Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Cuci Darah


__ADS_3

"Kalau begitu, saya sarankan hari ini anda melakukan cuci darah sekalian. Mumpung hari ini ada satu dokter yang tidak ada jadwal menangani pasien. Jika di jadwalkan lain waktu akan memerlukan waktu lama karna disini juga ada beberapa jadwal cuci darah dari pasien lainnya"


"Baik dok, saya mengikuti saran dari anda"


"Baiklah"


Al mendaftar di bagian resepsionist agar bisa melakukan cuci darah hari itu juga.


Al menelpon asistennya agar datang kerumah sakit sekedar menemaninya.


Beberapa saat kemudian.


"Bos, hari ini kau memulai cuci darahmu?" Tanya Asisten Rio yang baru saja sampai.


"Iya, doakan semoga hari ini lancar dan aku bisa segera sembuh"


"Iya bos, semoga kau cepat sembuh" Asisten Rio menepuk bahu bos sekaligus sahabatnya itu.


Beberapa menit kemudian Al memasuki ruangan itu.


"Semoga ini jalanku untuk sembuh" gumam Al.


Dokter pun memulai tindakannya


Beberapa jam kemudian Al sudah selesai cuci darah.


Al merasakan badannya terasa lemah


"Bagaimana bos rasanya?" Tanya Asisten Rio kepo.


"Lemas sih" jawab Al sembari bangun dari pembaringannya.


"Mau langsung pulang bos?" Tanya asisten itu.

__ADS_1


"Emangnya ini jam berapa?"


"Jam 1 siang"


"Aku mau makan siang dulu habis itu baru ke kantor"


"Langsung kerja bos?" Tanya asisten itu heran.


"Iya"


Sore hari,,


Al kembali kerumah danendra seperti tidak terjadi apa apa.


"Mbak, istri saya dimana?" Tanya Al saat baru saja memasuki rumah.


"Dikamar tuan, sepertinya nyonya Zifa sedang istirahat"


Ia segera berjalan menuju kamar. Ia melihat istrinya sedang tertidur lelap.


Al memandangi wajah teduh itu lalu mendekat dan mengusap pipi istrinya yang mulai chuby itu.


"Aku tidak tau bagaimana jika nanti tuhan berkehendak lain untukku. Tapi satuhal yang bisa aku lakukan saat ini hanya opitimis untuk sembuh" batin Al.


Al pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian,,


Ceklekk


Al membuka pintu kamar mandi tanda sudah selesai.


Badannya sudah kembali segar. Ia melihat istrinya sudah duduk bersandar diranjang dengan laptop dipangkuannya sambil memakan cemilan.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah bangun?" Al mendekati istrinya.


"Cepat pakai bajumu sana!" Usir Zifa.


"Nggak ah, males pake baju" goda Al lalu memeluk tubuh istrinya.


"Al, cepat pake baju!" Kesal Zifa.


"Kalo aku nggak mau gimana?" Goda Al lagi.


"Al..," Zifa menekankan kata katanya membuat Al mau tidak mau segera ke walk in closet untuk memakai pakaiannya.


"Sayang, kamu udah makan?" Tanya Al kembali mendekat ke arah istrinya.


"Belum"


"Ya udah, ayok makan malam dulu" ajak Al.


Al dan Zifa turun kelantai bawah dan makan malam bersama mama Sofi dan papa Farhan.


"Ngomong ngomong kalian mau ngadain syukuran 7 bulanannya kapan?" Tanya mama Sofi.


"Belum tau ma, karna beberapa hari lagi Al mau ngajak Zifa ke paris"


"Ngapain sampe ke paris?" Tanya mama Sofi kaget.


"Al ada urusan kerjaan sekalian mau liburan disana ma"


"Tapi Al, istrimu itu udah hamil besar. Apa nggak kasian perjalanan sejauh itu. Lagipula pasti istrimu kelelahan" mama Sofi menasehati.


"Al udah konsul sama dokter dan dokter bilang aman asalkan nggak terlalu capek"


"Ya udah kalau itu keputusan kalian. Yang penting jangan sampe gara gara mau liburan bikin Zifa dan janinnya kesusahan" mama Sofi menasehati.

__ADS_1


__ADS_2