Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Sangat Serasi


__ADS_3

Zifa berjalan menuju depan meja rias nya.


"Al, kesini!" Teriak Zifa.


"Apa sih yang, aku kan cuma dibelakang kamu. Nggak perlu pake teriak teriak kalik"


"Bodo amat, cepet kesini" kesal Zifa.


Al mendekat ke arah istrinya


"Duduk disini" titah Zifa agar suaminya duduk dikursi sampingnya.


"Ada apa yang?" Tanya Al bingung.


"Nggak usah banyak tanya. Diem, okey" titah Zifa membuat Al mengangguk.


Zifa mengambil beberapa skincare milik nya


"Loh yang, ini apa?" Tanya Al bingung saat istrinya memasangkan sebuah sheetmask diwajahnya.


"Ini masker biar tambah glowing"


"Tapikan aku udah mulus yang" protes Al.


"Muka itu dirawat, nggak cukup kalau cuma sabun muka doang" ucap Zifa sembari membenarkan posisi masker itu.


Zifa sendiri pun memasang masker untuk dirinya sendiri.


"Sayang, itu aman buat ibu hamil?" Tanya Al.


"Aman"

__ADS_1


Setelah beberapa saat Zifa melepas masker milik suaminya lalu memijat wajah Al dengan lembut.


"Hmm ternyata begini rasanya diurus istri" batin Al.


"Makasih sayang" ucap Al lalu memeluk tubuh istrinya itu.


"Hmm"


Al berjongkok didepan istrinya itu lalu menempelkan wajahnya diperut buncit istrinya.


"Hmm, ternyata anak dady aktif nendang terus ya" ucap Al sembari menciumi perut istrinya.


"Al, geli" protes Zifa.


"Sayang, sebentar aku masih nyaman seperti ini" Al membenamkan wajahnya diperut istrinya itu dan merasakan beberapa tendangan tepat diwajahnya.


"Al, udah jam 7" protes Zifa lagi.


Al memakai kemeja berwarna rose pink seperti permintaan istrinya.


Sedangkan Zifa mengenakan dres pesta yang berwarna rose pink juga.


Al memeouk istrinya yang masih sibuk berdandan didepan kaca.


"Lihatlah, kita jadi sangat lucu dan serasi" ucap Al.


"Cih, serasi apa?!" Kesal Zifa.


"Ya pasangan serasi. Pakai baju kompak, pas kamu lagi hamil lagi"


"Al, apaan sih" Zifa merona karna ucapan suaminya membuatnya mengingat kegiatan 'panas mereka.

__ADS_1


"Apa sayang?" Goda Al tambah mengeratkan pelukannya.


"Al lepas" kesal Zifa.


"Oke oke, ayo kita berangkat" Al menggandeng tangan istrinya.


Beberapa saat kemudian Al dan Zifa sudah sampai dimansion utama Danendra.


"Aa menantu mama udah sampe" mama Sofi memeluk menantunya.


"Aduhh calon cucu oma udah tambah gede aja" mama Sofi mengusap perut menantunya dan mendapatkan beberapa tendangan dari calon cucu nya.


"Ayo, ikut mami. Biar mama kenalin sama temen temen mama. Biar Al nyambut rekan bisnisnya dulu" mama Sofi menarik lengan menantunya itu.


"Jeng, ini lihat menantuku. Cantik banget kan?"


"Wahh ini putrinya bungsunya tuan Bryan ya jeng?" Tanya teman mama Sofi.


"Iya, dan sekarang udah jadi menantuku. Mana sekarang lagi hamil lagi" mama Sofi mengusap perut buncit menantunya.


"Kamu dan Al memang sangat serasi. Yang satunya ganteng, satunya lagi cantik" puji teman mama Sofi itu.


"Ya sudah nak, sana susul suamimu gih. Nanti Al nyariin kalau kelamaan" ucap mama Sofi lembut.


"Iya ma, ini ada sedikit hadiah dari aku dan Al" Zifa menyerahkan 2 paperbag berlogo brand kelas atas yang bisa dipastikan harga tiap produknya ratusan juta hingga mencapai milyaran rupiah.


"Ahh makasih nak, kalian malah repot repot kasih mama papa kayak gini"


"Nggak repot sama sekali kok ma" jawab Zifa tersenyum.


"ya udah ma, Zifa nyusul Al dulu" u

__ADS_1


jangan lupa Like dan Komen guyss


__ADS_2