Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Awal yang Baru


__ADS_3

tangis Kay pecah melampiaskan amarahnya. rasanya udara malam membuatnya ingin berteriak sekencang kencangnya.


setelah dirasa cukup, Rio mulai menormalkan kecepatannya.


"kau puas?" tanya Rio mengusap telapak yang melingkar diperutnya.


Kay hanya diam tak merespon


pria itu membawa istrinya pulang karna hari sudah sangat larut.


..


dirumah


"Kay" panggil Rio melihat istrinya baru selesai membersihkan wajahnya.


"Kau tadi menangis?" Rio menangkup pipi istrinya lalu ditepis pelan oleh Kay.


"tidak, kenapa menangis?" elak Kay.


"mungkin kau cemburu. kurasa kau salah paham, aku dan Nesya tidak..."


"tidak usah dijelaskan. tidak penting juga" senyum Kay terlihat kaku.


"harus dijelaskan, aku dan dia tak ada hubungan apapun. kita hanya sebatas rekan kerja"


"oh" jawab Kay singkat.


"kau marah?"


"untuk apa marah? kita tidak seakrab itu kan?"


Rio hanya menghela napssnya berat


"kenapa kau jadis eperti ini, kau bukan Kay yang aku kenal"


"seperti apa? bukankah duku aku juga begini?"


Rio menggeleng


"tidak perlu khawatir, kau bahagia aku juga bahagia. itu saja, kebahagiaan itu simple" jawab Kay raman namun semakin membuat hati Rio sakit.


"aku mandi dulu" Rio menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri.


Kay masih duduk bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya.


setelah selesai mandi, Rio menyusul istrinya duduk di ranjang.

__ADS_1


"Kay" panggil Rio.


"hmm, ada apa?" Kay meletakan ponselnya di nakas.


"apa kau sedang datang bulan?" pertanyaan Rio membuat Kay menggeleng.


"aku menginginkanmu" Rio mendekat lalu merengkuh tubuh mungil itu.


"boleh ya?" pinta Rio memohon.


mau tak mau Kay mengijinkan suaminay itu karna memang kewajibannya. dan sudah lebih dari setahun pria itu tak menyentuhnya dengan berbagai pertimbangan kesehatannya.


"arghh, Rio sakit" pekik Kay merasakan sakit dibagian intinya.


"maaf, tapi bagaimana bisa sakit?" tanya Rio heran masih dengan posisinya.


"mana kutau, kita sudah lama tidak seperti ini. jelas saja rasanya sakit" kesal Kay.


"maaf" Rio mengusap lembut pipi istrinya.


"sudah mendingan kan?" tanya pria itu lagi membuat Kay mengangguk.


mereka melanjutkan aktivitasnya


pagi hari,


"Kau punya pil penunda kehamilan?" tanya Rio.


"tidak ada, memangnya kenapa?"


"kau tak meminumnya? semalam kita telah melakukannya lagi"


"kenapa harus ada pil penunda kehamilan?"


"aku belum mau punya anak lagi. Rean sudah lebih dari cukup" jawab Rio.


Kay hanya diam


"hanya sekali, belum tentu jadi juga" elak Kay tak mau ambil pusing.


"kata siapa? nyatanya saat hamil oertama hanya sekali juga langsung jadi" ceplos Rio membuat Kay kembali berfikir.


"lalu aku harus bagaimana, minum pil pun juga sudah terlambat" jawab Kay cuek.


.Rio hanya menghela napasnya lalu lanjut bersiap untuk bekerja.


3 bulan berlalu,,

__ADS_1


hubungan Kay dan Rio tetap sama. mereka harmonis di depan semua irang, nyatanya jeduanya tak merasakan hal yang sama.


kesibukan Rio di dunia kerja membuat Kay juga harus ikut menyibukan diri enggan berfikir negatif terhadap suaminya itu.


"kau merias tipis wajahmu? mau kemana?" tanya Rio heran.


"tidak kemana mana, memangnya kenapa?" tanya Kay balik.


"tumben" batinnya.


"kau tidak kerja?" tanya Kay melihat pakaian kasual suaminya.


"tidak"


"kenapa memangnya?"


"hari ini tak ada agenda penting. jadi lebih baik aku dirumah"


"ohh" Kay manggut manggut mengerti.


"lebih baik kita jalan jalan hari ini, bagaimana?" tawar Rio.


"jalan jalan?" Kay mengernyit.


"iya, hanya berdua. tanpa Rean"


"lalu bagaimana dengan Rean?" protes Kay.


"ada baby sitter, kenapa pusing"


"memangnya mau jalan jalan kemana?"


"pantai bagaimana?"


Kay mengangguk setuju


wanita itu langsung mengganti bajunya dan segera menyusul Rio yang sudah di garasi.


keduanya hening sepanjang perjalanan,


hingga tak sadar ternyata sudah sampai disebuah dermaga tempat kapal berhenti.


"kenapa kesini? katanya ke pantai" peotes Kay.


"kita akan ke pulau seberang, jadi harus dengan menggunakan kapal"


Kay heran tapi tetap menuruti ucapan suaminya itu.

__ADS_1


mereka menggunakan kapal fery yang sudah disewa pribadi oleh Rio.


__ADS_2