiah, namun rasanya ini paling berkesan karna pria itu mengatakan secara langsung bahwa ini adalah hadiah aniversary pernikahan mereka.


"Eh Rio,"


"Iya?"


"Kau tadi menawariku resepsi kan?"


"Iya, lalu?"


"Daripada resepsi aku lebih ingin mengadakan acara tujuh bulanan lagi. Dan juga foto berdua di studio foto untuk mengabadikan kehamilanku" pinta Kay.


"Baiklah, aku akan menyiapkannya nanti"


"Oh ya satu lagi,"


"Apa?"


"Nanti saat aku melahirkan kau harus menyewa seorang videografer untuk mengabadikan momennya. Aku memiliki beberapa file foto studioku sendiri selama awal hamil sampai sekarang. Aku ingin menjadikannya video pendek" pinta Kay ragu karna tau permintaannya itu pasti memakan biaya besar karna pasti untuk take video saja pasti Rio harus booking ruangan mewah. Belum lagi biaya pembuatan video yang tak murah.


"Oke, apapun untukmu"


"Tapi Rio,"


"Apalagi?"


"Biayanya mahal. Kemarin aku baru saja menanyakannya ke videografernya. Ternyata harganya mencapai 300 jutaan tapi sudah lengkap mendapat File dan juga album bukunya beserta 1 figura besar"


"Tidak apa apa, itu bukan hal sulit. Nanti aku siapkan"


Kay mengangguk semangat


"Yasudah, istirahatlah. Besok kau harus kontrol kesehatan sekaligus cek kandungan" Rio mengingatkan.


"Kau mau menemaniku?" Tanya Kay karna suaminya tak pernah menemaninya.


"Besok kupikirkan lagi, aku besok ada meeting. Jika ada waktu aku akan mengabarimu"


"Baiklah"

__ADS_1


"Istirahatlah, sudah malam"


Kay segera berbaring lalu memejamkan matanya.


__ADS_2