Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Al Mimisan


__ADS_3

"Iya, suamimu yang minta aku pindah kesini"


Zifa menatap Al penuh tanya


"Aku pikir kau pasti lebih nyaman jika ada sahabatmu disini" Al mengusap puncak kepala istrinya.


"Makasih Al" ucapnya tulus yang diangguki Al.


"Ya sudah, nanti asistenku akan datang kesini dan mengajari kalian secara langsung. Kalian berdua kan dari devisi pemasaran kan. Jadi nanti asistenku akan mengajari kalian" ucap Al.


Zifa dan Kay mengangguk paham


"Ya sudah, aku kembaki ke ruang kerjaku dulu" ucap Al lalu meninggalkan 2 wanita itu.


Beberapa saat kemudian asisten Al sudah datang.


"Perkenalkan saya Rio asisten tuan Al, dan disini saya yang akan membimbing nyona Zifa dan juga nona..." Rio memberhentikan ucapannya karna tak tau nama gadis disamping istri bosnya itu.


"Kayla, panggil aku Kay" Kayla seakan paham asisten itu tak tahu namanya.


"Oh ya nona Kay"


"Mari langsung kita mulai saja" pria tampan itu membimbing dan mengarahkan Zifa dan Kay secara bergantian.


Setelah dirasa cukup asisten Rio meninggalkan Zifa dan Kay.


Jam makan siang,,


Al mendatangi ruangan Zifa.


"Sayang, makan siang yuk" ajak Al merangkul istrinya.

__ADS_1


"Ouwhhhh so sweet.. kalian kok sweet banget sih, jadi pengen nikah kan gue" canda Kay.


"Ya nikah tinggal nikah aja kok repot" sinis Zifa.


"Nahh masalahnya sama siapa?"


"Dasar buaya betina, ternakan buaya lo noh banyak masih nanya sama siapa. Tinggal klik langsung jadi"


"Emang dikira pesen ojek online klik langsung jadi"


"Kak Devan nganggur, kak Zio nganggur, asisten Rio juga nganggur tuh. Kelas kakap semua itu" goda Zifa.


"Kalo gue suruh milih ya gue pilih suami lo, dah ganteng, bodygoals, kaya, penyayang, manis lagi" canda Kay.


"Enak aja lo kalo ngomong"


"Udah udah, ayo kita makan bareng aja dikantin" ajak Al.


"Beneran nih pak? Ditraktir nggak nih? Itung itung syukuran kehamilan Zifa" canda Kay lagi.


Sesampainya dikantin Al menarikan kursi untuk istrinya.


"Ayo duduk"


"Al, aku ini hamil bukan sakit" kesal Zifa karna suaminya terlalu posesif.


Al hanya tersenyum menanggapi kekesalan istrinya.


"Kamu mau makan apa?"


"Apa saja"

__ADS_1


"Dududu,, asisten Rio, sepertinya kita hanya ngontrak disini" cetus Kay menyindir bosnya itu.


Asisten Rio hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan gadis didepannya itu.


"Kalian pesan saja apa yang kalian mau"


"Beneran nih pak Al?"


"Iya"


Merekapun makan siang bersama


"Ini nanti untuk cemilanmu" Al menyerahkan sebuah kotak berisi potongan buah buahan.


"Makasih" Zifa menerima kotak itu lalu pergi dari kantin dan segera kembali ke ruang kerjanya.


Al pun kembali ke ruang kerjanya


Ia menyandarkan tubuhnya yang sangat terasa letih. Kepalanya pun mendadak pusing entah karna apa.


"Kenapa bos?" Tanya asisten Rio kala melihat sang bos tak seperti biasanya.


"Tidak apa apa, hanya sedikit lelah saja"


"Lebih baik kau istirahat saja bos, lagi pula tidak ada meeting hari ini"


"Hmm kau benar sepertinya memang aku butuh istirahat sejenak" ucap Al masih memegang pangkal hidungnya.


"Bos, kau tadi kejedot?" Tanya Asisten Rio.


"Tidak, memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Kau mimisan bos" ucap asisten itu lalu menyerahkan sebuah tisu pada bos nya.


"Ah iya, sepertinya memang aku terlalu banyak aktifitas, jadinya begini" ucap Al ia segera membasuh hidungnya lalu segera merebahkan dirinya dikamar pribadi di dalam ruangan itu.


__ADS_2