Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Operasi


__ADS_3

"Pa, ma Al pamit dulu ya" Al menyalami kedua mertuanya itu.


"Iya nak, hati hati disana"


Al beralih menatap istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Sayang, aku berangkat dulu ya kamu baik baik disini" Al mengusap puncak kepala istrinya itu.


Al beralih mengusap perut istrinya


"Anak dady jangan rewel ya selama nggak ada dady"


Cup


satu kecupan mendarat di kening sang istri.


Zifa masih saja diam tak membalas ucapan suaminya itu.


Al tak mempermasalahkan sikap istrinya itu.


Al menarik kopernya hendak keluar dari ruangan itu.


"Al" langkah Al terhenti saat mendengar panggilan istrinya.


Al tidak tega melihat mata istrinya sudah berkaca kaca siap akan menangis.


Zifa langsung berhembur memeluk tubuh suaminya itu.


"Hati hati ya Al, jangan lupa kabari aku terus"


"Iya sayang" Al melepas pelukan itu lalu mengusap air mata istrinya yang mengalir dari mata istrinya itu.


"Udah ya jangan nangis terus, kasian anak kita ikut sedih. Kamu sehat sehat ya disini" Al kembali mencium puncak kepala istrinya itu.

__ADS_1


Ia kembali melangkahkan kakinya keluar menyeret koper.


Al menghela napasnya berat tepat saat ia sampai didepan pintu keluar mansion itu.


"Tuhan, aku hanya berharap bisa kembali dalam keadaan bernafas dan bisa menginjakan kaki dirumah ini untuk menjemput istriku" batin Al memohon.


Al diantar sopir menuju bandara karna tadi ia menolak tawaran papa Bryan untuk mengantarkannya ke bandara.


"Zifa, udah kasian anak kamu" mama Mia menenangkan putrinya yang masih saja menangis.


Beberapa jam kemudian Al sampai di negara X yang merupakan negara tetangga yang terkenal dengan kecanggihan alat medisnya.


Ke esokan harinya,,


Setelah menjalani beberapa test hari ini juga Al melakukan operasi tlansplatasi ginjal.


Ia juga mengajak asisten Rio untuk menemaninya dan juga untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan nantinya.


Tutt


Panggilan video terhubung


"Morning sayang" sapa Al pada sang istri.


"Pagi juga, kamu dimana?"


"Ini masih dihotel yang"


"Belum berangkat kerja?" Tanya Zifa karna tau betul waktu ditempat suaminya lebih cepat 1 jam.


"Belum sayang, habis ini ada meeting sama klien. Oh ya, mungkin setelah ini aku bakal jarang ngabarin kamu karna aku mau ngebut kerjaan disini biar cepet selesai" Al beralasan.


"Lohh kok gitu" Zifa cemberut.

__ADS_1


"Sayang, ini semua kan demi kita. Semakin aku cepet pulang kan semakin baik"


"Ya udah deh nggak papa" Zifa pasrah.


"Udah ya yang, aku mau berangkat kerja dulu"


"Iya, hati hati disana"


"Iya sayang, kamu jaga kesehatan ya muahh"


Al menutup panggilan telepon itu


Al memandangi ruang rawatnya yang sudah didesain khusus persis seperti hotel agar kapan saja ia mengabari Zifa, istrinya itu tak akan curiga.


Beberapa saat kemudian beberapa dokter dan perawat memasuki ruangan Al.


"Tuan Al, anda sudah siap untuk operasinya?"


Anggep aja pake bahasa inggris gaess


"Sudah dok"


"Baiklah, kita mulai prosedur operasinya ya tuan Al"


"Baik dok"


Dokter itu mulai memasang infus dipunggung tangan Al. Dokter sudah memberikan beberapa suntikan pada Al hingga ia sudah tidak sadar karna pengaruh bius.


Sedangkan di indonesia


"Ma, kok perasaan Zifa nggak enak ya?" Zifa bertanya pada sang mama.


"Mungkin cuma perasaanmu aja nak"

__ADS_1


__ADS_2