Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Melanggar Janji?


__ADS_3

"Ah iya, sepertinya memang aku terlalu banyak aktifitas, jadinya begini" ucap Al.


ia segera membasuh hidungnya lalu segera merebahkan dirinya dikamar pribadi di dalam ruangan itu.


Sore hari,,


Al terbangun dengan tubuh yang sudah lumayan segar dibanding sebelumnya.


Ia segera keruangan istrinya karna sudah waktunya jam pulang kerja.


"Ayo sayang kita pulang" Al merangkul sang istri.


Malam hari,


"Al kau mau tidur disofa?" Tanya Zifa basa basi.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Disini saja" Zifa menepuk bagian ranjang yang kosong.


"Memangnya kenapa?"


"Emm, itu, anu... Sepertinya anak kita ingin dekat dengan dady nya" Zifa beralasan.


"Benarkah?" Mata Al berbinar.


"He em" Zifa menganggukan kepalanya.


Al pun langsung ikut berbaring diranjang empuk itu.


"Kemari, biar aku memelukmu" ucap Al.


Zifa pun mendekatkan tubuhnya dengan sang suami.


"Tidurlah" Al mengusap usap perut istrinya itu.


Pagi hari,


Al lebih dulu bangun dari tidurnya.


Ia mencium pipi istrinya yang masih terlelap itu.


"Semoga dengan kehadiranmu bisa mendekatkan hubungan momy dan dady" gumam Al mengusap perut istrinya.

__ADS_1


Ia pun langsung membersihkan dirinya.


Setelah selesai ia membangunkan sang istri.


"Sayang, bangun. Udah siang loh"


"Hmm iya bentar"


"Ya udah, hari ini kamu dirumah aja nggak usah kerja" Al mengusap kepala istrinya.


Mendengar kata kerja membuat Zifa langsung membuka matanya.


"Aku mau kerja" ucap Zifa langsung bangun dari pembaringannya.


"Sayang, jangan seperti itu. Kata dokter kan bangun tidur harus perlahan"


"Ah, aku lupa" Zifa mengusap perutnya.


"Ya sudah, kalau gitu kamu mandi gih"


Zifa pun langsung membersihkan tubuhnya


Ceklek,,


"Sayang, ini susu kehamilan untukmu" Al menghampiri istrinya yang sedang merias wajahnya.


"Bentar"


"Sayang, lebih baik minum susu dulu. Kalau diminum nanti makeup mu jadi belepotan"


Zifa pun menerima gelas berisi susu kehamilan itu dan segera meminumnya hingga tandas


"Sudah" Zifa kembali menyerahkan gelas kosong itu pada istrinya.


Al mengembalikan gelas itu ke dapur.


"Sayang, udah belum dandanny? Kalau udah ayo sarapan dulu" Al menghampiri sang istri.


"Sudah"


"Ayo" Al menarik lembut pergelangan tangan istrinya.


"Al jangan seperti ini" Zifa melepaskan lengan suaminya.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?"


"Aku risih"


"Maaf membuatmu tidak nyaman" sesal Al.


"Tidak apa apa"


Setelah selesai sarapan,,


Dimobil,,


"Al, nanti aku ingin bertemu dengan temanku"


"Siapa?"


"Ada, dia teman dekatku"


"Laki laki?" Tebak Al.


"Iya, aku sudah menunda pertemuan dengannya sejak kita menikah. Jadi aku ingin bertemu dengannya sore nanti"


"Apa dia itu laki laki yang kau maksud dulu?" Tanya Al memastikan.


"Iya, dia orangnya. Aku sudah dekat dengannya hampir satu tahun ini. Jadi kurasa kau harus memaklumi nya"


"Tapi..."


"Al, jangan bilang kau akan melanggar janjimu. Kau sendiri yang mengatakan aku bisa berhubungan dengan laki laki lain setelah aku hamil" potong Zifa.


"Emm, o okay.. apapun untukmu" ucap Al mengusap telapak tangan istrinya sejenak lalu kembali fokus ke jalan didepannya.


Sesampainya dikantor, Al dan Zifa keruang kerjanya masing masing.


Sejenak Al sedikit frustasi kala mengingat ucapan istrinya.


"Kenapa malah jadi seperti ini?" Gumam Al mengusap wajahnya kasar.


"Kau kenapa bos?" Tanya asisten Rio yang kebetulan memasuki ruang kerja sang bos.


"Tidak apa apa, hanya sedikit pusing saja"


"Oh" Asisten itu manggut manggut mengerti.

__ADS_1


__ADS_2