Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Aku Lelah


__ADS_3

"Jangan seperti ini, aku mau kita terus bersama. Aku tidak mau, maafkan ke egoisanku. Aku lalai menjadi istrimu sampai tidak tahu hal seperti ini" tangis Kay tersedu.


"Siapa bilang kau lalai? Kau sudah berhasil menjadi seorang istri yang baik. Maafkan aku tidak bisa mengungkapkan isi hatiku secara gamblang. Aku tidak mau hal seperti ini terjadi"


"Rio, kau harus berjanji untuk sembuh. Kita berjuang bersama untuk kesembuhanmu"


Rio tidak menjawab


"Aku titip Rean padamu. Aku percaya kau mampu menjaganya" lirih Rio tersenyum.


Kay hanya terus menangis


"Jangan seperti ini, bagaimana bisa kau egois seperti ini. Dulu kau bersikeras menikahiku dan sekarang kau ingin meninggalkanku begitu saja?"


"Maaf,.."


"Maafmu tidak berguna, aku mohon sembuhlah demi aku dan anak kita. Jangan pernah menyerah, jangan menyakitiku dengan cara seperti ini" air mata wanita itu sudah tak terbendung.


"Aku lelah, aku ingin isyirahat" bisik Rio.


Perlahan mata itu tertutup damai


"Rio, Rio kau kenapa?"


Kay yang panik menggoncang tubuh dingin pria itu.


"Rio!" Teriakan Kay membuat semua keouarga memasuki Ruangan itu begitupula dokter.

__ADS_1


Dokter memeriksa keadaan Rio, nampak wajah dokter itu langsung lesu.


"Gimana dok? Suamiku baik baik saja kan? Hanya istirahat kan? Hanya tidur kan?" Tanya Kay beruntun.


"Harus dilakukan operasi hari ini juga"


"Lakukan saja dok" jawab Kay cepat.


Hening


Semuanya terdiam, Kay menengok ke kanan dan ke kiri melihat semua orang terdiam.


"Kenapa kalian semua diam hah?! Suamiku diambang maut!" Marah Kay.


"Kesempatan selamatnya sangat kecil. Ini bukan operasi kecil. Selain itu beberapa alat penunjang tidak tersedia disini"


"Yasudah bawa keluar negeri saja"


"Lalu saya harus bagaimana?"


Dokter itu hanya diam


"Papa, ayo urus keberangkatan Rio keluar negeri sekarang juga" Kay memohon pada mertuanya.


"Kayla, sudah jangan seperti ini. Ayo kita ikhlaskan Rio saja. Kasian dia sudah berjuang sejauh ini" papa Roni mengusap pundak menantunya.


"Apa papa bilang? Ikhlas?! Papa kira semudah itu setelah kita bersama beberapa tahun ini?! Ada Rean yang harus kuperjuangkan pa!" Amarah Kay memuncak.

__ADS_1


Semuanya terdiam,


"Kalau begitu biar aku sendiri yang urus" kekeh Kay.


Wanita itu merogoh ponselnya, menelpon asisten kepercayaan suaminya.


"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?"


"Siapkan pesawat pribadi ke negara A dalam waktu 2 jam lagi. Urus semua dokumen dan lainnya"


"Untuk apa nyonya?" Asisten itu bingung.


"Jangan banyak bertanya cepat lakukan tugasmu!" Tegas Kay membuat asisten itu patuh.


Kay langsung menelpon seorang dokter yang diketahui merawat Rio saat dinegara A. Kay mendapat informasi itu dari Al. Dan entah kebetulan atau apa, ternyata dokter itu adalah teman Kay dulu saat SMA.


"Halo, dengan dokter Rayyan ada yang bisa saya bantu?" (Anggep aja pake bahasa asing)


"Halo Rayyan, ini aku Kayla"


"Kayla? Kayla siapa?"


"Aku Kayla andini temanmu saat Sma"


"Oh ya ampun, bagaimana kabarmu?"


"Jangan banyak tanya dulu. Bantu aku"

__ADS_1


"Bantu apa?"


...jangan lupa like dan komennya ya gaes yaaa...


__ADS_2