
"Bik, Zifanya ada?" Tanyanya ketika sudah berada didepan pintu mansion megah itu.
"Ada tuan, sebentar saya panggilkan. Silahkan duduk dulu"
Al pun duduk dikursi tamu,
Tak lama kemudian minuman datang diantar oleh seorang pelayan yang diikuti papa Bryan dibelakangnya.
"Terimakasih" ucapnya tulus pada pelayan itu.
"Hari ini kalian mau mencari mahar?"
"Iya om, tergantung Zifa nanti maunya apa sekalian nanti mau foto buat berkas ke KUA" kini panggilan Al terhadap papa Bryan telah berubah.
"Aku mempercayakan putriku padamu. Jangan mengecewakannya untuk kedua kalinya" papa Bryan menepuk pundak pria tampan itu.
Beberapa saat kemudian, Zifa berjalan keruang tamu dengan penampilannya yang mengenakan kemeja putih dan rok plisket dibawah lutut berwarna cream senada dengan pakaian Al.
"Jadi ceritanya kalian couple an gitu pakaiannya?" Goda papa Bryan.
"Enggak pa, kebetulan aja. Kalau gitu Zifa mau ganti rok dulu" gadis itu beranjak meninggalkan ruang tamu.
"Eh nggak usah, gini aja malah bagus kok. Udah buruan berangkat gih, kan masih ngajuin berkas ke KUA juga kan?" Papa Bryan mencegah sang putri.
Akhirnya mau tidak mau Zifa memakai pakaian yang sama dengan milik Al.
"Ya udah om, Al sama Zifa pamit dulu ya om" Al menyalami calon mertuanya itu.
Dimobil
__ADS_1
"Enaknya kita foto buat berkas pernikahan dulu apa ke mall dulu?" Tanya Al.
"Terserah" jawab Zifa vuek sembari menatap keluar jendela.
"Kita urus berkas pernikahan aja dulu ya, biar lega" usul Al.
"Hmm"
Tujuan pertama mereka adalah studio foto untuk pas foto sebagai syarat ke KUA.
"Nggak sekalian foto prewed kak?" Tawar fotografer itu.
"Nanti aja kalau ada waktu lagi, soalnya hari ini mau nyerahin berkas ke KUA dulu" jawab Al lembut.
Setelah sesi foto selesai, Al dan Zifa menyerahkan berkas persyaratan pernikahan ke KUA terdekat dan berkas itu akhirnya bisa lolos sesuai tanggal pernikahan yang mereka tentukan.
Tujuan kedua mereka adalah mall
Al berusaha menggandeng tangan calon istrinya namun langsung ditepis begitu saja oleh Zifa.
Al berusaha tetap tersenyum, ia harus bersabar karna pasti Zifa masih sangat marah padanya atas kejadian beberapa hari yang lalu.
"Kamu mau pesen apa?" Tanyanya menyodorkan buku menu.
"Terserah"
"Sushi mau?" Tawar Al yang tau makanan kesukaan gadis itu.
"Hmm"
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka berdua berjalan mengelilingi mall itu.
"Kira kira kita harus beli apa aja ya?"
Zifa hanya mengedikan bahu nya malas
" Ya udah, kita ke toko perhiasan aja dulu"
Mereka pun sampai ditoko perhiasan
"Aku ingin melihat 2 set koleksi terbaru toko ini" pinta Al.
Pelayan toko disana pun menunjukan beberapa set perhiasan mewah kehadapan Al.
Al mencobakan beberapa cincin ke jari manis Zifa.
"Aku ambil yang 2 set yang ini, dan aku juga minta sepasang cincin pernikahan" pinta Al lagi.
Saat memilih milih cincin, mata Al tak sengaja menatap sebuah cincin bermotif kupu kupu dengan berlian berbentuk hati ditengahnya.
"Aku ingin melihat yang ini"
"Tapi ini bukan cincin pernikahan tuan"
"Tidak apa apa, aku ingin melihatnya"
Pelayan itu mengambilkan cincin permintaan Al.
Al memasang cincin itu yang ternyata sangat pas dijari manis Zifa.
__ADS_1